Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kemenkeu Siapkan 20,5 Triliun untuk Bantu Pemda Bayar Gaji ASN dan PPPK
Pameran Sejarah Kota Lama Cilacap Ajak Pelajar Mengenal Warisan Budaya Daerah

Pameran Sejarah Kota Lama Cilacap Ajak Pelajar Mengenal Warisan Budaya Daerah

Kenal Sejarah Cilacap, Lewat Pameran Cagar BudayaKenal Sejarah Cilacap, Lewat Pameran Cagar Budaya
PAMERAN : Sejumlah benda bersejarah ditampilkan pada pameran cagar budaya bertajuk Jejak Sejarah Kota Lama Cilacap

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pameran Cagar Budaya bertajuk Jejak Sejarah Kota Lama Cilacap resmi digelar di Gedung Jala Bhumi, Kompleks Pendopo Kabupaten Cilacap, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (8/8/2026) tersebut menghadirkan berbagai koleksi arsip, foto, artefak, hingga benda-benda bersejarah yang mengajak masyarakat dan pelajar untuk mengenal lebih dekat perjalanan panjang sejarah Kabupaten Cilacap.

Pameran ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga peninggalan sejarah yang dimiliki daerah.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Tjilatjap History bekerja sama dengan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap.

Selain menampilkan koleksi bersejarah, panitia juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung seperti bincang sejarah, bedah buku Tempat Yang Berkisah, hingga jelajah kawasan Kota Lama Cilacap.

Rangkaian acara tersebut dirancang agar pengunjung tidak hanya melihat koleksi yang dipamerkan, tetapi juga memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai perkembangan sejarah dan budaya Kabupaten Cilacap dari masa ke masa.

Pembina Komunitas Tjilatjap History, Thomas Sutasman, mengatakan pameran ini memiliki tujuan utama untuk mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mengenai sejarah panjang yang dimiliki Kabupaten Cilacap.

“Tujuan kami mengadakan pameran ini untuk mengedukasi masyarakat bahwa Cilacap memiliki sejarah yang panjang, dari Prasasti Luitan, Sangingsingan, hingga sekarang,” katanya.

Thomas menjelaskan, berbagai koleksi yang dipamerkan berasal dari beragam sumber.

Sebagian merupakan hibah dari masyarakat yang memiliki benda-benda bersejarah, sementara koleksi lainnya diperoleh dari arsip digital milik Universitas Leiden di Belanda serta hasil dokumentasi dan pengumpulan yang dilakukan Komunitas Tjilatjap History selama bertahun-tahun.

Keberagaman koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan Cilacap dari masa lampau hingga menjadi daerah yang dikenal seperti sekarang.

Pengunjung dapat melihat berbagai foto lama, arsip sejarah, dokumen penting, hingga artefak yang memiliki nilai historis tinggi.

Sejak hari pertama pelaksanaan, pameran mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Pengunjung berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa sekolah dasar, SMP, SMA/SMK, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah dan budaya lokal.

Tingginya antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap sejarah daerah masih cukup besar, terutama ketika informasi sejarah dikemas melalui pameran yang menarik dan mudah dipahami.

Selain menjadi sarana edukasi, pameran ini juga diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya daerah.

Melalui berbagai koleksi yang ditampilkan, masyarakat diajak memahami bahwa setiap peninggalan sejarah memiliki nilai penting sebagai identitas Kabupaten Cilacap.

Thomas berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara rutin sehingga semakin banyak generasi muda yang mengenal sejarah daerahnya sendiri.

Menurutnya, pelestarian cagar budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

“Kami berharap masyarakat semakin mengenal dan ikut menjaga sejarah daerahnya,” tandasnya.

Pameran Jejak Sejarah Kota Lama Cilacap menjadi bukti bahwa sejarah dapat disajikan dengan cara yang menarik dan edukatif.

Melalui kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian cagar budaya sekaligus memperkuat identitas sejarah Kabupaten Cilacap bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Gaji ASN dan PPPK Daerah Ditalangi Pusat

Kemenkeu Siapkan 20,5 Triliun untuk Bantu Pemda Bayar Gaji ASN dan PPPK