Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Polres Purbalingga Kerahkan Anjing Pelacak K9 untuk Cari Lansia Hilang di Hutan Karangmoncol
Jembatan Kereta Api Berusia Lebih dari 100 Tahun di Banjarnegara Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Jembatan Kereta Api Berusia Lebih dari 100 Tahun di Banjarnegara Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Jembatan SDS Dikaji Jadi Cagar BudayaJembatan SDS Dikaji Jadi Cagar Budaya
MELINTAS: Pengendara motor siap melewati baawah jembatan kereta api yang diusulkan jadi cagar budaya

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Salah satu peninggalan bersejarah jalur kereta api di Kabupaten Banjarnegara kini mendapat perhatian serius dari pemerhati sejarah dan pelestarian budaya.

Sebuah jembatan besi peninggalan Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) yang berada di Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, tengah dikaji untuk diusulkan sebagai cagar budaya karena usianya telah melampaui 100 tahun.

Jembatan tersebut menjadi salah satu saksi bisu perkembangan transportasi kereta api di Banjarnegara pada masa kolonial.

Meski rel dan bantalan kereta telah lama hilang, struktur utama berbahan baja masih berdiri kokoh dan dinilai memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Kajian terhadap bangunan bersejarah itu dilakukan oleh Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI) bersama Komunitas Brotherhood of Rompi Orange melalui Program Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya Dana Indonesia Raya yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, kondisi konstruksi utama jembatan masih relatif baik meskipun seluruh rel dan bantalan kereta api yang dahulu melintasi jalur tersebut sudah tidak ditemukan lagi.

Ketua Umum YSMI, Heni Purwono, mengatakan bahwa jembatan itu merupakan bagian penting dari jaringan transportasi milik Serajoedal Stoomtram Maatschappij, perusahaan trem uap yang dahulu mengoperasikan jalur kereta api di wilayah Banjarnegara hingga Wonosobo.

“Usianya sudah lebih dari seratus tahun. Satu jembatan lain di kawasan depan SPBU Prigi sudah lebih dulu dibongkar. Kami berharap jembatan yang masih tersisa ini dapat segera memperoleh status cagar budaya agar keberadaannya terlindungi,” ujar Heni, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, penetapan status cagar budaya menjadi langkah penting untuk memastikan bangunan bersejarah tersebut mendapatkan perlindungan hukum.

Selain menjaga fisik bangunan, upaya tersebut juga bertujuan melestarikan jejak perkembangan transportasi dan sejarah Kabupaten Banjarnegara.

Heni menilai keberadaan jembatan tua tersebut memiliki nilai edukasi yang besar bagi generasi muda.

Bangunan itu menjadi bukti nyata bahwa Banjarnegara pernah menjadi bagian dari jaringan transportasi kereta api yang memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat pada masanya.

Dukungan terhadap pelestarian jembatan juga datang dari Komunitas Brotherhood of Rompi Orange.

Perwakilan komunitas, Ade Hermanto, mengatakan bahwa keberadaan jembatan besi tersebut merupakan identitas sejarah yang layak dipertahankan.

“Kami melihat sendiri bagaimana jejak-jejak kereta api perlahan menghilang. Kondisi jembatan ini masih cukup baik, tetapi relnya sudah tidak ada. Padahal, keberadaan jembatan seperti ini bisa menjadi penanda sejarah sekaligus identitas daerah,” ungkap Ade.

Ia berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan perhatian lebih terhadap berbagai peninggalan sejarah yang masih tersisa agar tidak mengalami nasib serupa dengan bangunan lain yang telah lebih dulu dibongkar.

Melalui program kajian yang sedang berlangsung, YSMI akan menyusun dokumen akademik sebagai dasar pengajuan penetapan jembatan tersebut menjadi cagar budaya.

Dokumen itu nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam proses penetapan resmi.

Apabila memperoleh status cagar budaya, jembatan peninggalan Serajoedal Stoomtram Maatschappij akan memiliki perlindungan hukum sehingga terhindar dari risiko kerusakan, alih fungsi, maupun pembongkaran.

Pelestarian jembatan berusia lebih dari satu abad ini diharapkan tidak hanya menjaga warisan sejarah Banjarnegara, tetapi juga membuka peluang pengembangan wisata sejarah dan edukasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkenalkan kembali jejak kejayaan jalur kereta api di wilayah tersebut kepada generasi mendatang. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Seminggu Hilang, Lansia Belum Ditemukan

Polres Purbalingga Kerahkan Anjing Pelacak K9 untuk Cari Lansia Hilang di Hutan Karangmoncol