Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pajak Marketplace Diprotes Pedagang, Ditjen Pajak Janji Evaluasi Aturan Baru
BPBD Kebumen Gelar Pelatihan Jungle Rescue, 50 Relawan Asah Kemampuan SAR di Medan Hutan

BPBD Kebumen Gelar Pelatihan Jungle Rescue, 50 Relawan Asah Kemampuan SAR di Medan Hutan

50 Relawan Ikuti Pelatihan "Jungle Rescue"50 Relawan Ikuti Pelatihan "Jungle Rescue"
PELATIHAN: Peserta antusias mengikuti kegiatan pelatihan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen menggelar pelatihan Jungle Rescue sebagai upaya meningkatkan kapasitas relawan dalam menghadapi situasi darurat di kawasan hutan dan medan yang sulit dijangkau.

Sebanyak 50 relawan dari berbagai komunitas kebencanaan di Kabupaten Kebumen mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 5–6 Agustus 2026, di kawasan Waduk Sempor.

Pelatihan Jungle Rescue menjadi bagian dari komitmen BPBD Kebumen dalam memperkuat kesiapsiagaan sumber daya manusia di bidang penanggulangan bencana.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi teori sekaligus praktik lapangan agar memiliki kemampuan yang lebih baik saat menghadapi operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi di wilayah dengan karakteristik alam yang menantang.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kebumen Udy Cahyono mengatakan, seluruh peserta berasal dari berbagai komunitas relawan yang selama ini aktif membantu penanganan bencana di wilayah Kebumen.

“Selama dua hari, para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik lapangan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kondisi darurat di kawasan hutan maupun medan yang sulit dijangkau,” ujar Udy didampingi Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto, Kamis (6/8).

Selama mengikuti pelatihan, para peserta tampak antusias menjalani setiap sesi yang telah disiapkan oleh instruktur.

Materi yang diberikan meliputi berbagai keterampilan dasar yang dibutuhkan dalam operasi penyelamatan di alam bebas.

Peserta mendapatkan pelatihan mengenai navigasi darat, teknik mendirikan bivak, survival di kawasan hutan, dasar-dasar Search and Rescue (SAR), hingga simulasi perkemahan sebagai bagian dari latihan bertahan hidup di alam terbuka.

Menurut Heri Purwoto, metode pembelajaran yang diterapkan lebih menitikberatkan pada praktik langsung sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

“Seluruh rangkaian kegiatan dikemas dengan pendekatan praktik langsung agar peserta memperoleh pengalaman nyata dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” jelas Heri.

Selain membekali kemampuan teknis, pelatihan Jungle Rescue juga dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam bekerja secara tim.

Relawan dilatih membangun komunikasi yang efektif, memperkuat kepemimpinan, serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Kemampuan tersebut dinilai sangat penting karena proses pencarian dan penyelamatan di kawasan hutan maupun pegunungan sering kali menghadapi berbagai kendala, mulai dari medan yang berat, cuaca yang tidak menentu, hingga keterbatasan akses menuju lokasi kejadian.

BPBD Kebumen berharap pelatihan ini mampu menciptakan relawan yang semakin profesional dan siap diterjunkan dalam berbagai operasi kebencanaan, khususnya yang membutuhkan kemampuan khusus di medan alam terbuka.

Menurut Heri, peningkatan kapasitas relawan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses penanganan bencana.

Relawan yang memiliki keterampilan memadai dapat mendukung petugas BPBD dalam melakukan pencarian korban, evakuasi, maupun penanganan awal sebelum bantuan tambahan tiba di lokasi.

“Dengan relawan yang terlatih, diharapkan sinergi antara BPBD dan komunitas relawan akan semakin kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat saat terjadi bencana,” ujarnya.

Melalui pelatihan Jungle Rescue ini, BPBD Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya relawan kebencanaan.

Dengan keterampilan yang semakin baik, para relawan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana, terutama di wilayah hutan, perbukitan, maupun pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan penanganan lebih tinggi. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pajak marketplace

Pajak Marketplace Diprotes Pedagang, Ditjen Pajak Janji Evaluasi Aturan Baru