Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio, 21 Penerbangan Terdampak
14 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Cilacap, Ada Bayi 3 Bulan hingga Lansia

14 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Cilacap, Ada Bayi 3 Bulan hingga Lansia

14 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing14 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing
CEK PASIEN: Petugas medis tampak sedang mengecek salah satu pasien sebelum tindakan operasi

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebanyak 14 pasien menjalani operasi bibir sumbing dan celah langit-langit mulut secara gratis di RSUD Cilacap, Jumat-Sabtu (21-22/8/2026).

Program pelayanan kesehatan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang membutuhkan tindakan medis, terutama pasien yang terkendala biaya.

Operasi gratis ini mendapat apresiasi dari Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di tengah kondisi keterbatasan anggaran daerah.

“Alhamdulillah mereka telah berkontribusi untuk menghadirkan operasi bibir sumbing dan langit-langit mulut gratis di Kabupaten Cilacap,” ujar Ammy.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pelaksanaan kali ini.

Program operasi gratis tersebut diharapkan dapat digelar secara rutin setiap tahun sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan kesehatan.

Ammy menyebut jumlah 14 pasien yang menjalani operasi belum menggambarkan seluruh kebutuhan masyarakat.

Masih terdapat kemungkinan warga lain yang membutuhkan tindakan serupa tetapi belum terdata atau belum berani mendaftarkan diri.

“Kalau hari ini mungkin baru ada 14 pasien yang mendaftar, di luar sana sebetulnya masih banyak sekali yang membutuhkan,” katanya.

Plt Direktur RSUD Cilacap, dr Reza Prima Muharama, menjelaskan pasien yang menjalani operasi memiliki rentang usia yang cukup beragam.

Pasien termuda merupakan bayi berusia tiga bulan, sedangkan pasien tertua berusia 61 tahun.

Meski demikian, sebagian besar pasien yang mengikuti program operasi gratis tersebut merupakan anak-anak.

Tindakan medis dilakukan oleh tim yang terdiri atas dokter spesialis bedah plastik, tim anestesi, serta perawat RSUD Cilacap.

Setiap tindakan operasi membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam, tergantung kondisi masing-masing pasien.

“Setiap operasi berlangsung satu hingga dua jam, tergantung kondisi pasien,” jelas Reza.

Proses operasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan pasien sehingga tindakan dapat berlangsung secara aman dan sesuai kebutuhan medis.

Program operasi bibir sumbing dan celah langit-langit mulut tersebut terlaksana melalui dukungan Smile Train dan Nabila Community Care.

Seluruh biaya operasi ditanggung melalui program tersebut.

Pasien pun tidak dikenakan biaya, baik mereka yang memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan maupun yang tidak memiliki BPJS.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu hal penting karena biaya tindakan medis dapat menjadi kendala bagi keluarga yang membutuhkan operasi bibir sumbing atau celah langit-langit mulut.

Dengan adanya program operasi gratis, masyarakat yang sebelumnya terkendala biaya memiliki kesempatan memperoleh penanganan medis tanpa harus memikirkan biaya operasi.

RSUD Cilacap berharap kolaborasi dengan pihak yang mendukung program tersebut dapat terus berjalan.

Reza berharap kerja sama pelayanan kesehatan tersebut dapat dilanjutkan pada masa mendatang.

Semakin panjang keberlangsungan program, semakin besar pula peluang masyarakat yang membutuhkan mendapatkan akses pengobatan.

“Mudah-mudahan kami bisa terus memberikan pelayanan yang bermutu, inklusif, dan semakin baik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pelaksanaan operasi gratis ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, rumah sakit, organisasi sosial, dan lembaga kemanusiaan dalam memperluas akses layanan kesehatan.

Bagi masyarakat, operasi bibir sumbing bukan hanya berkaitan dengan penampilan.

Penanganan yang tepat juga dapat membantu pasien menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan fungsi mulut, seperti makan, berbicara, maupun kondisi celah langit-langit mulut.

Karena itu, pendataan masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut menjadi penting.

Pemerintah daerah berharap masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa dapat memperoleh informasi mengenai program pelayanan kesehatan yang tersedia.

Pelaksanaan operasi di RSUD Cilacap kali ini menjadi langkah nyata untuk membantu pasien dari berbagai kelompok usia.

Dari bayi berusia tiga bulan hingga lansia 61 tahun, seluruh pasien mendapatkan kesempatan menjalani tindakan medis tanpa dipungut biaya.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, dukungan pihak lain melalui program sosial dan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
21 Penerbangan Terdampak Kabut Asap Karhutla

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio, 21 Penerbangan Terdampak