Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

2 Sekolah Kedinasan Minim Tes Fisik yang Gratis dan Lulus Bisa Jadi CPNS

Sekolah kedinasan (2)Sekolah kedinasan (2)
Sejumlah siswa mengikuti seleksi masuk sekolah kedinasan PKN STAN

BANYUMASEKSPRES.ID, Minat masyarakat terhadap sekolah kedinasan terus mengalami peningkatan pada 2026. Banyak lulusan SMA dan SMK tertarik karena pendidikan gratis serta peluang menjadi CPNS setelah lulus.

Sekolah kedinasan masih dianggap sebagai jalur pendidikan yang menjanjikan masa depan karier stabil. Selain itu, lulusan sekolah kedinasan umumnya memiliki peluang kerja lebih jelas dibanding perguruan tinggi biasa.

Tidak sedikit calon peserta seleksi mencari sekolah kedinasan dengan tes fisik yang tidak terlalu berat. Kondisi tersebut membuat beberapa kampus kedinasan tertentu menjadi pilihan favorit setiap tahun.

Dari banyak sekolah kedinasan yang dibuka pemerintah tahun 2026, ada dua institusi yang cukup dikenal memiliki tes fisik relatif ringan. Dua kampus tersebut ialah PKN STAN dan Politeknik Siber dan Sandi Negara atau Poltek SSN.

PKN STAN Masih Jadi Primadona Sekolah Kedinasan

PKN STAN berada di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kampus ini setiap tahun selalu masuk daftar sekolah kedinasan paling diminati di Indonesia.

Banyak siswa memilih PKN STAN karena prospek kerjanya sangat luas. Lulusannya dibutuhkan di berbagai instansi strategis seperti Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.

Selain itu, PKN STAN dikenal memiliki sistem pendidikan vokasi yang fokus pada praktik kerja. Mahasiswa dibekali kemampuan teknis sesuai kebutuhan birokrasi pemerintahan modern.

Pada seleksi sekolah kedinasan 2026, PKN STAN kembali menjadi perhatian calon peserta. Salah satu alasannya karena kampus ini tidak memiliki syarat tinggi badan ketat.

PKN STAN juga relatif lebih fleksibel terkait kondisi mata minus peserta. Hal tersebut berbeda dengan beberapa sekolah kedinasan lain yang menerapkan syarat kesehatan lebih ketat.

Tes fisik di PKN STAN dinilai tidak seberat sekolah kedinasan semi militer. Materi tes umumnya berupa lari, push up, sit up, dan shuttle run.

Banyak peserta menganggap tes fisik tersebut masih mudah dilatih dalam waktu tertentu. Karena itu, peluang lolos dianggap lebih terbuka bagi siswa dengan kemampuan akademik tinggi.

Selain tes fisik, kemampuan akademik tetap menjadi fokus utama seleksi PKN STAN. Kampus ini bahkan menggunakan nilai UTBK SNBT sebagai bagian dari syarat pendaftaran.

Kebijakan penggunaan nilai UTBK membuat persaingan akademik menjadi semakin ketat. Peserta dengan nilai tinggi tentu memiliki peluang lebih besar untuk lolos administrasi awal.

Program studi di PKN STAN juga cukup beragam dan sesuai kebutuhan negara. Jurusan favorit meliputi perpajakan, akuntansi sektor publik, hingga kepabeanan dan cukai.

Selama menempuh pendidikan, mahasiswa tidak dikenakan biaya kuliah. Pemerintah menanggung penuh biaya pendidikan taruna sesuai aturan yang berlaku.

Poltek SSN Jadi Pilihan Menarik Bidang Siber

Selain PKN STAN, Poltek SSN juga menjadi sekolah kedinasan favorit pada 2026. Kampus ini berada di bawah Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN.

Poltek SSN fokus mencetak tenaga ahli keamanan siber nasional. Lulusannya dipersiapkan untuk menghadapi ancaman digital yang semakin berkembang.

Kebutuhan tenaga siber pemerintah saat ini terus meningkat setiap tahun. Hal tersebut membuat prospek lulusan Poltek SSN semakin menjanjikan.

Dalam proses seleksi, Poltek SSN tetap menerapkan tes kesamaptaan fisik. Namun standar tes fisiknya dinilai tidak terlalu berat dibanding sekolah semi militer.

Tes fisik di Poltek SSN biasanya meliputi lari dan latihan dasar kebugaran. Peserta juga menjalani push up, sit up, serta pull up atau chinning.

Meski begitu, tantangan utama Poltek SSN justru berada pada tes akademik. Peserta harus memiliki kemampuan logika dan analisis yang baik.

Bidang keamanan siber memang membutuhkan kemampuan berpikir kritis tinggi. Karena itu, seleksi akademik Poltek SSN terkenal cukup kompetitif.

Poltek SSN juga menetapkan beberapa syarat kesehatan tertentu. Peserta tidak diperbolehkan mengalami buta warna parsial maupun total.

Selain itu, kampus ini tetap memiliki syarat tinggi badan minimal bagi pendaftar. Meski ada ketentuan fisik, standar tersebut masih dianggap lebih ringan dibanding sekolah kedinasan lain.

Sama seperti PKN STAN, Poltek SSN turut menggunakan nilai UTBK SNBT dalam proses seleksi. Sistem ini bertujuan menjaring peserta dengan kemampuan akademik terbaik.

Seluruh biaya pendidikan di Poltek SSN juga ditanggung negara. Mahasiswa dapat menempuh pendidikan tanpa membayar uang kuliah selama masa studi.

Setelah lulus, alumni Poltek SSN memiliki peluang besar menjadi CPNS di lingkungan BSSN. Beberapa lulusan juga dapat ditempatkan pada instansi pemerintah lain yang membutuhkan tenaga keamanan siber.

Calon peserta perlu memahami seluruh syarat masing-masing sekolah kedinasan. Setiap institusi memiliki aturan berbeda terkait kesehatan maupun kemampuan fisik.

PKN STAN dan Poltek SSN menjadi pilihan ideal bagi siswa yang menghindari tes fisik berat. Kedua sekolah tersebut tetap menawarkan peluang karier yang sangat menjanjikan.

Meski tes fisiknya relatif ringan, peserta tetap harus menjaga kondisi tubuh. Latihan rutin dan pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam persiapan seleksi.

Sekolah kedinasan masih menjadi impian banyak pelajar Indonesia hingga 2026. Selain gratis, jalur ini dinilai mampu memberikan masa depan karier lebih pasti di lingkungan pemerintahan. (mdr)

Berita Sebelumnya
PKL Liar di Alun alun Makin Menjamur

PKL Liar dan Parkir Ilegal di Alun-Alun Purbalingga Kian Semrawut, Satpol PP Belum Jadwalkan Penertiban

Berita Selanjutnya
Bpnt mei

BPNT Mei 2026 Mulai Cair, Ini 6 Hal Penting yang Wajib Dicek Penerima