BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di ruas Jalan Diponegoro, Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, memasuki tahap akhir.
Pekerjaan fisik jembatan tersebut ditargetkan rampung pada Kamis (27/8/2026), tetapi masyarakat belum diperbolehkan langsung melintasinya.
Sejumlah pekerja masih melakukan penyelesaian pada bagian lantai jembatan.
Tahapan tersebut menjadi salah satu pekerjaan penting sebelum seluruh konstruksi dinyatakan selesai dan siap digunakan untuk akses masyarakat.
Konsultan Pekerjaan Jembatan Gantung Garuda, Ikhwanudin, mengatakan pekerjaan pembangunan terus dikebut agar target penyelesaian dapat tercapai.
Dalam beberapa hari terakhir, pekerja bahkan menerapkan sistem lembur untuk mengejar jadwal yang telah ditentukan.
“Kita pastikan semua telah sesuai dengan spesifikasi,” jelas Ikhwanudin saat ditemui di lokasi, Selasa (25/8/2026) malam.
Saat ini, salah satu pekerjaan yang terlihat dilakukan adalah pemasangan lantai Jembatan Gantung Garuda.
Setiap bagian lantai dipasang dan dikencangkan menggunakan baut sebagai pengikat.
Pemasangan tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap sambungan diperiksa untuk memastikan bagian lantai terpasang kuat dan mampu menjaga kestabilan struktur jembatan.
Menurut Ikhwanudin, seluruh tahapan pekerjaan terus diperiksa untuk memastikan konstruksi yang telah terpasang memenuhi spesifikasi dan standar keamanan.
Pemeriksaan menjadi penting karena jembatan nantinya akan digunakan masyarakat sebagai akses lalu lintas.
Kekuatan lantai, sambungan, serta bagian konstruksi lainnya harus dipastikan dalam kondisi siap sebelum jembatan dibuka secara resmi.
Pemasangan lantai dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kekuatan setiap sambungan.
Dengan demikian, konstruksi lantai diharapkan mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang nantinya melintas.
Jika pekerjaan fisik berjalan sesuai target, Jembatan Gantung Garuda Selanegara direncanakan selesai pada Kamis (27/8/2026).
Secara fisik, jembatan direncanakan sudah dapat diakses mulai Jumat (28/8/2026).
Namun, masyarakat tidak serta-merta dapat menggunakan jembatan tersebut setelah pekerjaan selesai.
Pembukaan akses masih menunggu proses peresmian secara resmi.
Babinsa Koramil 10 Sumpiuh, Sertu Miftakhul Anwar, mengingatkan masyarakat agar tidak terlebih dahulu melintasi jembatan sebelum ada pembukaan resmi.
Imbauan tersebut diberikan untuk memastikan aspek keamanan sekaligus menghindari penggunaan jembatan ketika proses administrasi dan pembukaan akses belum selesai.
“Pembukaan jembatan gantung untuk akses lalu lintas masyarakat menunggu acara peresmian terlebih dahulu,” terang Sertu Anwar.
Dengan demikian, meskipun pembangunan Jembatan Gantung Garuda ditargetkan selesai pada 27 Agustus dan secara rencana dapat digunakan pada 28 Agustus, masyarakat tetap harus menunggu informasi resmi mengenai waktu pembukaannya.
Selain menyelesaikan konstruksi utama, Jembatan Gantung Garuda nantinya juga akan dilengkapi fasilitas penerangan.
Lampu yang dipasang tidak hanya ditujukan untuk memberikan penerangan saat malam hari.
Jenis dan desain lampu juga mempertimbangkan aspek estetika sehingga diharapkan dapat memperindah tampilan jembatan.
Keberadaan lampu tersebut diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat ketika nantinya melintas setelah hari mulai gelap.
Penataan penerangan juga berpotensi membuat Jembatan Gantung Garuda memiliki daya tarik tersendiri pada malam hari.
Dengan desain yang lebih menarik, jembatan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, tetapi juga dapat menjadi bagian dari wajah kawasan Desa Selanegara.
Kepala Dusun 3 Desa Selanegara, Isbandi, mengatakan lampu hias untuk jembatan saat ini masih dalam proses pemesanan.
“Sedang dipesan lampu hias jembatan gantung. Warga desa juga masih dilibatkan sengkuyung gotong royong,” tandas Isbandi.
Penyelesaian pembangunan Jembatan Gantung Garuda juga melibatkan masyarakat sekitar.
Warga Desa Selanegara turut dilibatkan melalui semangat gotong royong atau sengkuyung.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan fasilitas yang nantinya diharapkan memberikan manfaat bagi warga sekitar.
Selain menjadi akses lalu lintas, keberadaan jembatan baru tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
Karena itu, penyelesaian pekerjaan konstruksi hingga proses pembukaan akses perlu dilakukan secara bertahap dan sesuai ketentuan.
Saat ini perhatian utama masih tertuju pada penyelesaian bagian lantai dan pemeriksaan konstruksi.
Setelah seluruh pekerjaan fisik selesai, proses berikutnya adalah memastikan jembatan benar-benar siap sebelum dibuka untuk masyarakat.
Dengan target pekerjaan rampung pada 27 Agustus 2026, masyarakat Selanegara dan pengguna ruas Jalan Diponegoro diharapkan bersabar menunggu pembukaan resmi.
Jembatan Gantung Garuda bukan hanya ditunggu karena menjadi fasilitas akses baru, tetapi juga karena nantinya memiliki penerangan lampu hias yang dapat mempercantik kawasan.
Yang terpenting, masyarakat diminta tidak mencoba melintasi jembatan sebelum ada pengumuman resmi.
Dengan menunggu peresmian, penggunaan jembatan dapat dilakukan setelah seluruh aspek keamanan dan administrasi dinyatakan siap. (fij/stch/dda)
















