BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sebanyak 41 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Banyumas resmi beroperasi, menandai langkah penting dalam pengembangan perekonomian lokal.
Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi desa, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok hingga pengembangan usaha masyarakat yang berbasis potensi lokal.
Peresmian serentak ini berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026, bersama dengan 1.061 KDKMP yang tersebar di seluruh Indonesia.
Untuk wilayah Banyumas, acara peresmian pusatnya diadakan di KDKMP Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor.
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Inf Lukman Hakim selaku Danrem 071/Wijayakusuma, menyampaikan bahwa seluruh koperasi yang telah diresmikan di Banyumas kini tengah menjalankan aktivitas mereka secara bertahap.
Dia menegaskan pentingnya percepatan pembangunan agar seluruh fasilitas koperasi dapat selesai tepat waktu dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Khusus wilayah Banyumas ada 41 titik yang diresmikan untuk mulai beroperasi,” jelas Lukman Hakim.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong percepatan pembangunan koperasi agar dapat rampung sesuai target pada akhir Juli 2026.
Dengan kesiapan tersebut, keberadaan koperasi diprediksi akan langsung memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.
Salah satu contoh nyata adalah KDKMP Desa Kaliori yang telah membuka layanan supermarket untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
Meski baru memulai unit supermarketnya, koperasi ini sudah menarik perhatian warga sekitar.
Salamah (60), salah satu warga Kaliori, mengungkapkan bahwa dia akan lebih tertarik untuk berbelanja di koperasi jika harga-harga kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan dengan toko biasa.
“Saya biasa belanja di warung-warung kecil. Kalau ada yang menarik dan murah ya beli di sini,” ungkapnya.
Harapannya adalah bahwa keberadaan koperasi bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat kecil dengan menawarkan harga yang lebih terjangkau sebagai daya tarik utama.
“Harapannya yang jelas kalau di sini lebih murah,” tambah Salamah dengan penuh harapan akan keberadaan koperasi tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa harga produk dan aksesibilitas menjadi faktor kunci dalam menarik minat warga untuk berbelanja di koperasi desa.
Joko Wasisno, bidang keanggotaan dari KDKMP Kaliori, menjelaskan bahwa saat ini koperasi baru menjalankan unit supermarket dan beberapa layanan lainnya seperti klinik, apotek, serta simpan pinjam masih dalam tahap persiapan.
“Sementara ini yang baru siap supermarketnya. Untuk layanan kesehatan seperti klinik dan apotek masih dalam proses persiapan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar menyediakan kebutuhan pokok, KDKMP juga direncanakan untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal desa.
Salah satu rencana tersebut adalah pengolahan hasil pertanian seperti ubi ungu dan komoditas unggulan lainnya yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi keanggotaan, saat ini KDKMP Kaliori sudah memiliki lebih dari 100 anggota. Warga yang ingin bergabung dikenakan simpanan pokok sebesar Rp50 ribu dan simpanan wajib Rp10 ribu setiap bulan.
“Kalau bisa semua warga ikut menjadi anggota. Tapi masyarakat sekarang masih melihat dulu prospek ke depannya bagaimana,” imbuh Joko.
Menanggapi peluncuran koperasi ini, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan optimisme bahwa KDKMP dapat berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi desa apabila dikelola secara profesional.
Menurutnya, koperasi desa memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui berbagai langkah strategis dan program-program inovatif.
“KDMP agar dapat menjadi motor penggerak dan ke depan dijalankan secara profesional,” tegas Bupati Sadewo.
Dengan dilengkapi berbagai layanan mulai dari toko kebutuhan pokok hingga pengembangan usaha berbasis potensi desa, KDKMP diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di pedesaan. (zet/stch/dda)
















