Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BYD Nilai Insentif PPN DTP Bisa Percepat Transisi Energi di Indonesia

BYD Siap Dukung Transisi Energi NasionalBYD Siap Dukung Transisi Energi Nasional
PAMERAN: Mobil BYD Atto 3 banyak diminati di Indonesia

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – BYD Indonesia merespons positif langkah pemerintah yang berencana memberikan subsidi untuk pembelian mobil listrik melalui diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah atau PPN DTP.

Kebijakan ini dirancang untuk mendorong transisi menuju penggunaan kendaraan ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Besaran insentif PPN DTP ini akan dipertimbangkan berdasarkan kandungan nikel dalam baterai mobil listrik.

Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan industri otomotif nasional yang berkelanjutan dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Namun, program ini secara tegas hanya akan berlaku untuk mobil listrik berbasis baterai dan tidak mencakup kendaraan hibrida.

Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations BYD Indonesia, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan komentar lebih jauh mengenai rincian rencana tersebut.

Meskipun demikian, Luther menegaskan bahwa mereka menyambut baik inisiatif itu jika benar diterapkan di Tanah Air.

Ia mengatakan, “Tapi saya percaya intensi pemerintah adalah mendukung percepatan transisi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap subsidi bahan bakar.”

Pernyataan tersebut menunjukkan keprihatinan yang berkembang di kalangan produsen otomotif mengenai situasi global saat ini yang semakin kompleks.

Luther menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan berbasis bahan bakar fosil, sebagai upaya mendukung kebijakan lingkungan dan keberlanjutan.

Dalam konteks ini, baik baterai nikel maupun lithium ferro phosphate (LFP) memiliki peran penting dalam agenda elektrifikasi nasional.

Namun demikian, Luther juga mengungkapkan bahwa ia tidak dapat berasumsi mengenai kemungkinan BYD beralih menggunakan baterai nickel manganese cobalt (NMC), meskipun ada potensi insentif yang lebih besar bagi kendaraan listrik berbasis nikel.

“Strategi BYD adalah strategi jangka panjang. Policy merupakan salah satu dinamika market dan kami berharap kebijakan ini bisa menjadi booster terhadap penjualan kendaraan listrik,” tambah Luther.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap proaktif perusahaan dalam menghadapi perubahan pasar dan kebijakan yang ada.

Lebih lanjut, Luther menjelaskan bahwa rencana pemberian tambahan insentif dari pemerintah adalah sinyal positif yang menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan selama ini cukup efektif dalam mempercepat penetrasi kendaraan listrik di pasar domestik.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah melalui insentif ini, diharapkan masyarakat akan lebih terdorong untuk beralih ke pilihan transportasi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
41 KDMP Mulai Beroperasi

41 Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Banyumas

Berita Selanjutnya
Jadi Buruan Wisatawan Pemburu Sunrise

Menikmati Sunrise Gunung Kelir: Bukit Ramah Pendaki di Kutabawa Purbalingga