BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mencatat prestasi gemilang dengan menjadi satu-satunya bupati di Jawa Tengah yang menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Penghargaan ini diberikan atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam pemanfaatan data dan teknologi informasi pendidikan yang berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq MA, kepada Bupati Sadewo Tri Lastiono di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Senin malam, 15 Desember 2025.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. Joko Wiyono MSi, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah hasil dari kerja keras seluruh insan pendidikan di Banyumas.
“Prestasi ini menunjukkan komitmen tinggi Banyumas dalam memanfaatkan teknologi untuk memajukan pendidikan,” ujar Joko pada Rabu, 17 Desember 2025.
Pemanfaatan data dan teknologi informasi di Kabupaten Banyumas dinilai sangat efektif oleh Kemendikdasmen. Pemkab Banyumas menggunakan layanan backbone Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai basis data utama untuk menunjang berbagai layanan pendidikan.
“Dengan demikian, Banyumas mampu menjaga kualitas dan kelengkapan data pada berbagai layanan pendidikan,” terang Joko.
Data pendidikan yang dikumpulkan tidak hanya berfungsi untuk dokumentasi, tetapi juga digunakan secara efektif sebagai dasar perencanaan, penganggaran, monitoring, dan evaluasi program daerah.
Hal ini memastikan kebijakan pendidikan yang diambil menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Bupati Sadewo Tri Lastiono mengapresiasi prestasi yang diraih Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas ini.
Ia menekankan pentingnya data yang valid dan terintegrasi sebagai modal utama dalam mengambil kebijakan sehingga dapat tepat sasaran.
“Beberapa pemanfaatan data pendidikan di Banyumas termasuk Kartu Banyumas Pintar, program Patas atau Penanganan Anak Tidak Sekolah, pemerataan akses pendidikan, serta apresiasi prestasi pelaku pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut Sadewo menambahkan bahwa data tersebut juga dimanfaatkan dalam Portal Sikudaponimas (Sistem Informasi Kumpulan Data Pendidikan Online di Kabupaten Banyumas), sebuah platform yang memberikan akses informasi pendidikan secara mudah dan transparan bagi masyarakat.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas kerja panjang para pegiat pendidikan dalam membangun kebijakan berbasis data.
“Jangan melihat nilai yang kami berikan, tetapi apresiasi tulus kepada para pejuang pendidikan,” ungkapnya.
Menurut Fajar Riza Ul Haq penting sekali membangun literasi data mulai dari mencari hingga menganalisis data agar kebijakan pendidikan dapat dibangun di atas fondasi data yang kuat dan valid serta tepat sasaran.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan kebijakan pendidikan terletak pada penggunaan data yang tepat.
“Data harus dianalisis dengan benar agar kebijakan selaras dengan masalah dan tantangan masing-masing daerah,” tambahnya.
Selain penghargaan atas pemanfaatan data dan teknologi informasi, Kabupaten Banyumas juga meraih prestasi lain melalui tim guru SDN Sokaraja Kidul yang berjuluk Deadline Defenders Jadul.
Mereka berhasil meraih Juara 3 Kategori Jenjang SD/Sederajat dalam ajang Hackathon Rumah Pendidikan 2025 dengan mengembangkan game edukasi interaktif berbasis web.
Joko Wiyono menjelaskan bahwa tim tersebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti Google Gemini.ai dan Canva Code untuk merancang game edukatif sebagai sumber belajar adaptif.
“Game ini kompatibel dengan teknologi modern seperti Interactive Flat Panel (IFP) mendukung ekosistem digital Rumah Pendidikan,” jelas Joko.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Banyumas untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Kedua capaian ini merupakan kerja keras semua pihak terkait Bupati Banyumas Pak Dewo terus berkomitmen memberikan dukungan penuh untuk memperkuat posisi Kabupaten Banyumas sebagai daerah berprestasi dalam transformasi digital pendidikan nasional,” pungkas Joko.
Dengan pencapaian-pencapaian tersebut Kabupaten Banyumas semakin menunjukkan posisinya sebagai pelopor dalam transformasi digital bidang pendidikan di tingkat nasional maupun regional Jawa Tengah.
Konsistensi dalam pemanfaatan data tidak hanya membawa manfaat bagi dunia pendidikan tetapi juga membuka peluang baru bagi inovasi-inovasi lainnya di masa depan. (dis/stch)
















