BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Gelombang tinggi menerjang sejumlah wilayah pesisir selatan Kabupaten Kebumen dan menyebabkan puluhan warung makan serta kios milik warga mengalami kerusakan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mencatat sedikitnya 70 warung dan kios terdampak akibat kondisi laut yang memburuk.
Gelombang tinggi di Pantai Selatan Kebumen tersebut mulai terjadi sejak Selasa (11/8).
Selain gelombang laut yang tinggi, kondisi angin kencang membuat air laut mencapai bibir pantai hingga masuk ke area warung dan kios warga.
Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto mengatakan tinggi gelombang yang terjadi diperkirakan mencapai 2 hingga 4 meter.
Kondisi tersebut membuat air laut masuk ke area usaha warga yang berada di sekitar garis pantai.
“Gelombang laut dengan ketinggian sekitar 2–4 meter, kondisi angin kencang, air laut mencapai bibir pantai, hingga masuk ke area warung dan kios milik warga sepanjang 30 meter dari bibir pantai,” ujar Heri, Kamis (13/8).
Gelombang tinggi terpantau terjadi di sejumlah titik sepanjang garis pantai selatan Kebumen.
Dua lokasi yang terdampak antara lain kawasan objek wisata Pantai Bocor di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, dan Pantai Suwuk di Kecamatan Puring.
Peristiwa tersebut diketahui setelah BPBD Kebumen menerima informasi dari masyarakat mengenai kondisi gelombang laut dan dampaknya terhadap warung serta kios di sekitar pantai.
Petugas BPBD kemudian melakukan pemantauan di sejumlah lokasi terdampak.
Selain memantau kondisi pesisir, petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi di lapangan tetap aman.
Meskipun puluhan warung dan kios mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi gelombang tinggi masih berpotensi terjadi.
Masyarakat yang tinggal maupun melakukan aktivitas di kawasan pesisir diminta tidak mengabaikan kondisi cuaca dan gelombang laut.
Warga juga diimbau mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta arahan petugas di lapangan.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar laut.
Nelayan diminta memperhatikan kondisi cuaca dan tinggi gelombang sebelum memutuskan untuk melaut.
Kewaspadaan menjadi penting karena berdasarkan prakiraan BMKG, potensi gelombang tinggi masih dapat terjadi pada 11–15 Agustus 2026.
Ketinggian gelombang di sejumlah wilayah perairan diperkirakan dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi gelombang tinggi terutama berpotensi terjadi di wilayah perairan yang berhadapan dengan Samudra Hindia.
Situasi tersebut perlu diantisipasi oleh masyarakat pesisir, termasuk nelayan yang menggunakan perahu tangkap.
Informasi mengenai cuaca dan gelombang laut juga menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen.
Informasi prakiraan cuaca dari BMKG diteruskan kepada Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk membantu masyarakat nelayan mendapatkan informasi lebih awal.
Pejabat Bidang Perikanan Tangkap Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan Kebumen, Yuniasih, mengatakan informasi tersebut penting bagi nelayan pemilik perahu tangkap yang menyandarkan perahunya di kawasan pantai.
Menurutnya, informasi mengenai potensi gelombang tinggi dapat membantu nelayan melakukan langkah antisipasi.
Dengan mengetahui kondisi cuaca lebih awal, pemilik perahu dapat mempertimbangkan risiko kerusakan maupun kerugian akibat gelombang tinggi.
“Di Kebumen ada 1.265 unit,” kata Yuniasih, merujuk pada jumlah unit perahu tangkap yang ada di wilayah tersebut.
Gelombang tinggi tidak hanya berpotensi mengganggu aktivitas nelayan, tetapi juga dapat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.
Warung makan, kios, maupun usaha lain yang berada terlalu dekat dengan garis pantai memiliki risiko terdampak ketika air laut naik dan gelombang mencapai daratan.
Kerusakan terhadap 70 warung dan kios di pesisir Kebumen menjadi salah satu dampak dari kondisi laut tersebut.
Air laut yang mencapai area usaha warga menunjukkan besarnya pengaruh gelombang terhadap kawasan di sekitar garis pantai.
BPBD Kebumen kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan pantai apabila kondisi gelombang sedang tinggi.
Masyarakat juga diminta segera mengikuti arahan petugas apabila terdapat perkembangan kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan.
Warga pesisir diharapkan terus memantau informasi resmi mengenai prakiraan cuaca dan gelombang.
Nelayan juga diminta mempertimbangkan kondisi laut sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Dengan potensi gelombang tinggi yang masih berlangsung hingga pertengahan Agustus, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko korban maupun kerugian.
Pemantauan kondisi pesisir dan penyampaian informasi cuaca secara cepat juga diperlukan untuk menghadapi kemungkinan gelombang tinggi kembali terjadi.
BPBD Kebumen mengimbau masyarakat tidak hanya mengandalkan kondisi laut saat akan beraktivitas, tetapi juga memperhatikan prakiraan cuaca resmi.
Langkah antisipasi sejak awal diharapkan dapat mengurangi dampak gelombang tinggi terhadap warga dan aktivitas ekonomi di kawasan Pantai Selatan Kebumen. (*/stch/dda)
















