Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Rumput Mulai Mengering, DLH Banyumas Tutup Alun-alun Purwokerto hingga 27 Juni 2026

Alun alun Purwokerto Ditutup SementaraAlun alun Purwokerto Ditutup Sementara
RUMPUT: Petugas DLH tengah menyiram rumput Alun-alun Purwokerto

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam upaya menjaga keindahan dan kualitas rumput di Alun-alun Purwokerto, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas mengambil langkah signifikan dengan menutup area rumput untuk pemeliharaan intensif selama enam hari.

Penutupan ini berlangsung dari tanggal 22 hingga 27 Juni 2026, seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap kondisi rumput yang mulai menguning akibat cuaca kering dan berkurangnya curah hujan.

Bagi warga Purwokerto dan sekitarnya, penutupan area rumput ini tentu menjadi kabar yang cukup mengecewakan.

Namun, menurut Plt Kepala DLH Kabupaten Banyumas, dr. Arif Sugiono, tindakan ini diambil demi kepentingan jangka panjang.

“Kita tutup mulai kemarin, nanti bisa dibuka lagi malam Minggu sudah bisa dipakai lagi,” ungkapnya saat memberikan penjelasan terkait langkah yang diambil oleh DLH.

Perubahan warna rumput di Alun-alun Purwokerto menjadi kekuningan adalah dampak langsung dari cuaca yang semakin kering.

Menurut Arif, faktor cuaca merupakan penyebab utama menurunnya kualitas rumput.

“Sudah mulai menguning, karena faktor cuaca menjadi hal yang krusial sudah jarang turun hujan,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa perawatan berkala sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi tersebut, DLH telah meningkatkan intensitas penyiraman di seluruh area rumput.

Penyiraman ini bertujuan untuk menjaga kelembapan serta kualitas rumput selama musim kemarau berlangsung.

“Sudah mulai jarang hujan. Siraman harus lebih optimal lagi,” papar Arif menambahkan bahwa penting bagi masyarakat untuk memahami konteks perubahan iklim yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitar.

Memasuki musim kemarau, penyiraman rumput dilakukan hingga tiga kali dalam sehari guna memenuhi kebutuhan air yang diperlukan.

Proses penyiraman dilakukan dengan dua cara; secara manual dan menggunakan alat modern agar semua area tetap terjaga kelembapannya.

“Kalau yang manual minimal sehari kita grujug. Kalau yang pakai alat pagi dan sore,” pungkasnya menjelaskan metode penyiraman yang diterapkan oleh DLH.

Tindakan proaktif seperti penutupan area rumput untuk pemeliharaan ini mencerminkan perhatian pemerintah daerah terhadap kelestarian lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Alun-alun Purwokerto bukan hanya sekedar ruang terbuka hijau tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat setempat. Oleh karena itu, menjaga keindahan dan kesehatan area tersebut sangatlah penting.

Dalam konteks perubahan iklim global yang semakin terasa, permasalahan mengenai tanaman hijau seperti rumput tidak bisa dianggap remeh.

Musim kemarau yang lebih panjang dan intensitas hujan yang tak menentu membuat banyak daerah mengalami kesulitan dalam mempertahankan vegetasi mereka.

Situasi seperti ini mendorong pihak berwenang untuk mengambil tindakan preventif agar kerusakan lebih lanjut dapat dicegah.

Dengan adanya penutupan sementara ini, masyarakat diharapkan dapat bersabar dan memahami pentingnya perawatan lingkungan.

Tindakan pemeliharaan tidak hanya akan membawa dampak positif dalam jangka pendek tetapi juga akan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup juga berharap agar masyarakat turut berperan aktif dalam merawat lingkungan mereka sendiri.

Dengan menjaga kebersihan serta tidak merusak fasilitas umum seperti area rumput di alun-alun, masyarakat dapat ikut serta dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Warga Donan Keluhkan Bau Menyengat

Warga Donan Keluhkan Bau Menyengat, Satpol PP Cilacap Sidak Industri Pengeringan Udang

Berita Selanjutnya
Tiga Puskesmas Dipimpin Plt

Tiga Puskesmas di Purbalingga Dipimpin PLT, Dinkes Pastikan Pelayanan Kesehatan Tak Terhambat