BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pembangunan SMP Negeri 10 Purwokerto yang dimulai sejak 2023 dipastikan rampung seluruhnya pada 2026.
Proyek pembangunan sekolah tersebut dilaksanakan secara bertahap hingga mencapai tahap keempat, yang menjadi tahap terakhir berupa penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) dan laboratorium.
Penyelesaian pembangunan tersebut menjadi kabar baik bagi pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Banyumas.
Setelah seluruh pekerjaan tahap IV selesai, tidak ada lagi pembangunan lanjutan SMP Negeri 10 Purwokerto yang direncanakan pada tahun depan.
Kasi Sarpras SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Fluid Meka Heriyanto, mengatakan pekerjaan tahap IV berupa pembangunan tambahan RKB dan laboratorium saat ini telah selesai.
“Tahun depan sudah tidak,” kata Fluid saat ditemui Radarmas, Kamis (27/8/2026).
Pembangunan SMP Negeri 10 Purwokerto dilakukan secara bertahap sejak 2023. Sekolah tersebut kemudian diresmikan pada awal 2024.
Pemerintah Kabupaten Banyumas mencukupkan keseluruhan pembangunan menjadi empat tahap.
Tahap keempat menjadi pekerjaan terakhir dalam rangkaian pembangunan SMP Negeri 10 Purwokerto.
Pekerjaan tersebut mencakup penambahan ruang kelas baru serta fasilitas laboratorium untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Dengan selesainya pekerjaan tersebut, pembangunan yang dibiayai melalui APBD Pemkab Banyumas dinyatakan telah selesai.
Tidak terdapat rencana pembangunan lanjutan untuk SMP Negeri 10 Purwokerto pada 2027.
Penyediaan ruang kelas dan laboratorium menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan satuan pendidikan.
Bertambahnya fasilitas diharapkan dapat menunjang aktivitas pembelajaran siswa sekaligus memberikan lingkungan belajar yang lebih memadai.
Fluid menjelaskan, pada 2026 pembangunan SMP negeri yang bersumber dari APBD induk Pemkab Banyumas hanya mencakup tiga paket pekerjaan.
Selain SMP Negeri 10 Purwokerto, dua pekerjaan lainnya berada di SMP Negeri 8 Purwokerto dan SMP Negeri 2 Rawalo.
Di SMP Negeri 8 Purwokerto, pekerjaan yang dilakukan berupa pembangunan laboratorium. Sementara di SMP Negeri 2 Rawalo, pembangunan diarahkan pada pembuatan talud.
“Tahun ini pembangunan SMP negeri yang bersumber dari APBD induk Pemkab Banyumas hanya mencakup tiga paket pekerjaan,” jelasnya.
Dari tiga paket pembangunan tersebut, pekerjaan di SMP Negeri 10 Purwokerto telah selesai.
Penyelesaian proyek ini menjadi bagian dari program pemerintah daerah dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan melalui anggaran daerah.
Selain pembangunan yang dibiayai APBD Kabupaten Banyumas, terdapat pula program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat.
Namun, mekanisme pelaksanaannya berbeda dengan paket pembangunan yang menggunakan APBD induk Pemkab Banyumas.
Fluid menyebut jumlah SMP negeri di Kabupaten Banyumas yang menerima program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026 masih perlu dipastikan.
Hal tersebut karena anggaran revitalisasi dari pemerintah pusat langsung disalurkan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) masing-masing sekolah.
Pelaksanaan revitalisasi tersebut dilakukan secara swakelola oleh P2SP. Dengan demikian, program tersebut tidak masuk dalam paket pembangunan SMP negeri yang secara langsung bersumber dari APBD induk Pemkab Banyumas.
“Revitalisasi dari pusat dilaksanakan swakelola oleh P2SP,” pungkas Fluid.
Sekolah yang pada 2026 telah menerima program revitalisasi dari pemerintah pusat juga tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan bantuan serupa pada tahun berikutnya.
Artinya, berakhirnya pembangunan SMP Negeri 10 Purwokerto melalui APBD tidak serta-merta berarti seluruh program peningkatan sarana pendidikan di Banyumas berhenti.
Rampungnya pembangunan tahap IV menandai berakhirnya rangkaian pembangunan SMP Negeri 10 Purwokerto yang berlangsung selama empat tahap.
Penambahan RKB dan laboratorium menjadi fasilitas terakhir yang dibangun dalam proyek tersebut.
Pembangunan bertahap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sarana sekolah sesuai dengan perencanaan dan kemampuan anggaran daerah.
Dengan selesainya seluruh tahapan, SMP Negeri 10 Purwokerto diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran.
Pemerintah Kabupaten Banyumas selanjutnya dapat mengarahkan anggaran pembangunan pendidikan ke sekolah lain yang masih membutuhkan peningkatan fasilitas.
Terlebih, selain pembangunan fisik melalui APBD, terdapat pula dukungan revitalisasi dari pemerintah pusat.
Dengan demikian, pembangunan SMP Negeri 10 Purwokerto yang dimulai sejak 2023 kini resmi tuntas pada 2026.
Tahap terakhir berupa tambahan ruang kelas baru dan laboratorium telah rampung, sehingga tidak ada pembangunan lanjutan yang direncanakan pada 2027. (yda/stch/dda)














