BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam upaya meningkatkan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat, tiga koridor layanan Trans Banyumas direncanakan segera melayani drop off penumpang di Pintu Barat Stasiun Purwokerto.
Layanan ini ditargetkan untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebelum perayaan Lebaran yang akan datang. Hal ini merupakan langkah signifikan dalam integrasi transportasi publik di kawasan ini.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, menyampaikan bahwa rencana ini adalah hasil dari koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto.
“Kami sebagai pengelola operator PT Banyumas Raya Transportasi menyambut baik, karena masuknya Trans Banyumas ke Pintu Barat memang sudah lama dinantikan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen pihaknya dalam menyediakan layanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat.
Ipoeng menjelaskan bahwa terdapat tiga koridor Trans Banyumas yang nantinya akan beroperasi dan menurunkan penumpang di area Pintu Barat Stasiun Purwokerto.
“Koridor 1 akan melayani penumpang dari Ajibarang, Koridor 3A dari Terminal Bulupitu, dan Koridor 3B dari Beji serta Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Semua koridor ini akan mengakses Pintu Barat Stasiun Purwokerto,” katanya.
Dengan adanya layanan ini, mobilitas masyarakat di wilayah tersebut diharapkan semakin lancar dan terintegrasi dengan baik.
Salah satu keuntungan dari integrasi ini adalah kemudahan bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan mereka.
Misalnya, penumpang dari Koridor 4 bisa turun di Terminal Bulupitu lalu melanjutkan perjalanan menggunakan Koridor 3A menuju Pintu Barat Stasiun Purwokerto.
Sistem ini dirancang untuk meminimalisir kebingungan bagi penumpang saat berpindah moda transportasi.
Ipoeng juga menambahkan bahwa ide untuk menghadirkan layanan drop off langsung di stasiun sebenarnya sudah ada sejak lama.
“Pencetusnya adalah para pemudik yang merasa bingung setelah turun dari kereta karena harus mencari bus dengan jarak yang cukup jauh dari Pasar Pon, terutama saat mereka membawa barang bawaan seperti tas dan koper,” jelasnya.
Dengan adanya layanan ini, diharapkan akan mengurangi beban dan memberikan kenyamanan bagi para pemudik.
Harapan untuk memulai layanan ini sebelum Lebaran sangat terdengar optimis.
“Kami berharap layanan tersebut bisa mulai beroperasi sebelum Lebaran jika semua pihak terkait telah siap,” tambah Ipoeng.
Menurutnya, saat ini hanya tinggal menunggu kesiapan dari KAI atau stasiun Daop 5 untuk merealisasikan rencana tersebut.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono juga mendukung penuh rencana drop off Trans Banyumas di Pintu Barat Stasiun Purwokerto ini.
Ia mengungkapkan bahwa usulan mengenai layanan tersebut sudah lama disampaikannya sejak menjabat sebagai Wakil Bupati Banyumas.
“Rencana ini sudah lama saya usulkan dan kini saya ingin mengeksekusinya saat saya menjabat sebagai bupati,” katanya dengan semangat.
Dalam pandangan Sadewo, keberadaan infrastruktur pendukung menjadi faktor penting dalam kelancaran operasional layanan ini.
Saat ini, proses penyiapan infrastruktur pendukung masih berlangsung di area pintu barat stasiun.
“Saya ingin memastikan bahwa sebelum Lebaran, layanan ini sudah dapat beroperasi sehingga dapat menambah kenyamanan bagi pelanggan KAI,” jelasnya.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin juga menyatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan akses bagi bus Trans Banyumas di area pintu barat stasiun.
“Saat ini kami tengah melakukan persiapan akses bus Trans Banyumas agar dapat beroperasi dengan baik di pintu barat stasiun,” ujarnya.
Proses persiapan tidak berhenti sampai pada pembangunan akses saja. Setelah semua sarana dan prasarana siap, tahap selanjutnya adalah melakukan uji coba operasional untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar keselamatan serta kenyamanan penumpang.
“Untuk waktu pastinya belum bisa kami tentukan, tetapi setelah semua sudah siap baru kami akan melakukan uji coba,” tambah As’ad.
KAI Daop 5 Purwokerto menyambut positif rencana integrasi antarmoda transportasi ini sebagai upaya meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat yang menggunakan jasa kereta api sekaligus layanan Trans Banyumas.
“Kami sangat mendukung kolaborasi ini agar pelayanan kepada pelanggan kereta api yang juga menggunakan jasa Trans Banyumas bisa meningkat,” ungkap As’ad.
Dengan adanya rencana integrasi tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam hal aksesibilitas menuju stasiun kereta api tetapi juga merasakan manfaat nyata dari sistem transportasi publik yang lebih efisien dan terorganisir dengan baik.
Harapan untuk memulai layanan drop off sebelum Lebaran bukan hanya sekadar sebuah target waktu tetapi merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dan penyedia jasa transportasi dalam menciptakan sistem transportasi publik yang aman dan nyaman bagi seluruh kalangan masyarakat. (res/dms/stch/dda)
















