BANYUMASEKSPRES.ID, Pemerintah kembali menghadirkan program Beasiswa ADik 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi siswa dari wilayah tertentu di Indonesia. Program ini ditujukan bagi pelajar dari Papua, daerah 3T, hingga anak repatriasi yang ingin melanjutkan kuliah.
Beasiswa ADik merupakan singkatan dari Afirmasi Pendidikan Tinggi yang sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Program ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bentuk dukungan pemerataan pendidikan nasional.
Melalui program ini, pemerintah memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki keterbatasan akses pendidikan untuk menempuh kuliah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dengan demikian, lulusan dari wilayah terpencil tetap memiliki peluang yang sama untuk meraih pendidikan tinggi.
Selain membantu biaya kuliah, program Beasiswa ADik juga menjadi strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari wilayah pinggiran. Diharapkan penerima beasiswa nantinya dapat kembali membangun daerah asalnya setelah menyelesaikan pendidikan.
Jadwal Pendaftaran Beasiswa ADik 2026
Pendaftaran Beasiswa ADik 2026 dilakukan secara daring melalui sistem yang telah disediakan oleh pemerintah. Calon peserta diwajibkan membuat akun terlebih dahulu sebelum mengikuti proses seleksi.
Tahapan awal program ini dimulai dengan kegiatan sosialisasi kepada sekolah dan calon peserta. Sosialisasi tersebut berlangsung sejak Januari hingga Februari 2026.
Setelah tahap sosialisasi selesai, calon peserta dapat mengajukan permohonan pembuatan akun pendaftaran. Permohonan akun dibuka pada 18 Februari hingga 26 Februari 2026.
Peserta yang telah memiliki akun dapat langsung melakukan pendaftaran resmi pada sistem Beasiswa ADik. Tahap pendaftaran mulai dibuka pada 27 Februari 2026.
Untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP, pendaftaran dibuka hingga 27 Maret 2026. Hasil seleksi jalur ini dijadwalkan diumumkan pada 7 April 2026.
Sementara itu, peserta yang mengikuti jalur UTBK-SNBT memiliki waktu pendaftaran lebih panjang. Batas akhir pendaftaran jalur ini ditetapkan pada 22 Mei 2026.
Hasil seleksi Beasiswa ADik melalui jalur UTBK-SNBT akan diumumkan pada 17 Juni 2026. Peserta yang lolos seleksi selanjutnya akan mengikuti tahap verifikasi data dan administrasi.
Sasaran Program Beasiswa ADik
Beasiswa ADik 2026 ditujukan bagi beberapa kelompok siswa yang telah ditetapkan sebagai prioritas penerima. Salah satu kelompok utama adalah siswa Orang Asli Papua dari berbagai provinsi di wilayah Papua.
Selain itu, program ini juga menyasar pelajar dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau yang dikenal dengan istilah daerah 3T. Kelompok ini diprioritaskan karena masih memiliki keterbatasan dalam akses pendidikan tinggi.
Program ini juga memberikan kesempatan bagi peserta Afirmasi Pendidikan Menengah atau ADEM. Peserta ADEM biasanya merupakan siswa dari Papua yang menempuh pendidikan menengah di luar daerah asalnya.
Anak pekerja migran Indonesia juga termasuk dalam sasaran program ini. Mereka yang bersekolah di Sekolah Indonesia Luar Negeri dapat mengikuti seleksi Beasiswa ADik 2026.
Selain itu, anak repatriasi yang sebelumnya tinggal di luar negeri juga berhak mendaftar program ini. Kebijakan tersebut diberikan agar mereka tetap memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia.
Persyaratan Umum Pendaftaran
Calon peserta Beasiswa ADik 2026 harus merupakan warga negara Indonesia. Peserta harus berasal dari jenjang pendidikan SMA, SMK, atau sederajat.
Pendaftar juga harus merupakan siswa kelas akhir atau lulusan maksimal satu tahun sebelumnya. Ketentuan ini bertujuan agar program beasiswa tepat sasaran bagi lulusan baru.
Setiap peserta wajib melakukan pendaftaran melalui sistem resmi Beasiswa ADik. Dalam proses tersebut, peserta harus melengkapi data pribadi secara lengkap dan benar.
Data penting yang harus diisi antara lain Nomor Induk Kependudukan atau NIK. Peserta juga wajib mencantumkan Nomor Induk Siswa Nasional atau NISN.
Selain itu, peserta harus memasukkan Nomor Pokok Sekolah Nasional atau NPSN dari sekolah asal. Data tersebut diperlukan untuk proses verifikasi administrasi oleh penyelenggara program.
Calon penerima Beasiswa ADik juga diwajibkan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi. Seleksi tersebut dapat dilakukan melalui jalur SNBP, UTBK-SNBT, maupun seleksi mandiri kampus.
Selain persyaratan administrasi, peserta juga harus memenuhi standar akademik tertentu. Salah satu syarat utamanya adalah memiliki nilai rapor yang memadai selama masa sekolah.
Nilai rata-rata rapor minimal yang harus dimiliki peserta adalah 75 pada setiap semester. Ketentuan ini menjadi indikator dasar kemampuan akademik calon mahasiswa.
Selain nilai rata-rata umum, terdapat enam mata pelajaran utama yang menjadi perhatian dalam proses seleksi. Mata pelajaran tersebut disesuaikan dengan jurusan yang akan dipilih di perguruan tinggi.
Untuk siswa yang memilih jurusan IPA, mata pelajaran yang diperhitungkan meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Selain itu terdapat pula pelajaran Kimia, Fisika, dan Biologi.
Sementara itu, siswa yang memilih jurusan IPS akan dinilai dari mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Tiga mata pelajaran lainnya adalah Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi.
Nilai dari enam mata pelajaran tersebut akan menjadi dasar dalam proses pemeringkatan peserta. Hasil pemeringkatan kemudian digunakan untuk menentukan calon penerima beasiswa.
Calon peserta Beasiswa ADik tidak diperbolehkan menerima bantuan pendidikan lain yang bersumber dari APBN. Aturan ini diterapkan agar distribusi bantuan pendidikan dapat lebih merata.
Peserta yang lolos seleksi juga harus menandatangani perjanjian kinerja. Dokumen ini berisi komitmen untuk mengikuti seluruh ketentuan selama menjadi penerima beasiswa.
Selain itu, peserta juga harus menyertakan surat persetujuan dari orang tua atau wali. Surat tersebut menjadi bukti dukungan keluarga terhadap pendidikan peserta.
Peserta juga diwajibkan menuliskan deskripsi diri secara singkat menggunakan tulisan tangan. Dokumen tersebut kemudian diunggah ke dalam sistem pendaftaran.
Dalam proses pendaftaran, peserta diperbolehkan memilih dua perguruan tinggi tujuan. Pada masing-masing perguruan tinggi, peserta dapat memilih maksimal dua program studi.
Beasiswa ADik 2026 menjadi peluang besar bagi siswa dari Papua, daerah 3T, serta anak repatriasi yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Memahami jadwal, syarat, dan mekanisme pendaftaran sejak awal menjadi langkah penting agar tidak melewatkan kesempatan ini. (mdr)
















