Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
100 Titik Dapur MBG Cilacap Diduga Fiktif, Ada di Sawah hingga Pemakaman
Viral Perampokan di Banjarnegara Terekam CCTV, Korban Diancam Senjata Tajam

Viral Perampokan di Banjarnegara Terekam CCTV, Korban Diancam Senjata Tajam

Dugaan Perampokan Viral di BanjarnegaraDugaan Perampokan Viral di Banjarnegara
TERDUGA PELAKU: Tangkapan layar CCTV memperlihatkan tiga orang diduga pelaku memasuki rumah korban di wilayah Mandiraja Kulon, Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Sebuah insiden perampokan yang terekam dalam kamera CCTV mendadak menjadi viral di media sosial, menarik perhatian masyarakat luas.

Kejadian tersebut berlangsung di rumah sekaligus toko kelontong milik Rosikun, seorang warga di Mandiraja Kulon, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.

Peristiwa yang terjadi pada Senin dini hari tanggal 22 Juni 2026 ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga setempat, setelah Rosikun melaporkan bahwa ia dan keluarganya menghadapi ancaman dari tiga orang tak dikenal yang diduga membawa senjata tajam.

Dalam video yang beredar di berbagai platform media sosial, tampak jelas bagaimana para pelaku melakukan aksinya dengan cepat namun tetap menegangkan.

Menurut penuturan Rosikun, kejadian ini bermula ketika anaknya pulang ke rumah sekitar pukul 01.00 WIB dan masuk melalui pintu belakang yang tidak terkunci.

“Sekitar satu jam kemudian ada tiga orang masuk. Anak saya dibangunkan dan langsung disekap. Mereka juga meminta anak saya untuk diam,” ungkapnya.

Saat para pelaku memasuki rumah, Rosikun mengira sosok yang masuk adalah anaknya sendiri.

Namun, kagetnya ia ketika menyadari bahwa itu adalah orang asing yang membawa benda diduga senjata tajam.

“Saya kira itu anak saya. Setelah lampu dinyalakan ternyata ada orang asing yang masuk ke kamar,” tambahnya menjelaskan situasi mencekam saat itu.

Ketegangan semakin meningkat saat para pelaku meminta korban dan istrinya untuk diam sambil mengancam menggunakan senjata tajam.

Dalam momen tersebut, Rosikun ingat betul kata-kata salah satu pelaku yang mengatakan, “Bapak diam kalau ingin selamat.”

Meskipun tertekan dan diancam, Rosikun tetap berusaha berteriak dengan harapan tetangga dapat mendengar jeritannya.

“Saya terus berteriak supaya ada tetangga yang dengar,” katanya, menunjukkan keberanian meskipun berada dalam situasi sangat berbahaya.

Sebagai respons terhadap teriakan korban, salah satu pelaku kemudian menodongkan senjata tajam ke arah Rosikun dan mengancam akan melukai jika ia tidak menurut.

Dalam ketidakberdayaannya, Rosikun sempat ditanya oleh pelaku mengenai keberadaan uang tunai di rumahnya.

Namun ia menjawab jujur bahwa tidak menyimpan uang cash dalam jumlah besar.

“Mereka minta uang, tapi saya bilang tidak punya uang cash,” ujarnya dengan nada penuh kepasrahan.

Setelah menggeledah rumah dan tidak menemukan uang tunai seperti yang mereka inginkan, para pelaku berusaha untuk membawa brankas milik Rosikun.

Namun upaya tersebut gagal karena brankas tersebut terpasang permanen dan tidak dapat dipindahkan dengan mudah.

Di tengah kekacauan itu, Rosikun juga mengungkapkan bahwa ia sempat diikat oleh para pelaku saat mereka mencari barang-barang berharga lain di dalam rumah.

Dalam kondisi yang sangat tegang ini, Rosikun mengungkapkan bahwa anaknya mengalami luka akibat aksi para perampok meskipun mereka sempat berusaha menghentikan pendarahan tersebut.

“Aksi mereka berlangsung sekitar 20 menit sebelum akhirnya meninggalkan lokasi tanpa membawa barang maupun uang,” kata Rosikun dengan nada lega namun masih merasakan ketakutan dari pengalaman traumatis tersebut.

Meskipun tidak ada barang hilang dari rumahnya, pengalaman tersebut jelas memberikan dampak psikologis bagi keluarga Korban.

“Tidak ada yang hilang. Mereka kabur dan tidak membawa apa pun,” kata Rosikun menjelaskan hasil akhir dari kejadian tersebut.

Rosikun juga mencatat bahwa para pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan menggunakan tangga yang bukan miliknya.

“Tangga itu bukan milik saya,” ungkapnya menyoroti detail penting dalam penyelidikan kasus ini.

Kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat oleh Rosikun sendiri.

Ia berharap agar aparat penegak hukum segera menemukan pelaku agar tidak ada warga lain yang mengalami hal serupa di masa mendatang.

“Saya berharap pelakunya bisa segera ditemukan supaya tidak ada korban lainnya,” ucapnya dengan harapan akan keamanan bagi masyarakat di sekitarnya.

Hingga kini, kasus dugaan perampokan tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh aparat kepolisian Banjarnegara.

Kasus ini menyoroti pentingnya sistem keamanan bagi masyarakat terutama terkait perlindungan terhadap keluarga dan harta benda mereka dari tindakan kriminal.

Perampokan seperti ini tentu saja menjadi suatu ancaman nyata bagi masyarakat luas dan menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan serta kerjasama antara warga dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Dengan adanya rekaman CCTV sebagai bukti visual dari kejadian tersebut, diharapkan pihak kepolisian dapat lebih mudah melacak jejak para pelaku dan mencegah terulangnya insiden serupa dikemudian hari. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Ada SPPG di Kuburan hingga Hutan

100 Titik Dapur MBG Cilacap Diduga Fiktif, Ada di Sawah hingga Pemakaman