BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Tiga mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap (PNC) berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Cilacap 2026 yang digelar pada Juli 2026.
Ketiganya tidak hanya membawa nama baik kampus, tetapi juga menawarkan gagasan inovatif untuk mendukung pariwisata, lingkungan, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Cilacap.
Tiga mahasiswa tersebut yakni Bima Ade Prasetyo yang terpilih sebagai Mas Cilacap 2026, Alulazia Putri De Gusti sebagai Mbak Cilacap 2026, serta Syafira Zahra Ramadani sebagai Mbak Cilacap Inteligensia 2026.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi PNC. Ketiga mahasiswa diketahui aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kemahasiswaan, sehingga memiliki pengalaman dalam kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, serta pengembangan gagasan.
Direktur PNC, Ir Riyadi Purwanto ST MEng, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ketiga mahasiswanya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa PNC tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Sebagai duta terpilih, mereka diharapkan dapat membawa nama baik PNC serta turut mempromosikan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif Cilacap,” katanya.
Sebelum mengikuti ajang Duta Wisata Cilacap 2026, ketiga mahasiswa PNC tersebut telah memiliki pengalaman dalam kegiatan organisasi.
Bima sebelumnya dipercaya menjadi Duta Kampus PNC 2026. Sementara itu, Alulazia dan Syafira aktif dalam BEM PNC. Bahkan, Alulazia mendapat kepercayaan sebagai Wakil Presiden BEM PNC 2026.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi ketiganya ketika mengikuti proses Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Cilacap.
Aktivitas organisasi membuat mereka terbiasa berkomunikasi, bekerja dalam tim, menyampaikan gagasan, sekaligus menjalankan tanggung jawab di tengah berbagai kesibukan.
Menariknya, aktivitas sebagai mahasiswa dan aktivis organisasi tidak membuat ketiganya mengesampingkan pendidikan.
Mereka tetap berusaha membagi waktu antara kegiatan perkuliahan, tugas akademik, organisasi, serta rangkaian kegiatan Duta Wisata Cilacap 2026.
Kemampuan mengatur waktu menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki mahasiswa yang aktif di luar kegiatan akademik.
Bagi ketiga mahasiswa tersebut, pengalaman mengikuti ajang duta wisata juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan personal sekaligus memperluas kontribusi kepada daerah.
Selain memiliki prestasi dalam ajang Duta Wisata Cilacap 2026, ketiga mahasiswa PNC tersebut juga membawa gagasan yang berbeda sesuai dengan bidang yang mereka minati.
Bima Ade Prasetyo mengusung gagasan bernama Sign Bridge, yakni teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang ditujukan untuk membantu komunikasi penyandang disabilitas.
Gagasan tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Teknologi tidak hanya digunakan untuk kepentingan bisnis atau hiburan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi solusi yang mendukung inklusivitas.
Sementara itu, Alulazia Putri De Gusti membawa konsep Segara Anakan Eco-Journey.
Gagasan tersebut menggabungkan pengembangan ekowisata dengan upaya pelestarian lingkungan.
Segara Anakan sendiri merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata sekaligus nilai ekologis penting bagi Cilacap.
Melalui konsep tersebut, pengembangan wisata diharapkan tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Adapun Syafira Zahra Ramadani mengembangkan gagasan mengenai pendampingan wisata berbasis masyarakat.
Konsep tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata.
Pendekatan berbasis masyarakat dapat membuka peluang agar warga lokal tidak sekadar menjadi penonton perkembangan destinasi wisata, tetapi ikut terlibat dalam pengelolaan dan memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.
Terpilihnya tiga mahasiswa PNC sebagai Duta Wisata Cilacap 2026 diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas.
Mereka memiliki tugas untuk ikut memperkenalkan potensi wisata dan budaya Cilacap kepada masyarakat yang lebih luas.
Tidak hanya destinasi wisata, promosi juga dapat mencakup potensi ekonomi kreatif serta kekayaan budaya daerah.
Peran duta wisata menjadi semakin penting di tengah perkembangan promosi pariwisata melalui media sosial dan platform digital.
Dengan latar belakang mahasiswa dan pengalaman organisasi, ketiganya diharapkan mampu menghadirkan cara baru dalam memperkenalkan Cilacap, terutama kepada generasi muda.
Kombinasi antara teknologi AI, ekowisata, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat yang dibawa ketiga mahasiswa tersebut juga menunjukkan bahwa promosi pariwisata dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan.
Prestasi Bima, Alulazia, dan Syafira sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui berbagai bidang.
Tidak hanya melalui prestasi akademik, kontribusi juga dapat diberikan lewat organisasi, inovasi, promosi wisata, budaya, hingga kegiatan sosial.
Bagi PNC, keberhasilan ketiga mahasiswa tersebut menjadi tambahan prestasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengembangkan potensi diri.
Sementara bagi Cilacap, kehadiran generasi muda sebagai duta wisata diharapkan mampu memperkuat promosi daerah dan melahirkan inovasi baru dalam pengembangan pariwisata yang kreatif, inklusif, serta berkelanjutan. (wln/stch/dda)














