BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mulai merealisasikan program peningkatan infrastruktur di kawasan Pasar Segamas. Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Purbalingga, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp95 juta untuk memperbaiki sistem drainase serta fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di lingkungan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Purbalingga tersebut.
Pekerjaan fisik resmi dimulai pada Selasa, 7 Juli 2026, dengan target penyelesaian selama 40 hari kalender.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh pihak ketiga berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah diterbitkan.
Perbaikan difokuskan pada drainase sisi utara Pasar Segamas yang selama ini mengalami sedimentasi cukup tinggi.
Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal dan berpotensi menimbulkan genangan ketika curah hujan meningkat.
Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dindagkop UKM Kabupaten Purbalingga, Edy Suwarno, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di Pasar Segamas.
“Nilai anggarannya sebesar Rp95 juta. Anggaran ini bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang tersedia di Bidang Sarana Distribusi Perdagangan,” ujarnya.
Menurut Edy, berdasarkan hasil kajian dan perencanaan yang dilakukan konsultan, dana tersebut diprioritaskan untuk memperbaiki infrastruktur di sisi utara pasar.
Selain merehabilitasi fasilitas MCK, proyek juga mencakup pembangunan dinding serta lantai drainase sepanjang kurang lebih 50 meter.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air sehingga permasalahan genangan yang selama ini dikeluhkan pedagang dapat diminimalkan.
Sementara itu, untuk drainase sisi selatan Pasar Segamas, pemerintah melakukan penanganan melalui pengerukan sedimentasi.
Cara ini dipilih agar saluran air kembali berfungsi optimal tanpa harus melakukan pembangunan ulang.
“Optimalisasi anggaran Rp95 juta saat ini kami fokuskan untuk perbaikan di sisi utara pasar, sedangkan sisi selatan dilakukan pengerukan sedimentasi,” jelas Edy.
Perbaikan infrastruktur pasar ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam menjaga kualitas sarana perdagangan rakyat.
Infrastruktur yang memadai dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Sebelum proyek dimulai, Dindagkop UKM juga telah menggelar sosialisasi kepada para pedagang Pasar Segamas.
Sosialisasi dilakukan agar para pedagang mengetahui tahapan pekerjaan serta dapat menyesuaikan aktivitas usahanya selama proses pembangunan berlangsung.
Pemerintah berharap proses pembangunan tidak mengganggu aktivitas jual beli secara signifikan.
Oleh karena itu, koordinasi dengan pengelola pasar dan para pedagang terus dilakukan selama masa pengerjaan.
Selain itu, Dindagkop UKM juga mengajak seluruh pedagang untuk ikut mengawasi pelaksanaan proyek agar pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi, selesai tepat waktu, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dengan adanya rehabilitasi drainase dan MCK ini, kondisi lingkungan Pasar Segamas diharapkan menjadi lebih baik.
Saluran air yang lancar akan mengurangi risiko genangan saat musim hujan, sementara fasilitas sanitasi yang lebih layak akan meningkatkan kenyamanan serta kebersihan pasar.
Perbaikan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui penyediaan sarana perdagangan yang lebih representatif.
Apabila seluruh pekerjaan selesai sesuai target, Pasar Segamas diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih nyaman bagi pedagang maupun konsumen, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat perdagangan utama di Kabupaten Purbalingga. (alw/stch/dda)
















