BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta penanganan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Cilacap menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, dalam pertemuan dengan Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP), memaparkan perkembangan sejumlah program prioritas nasional yang berfokus pada kesehatan masyarakat.
Hingga 10 Juni 2026, program CKG telah berhasil menjangkau 525.000 orang, yang setara dengan 25,42 persen dari total sasaran sebanyak 2.065.475 penduduk Cilacap.
Dalam laporan tersebut, Ammy menjelaskan bahwa capaian itu hampir memenuhi target berkala yang ditetapkan sebesar 26,5 persen.
Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program-program inovatif yang menyasar berbagai kalangan.
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program ini,” ungkapnya.
Sementara dalam konteks penanggulangan TBC, Kabupaten Cilacap juga mencatat kemajuan yang cukup berarti.
Hingga saat ini, sudah ditemukan 2.653 kasus baru TBC, yang merupakan 42,37 persen dari estimasi target sebanyak 6.261 kasus.
Angka ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah dalam mendeteksi dan menangani penyakit menular ini semakin membuahkan hasil.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.481 pasien telah menjalani pengobatan,” jelas Ammy lebih lanjut.
Pemerintah daerah tidak hanya bertumpu pada upaya internal tetapi juga menjalin kerjasama yang kuat dengan puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan, serta dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa semua warga negara memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai dan berkualitas.
Deputi III KSP, Zahera Mega Utama mengungkapkan apresiasinya terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam mendukung program kesehatan nasional.
Dia menekankan pentingnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penanganan TBC sebagai bagian dari strategi kesehatan masyarakat yang lebih luas.
“Kesiapan fasilitas kesehatan di Kabupaten Cilacap sudah cukup baik,” katanya sembari memberi contoh RSUD Cilacap yang telah berstatus Grade B (Madya).
Zahera juga menyampaikan bahwa perhatian terhadap revitalisasi rumah sakit daerah sangat diperlukan untuk meningkatkan layanan kesehatan secara keseluruhan.
“Kami akan terus memantau dan mendukung upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah-daerah,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh kepala puskesmas dan jajaran bidang kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan tim KSP mengenai pelaksanaan berbagai program kesehatan di daerah mereka.
Diskusi tersebut menjadi momen penting bagi para pejabat kesehatan daerah untuk saling berbagi pengalaman terbaik serta tantangan yang mereka hadapi dalam implementasi program-program kesehatan tersebut.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat bagi permasalahan kesehatan masyarakat yang ada.
Ammy Amalia Fatma Surya menambahkan bahwa keberhasilan program-program ini juga bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatannya sendiri serta kepatuhan mereka terhadap pengobatan dan pencegahan penyakit menular seperti TBC.
“Kami berharap masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan mengikuti pemeriksaan rutin,” ujarnya.
Upaya memperluas jangkauan program CKG dan penanganan TBC merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.
Mengingat jumlah penduduk yang mencapai lebih dari dua juta jiwa di wilayah ini, tantangan dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal tentunya tidaklah mudah.
Dengan pencapaian setengah juta orang terlayani oleh program CKG hingga saat ini, terlihat adanya potensi besar untuk meningkatkan angka tersebut seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. (jul/stch/dda)














