Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
BMKG Ungkap Ajibarang Banyumas Dilintasi Sesar Aktif, Warga Diminta Waspada Potensi Gempa Bumi
40 Desa di Cilacap Bersiap Jadi Desa Wisata, Disparpora Gelar Bimtek Tata Kelola

40 Desa di Cilacap Bersiap Jadi Desa Wisata, Disparpora Gelar Bimtek Tata Kelola

40 Desa Bersiap Jadi Desa Wisata40 Desa Bersiap Jadi Desa Wisata
BIMTEK : Disbudparparekraf Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bimtek Tata Kelola Desa Wisata bagi 40 calon desa wisata yang digelar di Kampung Prapen, Desa Wisata Pesanggrahan

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap terus memperkuat sektor pariwisata dengan menyiapkan 40 calon desa wisata yang tersebar di berbagai kecamatan.

Sebagai langkah awal, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cilacap menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Desa Wisata guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan mempersiapkan desa-desa tersebut sebelum resmi ditetapkan sebagai desa wisata.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disparpora Kabupaten Cilacap, Ida Farida, menjelaskan bahwa antusiasme desa-desa di Kabupaten Cilacap untuk menjadi desa wisata sangat tinggi.

Dari 24 kecamatan yang ada, sebanyak 20 kecamatan mengajukan usulan calon desa wisata kepada pemerintah daerah.

Awalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hanya menargetkan fasilitasi untuk 30 desa wisata.

Namun, jumlah usulan yang masuk mencapai 40 desa.

Setelah dilakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi, seluruh usulan tersebut akhirnya tetap dapat difasilitasi dalam program pembinaan.

“Target awal hanya 30 desa, tetapi usulan yang masuk mencapai 40 desa. Setelah kami berkonsultasi dengan pemerintah provinsi, seluruh calon desa wisata tetap mendapatkan fasilitas pembinaan,” ujar Ida Farida, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan Bimtek Tata Kelola Desa Wisata dilaksanakan di Kampung Prapen, Desa Wisata Pesanggrahan, Kecamatan Kroya.

Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri atas kepala desa, perangkat desa, pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga pengelola desa wisata yang nantinya menjadi ujung tombak pengembangan destinasi wisata di masing-masing wilayah.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi mengenai tata kelola desa wisata yang profesional, penguatan sumber daya manusia, strategi pelayanan wisata, hingga pengelolaan destinasi yang mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Selain itu, Disparpora juga memberikan pembekalan mengenai cara menggali potensi daerah, melestarikan budaya lokal, serta mengembangkan kearifan lokal menjadi produk wisata yang memiliki nilai jual tinggi.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan desa wisata yang unik, kompetitif, dan memiliki daya tarik berbeda dibanding daerah lain.

Setelah seluruh proses pembekalan selesai, 40 desa tersebut akan memasuki tahapan pencanangan sebagai calon desa wisata.

Selanjutnya akan dilakukan proses evaluasi dan penilaian sebelum akhirnya ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Cilacap.

Ida Farida menjelaskan bahwa seluruh calon desa wisata ditargetkan dapat dicanangkan pada tahun 2026.

Namun apabila terdapat desa yang belum memenuhi kesiapan dari berbagai aspek, pencanangannya dapat dilanjutkan pada tahun 2027 sesuai dengan program pengembangan desa wisata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Saat ini Kabupaten Cilacap telah memiliki 19 desa wisata yang telah memperoleh SK Bupati.

Dengan bertambahnya 40 desa wisata baru, diharapkan jumlah destinasi wisata berbasis masyarakat di Cilacap akan meningkat secara signifikan sehingga mampu memperkuat daya saing sektor pariwisata daerah.

Disparpora Kabupaten Cilacap juga menegaskan bahwa pengembangan desa wisata ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Pemerintah juga mendorong penerapan konsep pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan kelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya lokal, serta memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga sekitar.

Selain itu, konsep wisata ramah muslim juga menjadi salah satu arah pengembangan desa wisata di Kabupaten Cilacap.

Konsep tersebut diharapkan mampu menjangkau pasar wisata yang lebih luas dengan tetap mengedepankan kenyamanan, kebersihan, keamanan, dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

Melalui program pembinaan ini, Pemerintah Kabupaten Cilacap optimistis desa wisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa.

Kehadiran destinasi wisata baru diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi alam Cilacap kepada wisatawan dari berbagai daerah.

Dengan dukungan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta partisipasi aktif masyarakat, pengembangan 40 calon desa wisata ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Kabupaten Cilacap sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
BMKG Ungkap Sesar Aktif di Ajibarang

BMKG Ungkap Ajibarang Banyumas Dilintasi Sesar Aktif, Warga Diminta Waspada Potensi Gempa Bumi