Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pelajar SD dan SMP di Cilacap Diajak Menelusuri Sejarah Lewat Program Dewi Asrama
Amanda Manopo Jadi Sasaran Body Shaming Saat Hamil, Kenny Austin: Miris dan Kurang Etis

Amanda Manopo Jadi Sasaran Body Shaming Saat Hamil, Kenny Austin: Miris dan Kurang Etis

Alami Body ShamingAlami Body Shaming
Amanda Manopo

BANYUMASEKSPRES.ID, Amanda Manopo, yang lebih akrab disapa Manda, baru-baru ini menjadi sorotan publik bukan hanya karena karirnya sebagai aktris, tetapi juga karena serangan body shaming yang ia alami seiring dengan perubahan fisiknya saat hamil besar.

Fenomena ini tidak jarang terjadi di kalangan selebriti, di mana penilaian fisik sering kali menjadi topik hangat bagi netizen.

Dalam konteks ini, aktor Kenny Austin memberikan tanggapannya dengan penuh empati dan pengertian.

Kenny Austin mengungkapkan rasa mirisnya saat melihat berbagai komentar negatif yang ditujukan kepada Manda.

“Menurut saya kurang etis saja kalau kita mengomentari badan perempuan ya, apalagi seorang ibu yang mau melahirkan gitu. Jadi saya nggak menanggapi lah, saya cuma miris,” ungkap Kenny.

Pendapatnya tersebut mencerminkan keprihatinan terhadap standar ganda dan tekanan sosial yang dialami perempuan, terutama yang sedang dalam proses kehamilan.

Kenny menyadari bahwa banyak dari komentar tersebut datangnya dari akun-akun anonim yang bersembunyi di balik layar.

Ia menekankan bahwa seringkali mereka yang memberikan kritik pedas tidak memiliki keberanian untuk menunjukkan identitas mereka sendiri.

“Tapi yang komen juga kebanyakan nggak ada fotonya gitu lho,” tambahnya, menunjukkan bahwa keberanian untuk berkomentar dengan nama asli dapat menghasilkan diskusi yang lebih konstruktif.

Aktor berusia 34 tahun ini tidak hanya merasa geram dengan perilaku netizen, tetapi ia juga menegaskan bahwa ia tidak berniat membawa masalah ini ke ranah hukum.

Fokus utamanya kini adalah kebahagiaan keluarganya, terutama setelah dikaruniai anak pertama.

Dengan tegas ia menyatakan, “Udah biarin aja. Kita yang penting nggak mau membalas kejahatan dengan kejahatan.”

Tindakan bijaksana ini menunjukkan bahwa Kenny memilih untuk tidak terjerat dalam putaran negatif dari body shaming dan lebih memilih untuk menciptakan lingkungan positif bagi keluarganya.

Dalam pandangannya, perubahan fisik adalah sesuatu yang wajar dialami oleh setiap wanita selama masa kehamilan.

Menurutnya, semua ibu pasti melewati fase ini dan harus dihormati atas perjuangan mereka.

“Saya rasa semua ibu pasti melewati itu,” katanya sambil menekankan pentingnya dukungan bagi mereka yang sedang hamil.

Manda sendiri pernah mengungkapkan ketakutannya terhadap darah, namun Kenny menyatakan bahwa ia ingin melihat perjuangan seorang ibu dalam melahirkan anak.

Penting untuk dicatat bahwa body shaming dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan terhadap individu yang menjadi sasaran kritik tersebut.

Penilaian negatif tentang penampilan fisik seseorang bisa menyebabkan stres emosional dan bahkan depresi.

Dalam era digital saat ini, komentar-komentar semacam itu dapat tersebar luas dengan cepat, menjadikan isu ini semakin kompleks dan sulit diatasi.

Menghadapi fenomena body shaming seperti ini membutuhkan kesadaran kolektif dari masyarakat.

Setiap individu perlu mengambil tanggung jawab atas kata-kata mereka dan berpikir dua kali sebelum memberikan komentar yang mungkin menyakiti perasaan orang lain.

Dalam hal ini, Kenny Austin mengajak publik untuk lebih bijak dalam berkomentar, khususnya terhadap seorang ibu yang tengah berjuang melahirkan anak.

Kenny percaya bahwa setiap wanita harus diberi ruang untuk menjalani pengalaman kehamilan tanpa tekanan tambahan dari penilaian eksternal.

Memahami dan menghargai perjalanan seorang ibu sangatlah penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan mental dan emosional mereka selama masa-masa sulit seperti ini.

Dalam situasi seperti ini, dukungan dari pasangan juga menjadi hal krusial.

Kenny menunjukkan sikap positif sebagai suami sekaligus ayah baru dengan memberikan semangat kepada Manda untuk tetap kuat menghadapi segala rintangan.

Kehadiran anak pertama tentunya membawa kebahagiaan tersendiri bagi pasangan ini, sekaligus menjadi momen berharga dalam hidup mereka.

Seiring dengan berkembangnya dunia media sosial dan komunikasi digital saat ini, isu-isu seperti body shaming akan terus ada jika tidak ditangani secara serius oleh masyarakat luas. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dewi Asrama Kembali Dibuka

Pelajar SD dan SMP di Cilacap Diajak Menelusuri Sejarah Lewat Program Dewi Asrama