BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi mudik pada Lebaran 2026 terlihat dari penjualan tiket yang sangat baik.
Hingga H-10 menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Stasiun Cilacap telah mencatat penjualan tiket lebih dari 40 ribu.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto melaporkan bahwa dalam periode Angkutan Lebaran yang berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April 2026, total tiket yang terjual mencapai angka 40.416.
Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menyampaikan bahwa jumlah tiket yang terjual tersebut merupakan sekitar 54 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, yaitu sebanyak 74.404 kursi selama masa angkutan Lebaran.
“Masih tersedia cukup banyak tiket yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik menggunakan kereta api,” ungkap As’ad pada Kamis (12/3).
Ketersediaan tiket ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan mudik lebih awal.
As’ad juga mengimbau kepada para calon penumpang agar segera melakukan pemesanan tiket agar mendapatkan pilihan waktu dan tempat duduk yang diinginkan.
“Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun melalui mitra penjualan resmi lainnya,” tambahnya menegaskan pentingnya perencanaan.
Masyarakat pun diharapkan memanfaatkan berbagai layanan dan kemudahan yang ditawarkan oleh KAI demi kelancaran perjalanan mereka.
Berdasarkan data sementara yang diperoleh, puncak kedatangan penumpang di Stasiun Cilacap diprediksi akan terjadi pada tanggal 19 Maret, atau dua hari sebelum Lebaran, dengan estimasi lebih dari 660 orang penumpang yang akan tiba.
“Puncak kedatangan di Cilacap diprediksi akan terjadi pada tanggal 19 Maret mendatang,” lanjut As’ad menambahkan bahwa hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam merayakan Lebaran dengan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Sementara itu, untuk keberangkatan dari Stasiun Cilacap, puncak diperkirakan akan terjadi pada tanggal 23 Maret atau H+1 Lebaran dan tanggal 24 Maret atau H+2 Lebaran.
Diperkirakan sebanyak lebih dari 470 orang akan berangkat setiap harinya pada periode tersebut.
Dengan demikian, ketersediaan tempat duduk menjadi sangat penting untuk memenuhi tingginya permintaan perjalanan ini.
Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas bagi para penumpang, KAI juga menghadirkan program diskon tarif sebesar 30 persen untuk sejumlah perjalanan kereta api.
Diskon ini berlaku untuk periode keberangkatan antara tanggal 14 hingga 29 Maret 2026.
“Saat ini masih tersedia sekitar 24.286 tiket dengan tarif diskon di wilayah Daop 5 Purwokerto, termasuk di Cilacap,” pungkas As’ad.
Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik dengan biaya lebih terjangkau.
Dengan adanya diskon tersebut, masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik tanpa harus khawatir mengenai biaya transportasi yang tinggi.
Ketersediaan berbagai pilihan armada kereta api serta adanya program diskon tarif diharapkan dapat membantu masyarakat untuk merayakan Lebaran dengan nyaman dan aman.
KAI berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh penumpang agar pengalaman perjalanan mereka menjadi menyenangkan dan berkesan.
Melihat antusiasme tinggi dari masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi saat mudik tahun ini, KAI berupaya memastikan semua aspek dalam pelayanan berjalan lancar dan sesuai harapan.
Keberadaan fasilitas modern serta keamanan selama perjalanan menjadi prioritas utama demi kenyamanan seluruh pengguna jasa transportasi kereta api. (jul/stch/dda)
















