BANYUMASEKSPRES.ID, Bantuan sosial (bansos) dari pemerintah lewat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali cair pada September 2025.
Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), karena pencairan kali ini dilengkapi dengan tambahan penebalan bansos yang nilainya cukup besar.
Tambahan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai Rp400 ribu yang disalurkan bersamaan dengan penyaluran bansos PKH-BPNT tahap 3 di akhir September.
Tujuan penebalan ini adalah membantu keluarga yang masih dalam proses peralihan dari sistem kartu pos ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Dana tambahan Rp400 ribu juga dicairkan bagi mereka yang seharusnya menerima penebalan di tahap 2 tetapi belum sempat cair, sehingga pencairannya digabung di tahap 3.
Termasuk juga untuk penerima yang baru mendapatkan kartu KKS atau masih menunggu distribusi kartu. Dengan begitu, pencairannya dilakukan sekaligus pada tahap 2 dan 3.
Namun perlu digarisbawahi, bila BPNT tahap 3 sudah dicairkan, maka tidak ada lagi tambahan uang Rp400 ribu ini.
Jadi, bantuan ini hanya berlaku untuk KPM yang masuk kriteria peralihan atau belum menerima penebalan sebelumnya. Selain bantuan tunai, ada juga penebalan bansos dalam bentuk non-tunai berupa bahan pangan.

KPM akan menerima beras 10 kilogram per bulan selama empat bulan, yaitu September, Oktober, November, dan Desember. Jika dihitung total, bantuan beras mencapai 40 kilogram untuk setiap keluarga penerima.
Tak hanya beras, pemerintah juga menyalurkan minyak goreng sebanyak 2 liter. Minyak goreng ini dibagikan bersamaan dengan paket beras bulanan.
Bantuan pangan tersebut ditujukan khusus bagi KPM yang masih tercatat sebagai penerima PKH dan BPNT.
Secara keseluruhan, penebalan bansos September 2025 hadir dalam dua bentuk. Pertama, uang tunai Rp400 ribu yang hanya cair bagi penerima sesuai ketentuan.
Kedua, paket pangan berupa beras 40 kilogram untuk empat bulan serta tambahan minyak goreng 2 liter.
Untuk proses pencairan bansos PKH dan BPNT 2025, penerima bisa langsung menarik uang di ATM bank penyalur. Caranya cukup mudah. Masukkan kartu ATM, pilih bahasa, lalu ketik PIN.
Setelah itu, pilih menu tarik tunai, tentukan nominal sesuai saldo, lalu pilih sumber dana tabungan. Uang akan keluar otomatis setelah proses selesai.
Selain ditarik tunai, dana bansos ini juga bisa digunakan langsung melalui QRIS memakai aplikasi mobile banking bank penyalur.
Dengan begitu, penerima tidak selalu harus mengambil uang tunai, melainkan bisa dipakai untuk belanja secara non-tunai.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan status penerimaan bansos, pengecekan bisa dilakukan secara online melalui situs resmi Kemensos.
Caranya cukup memasukkan data wilayah mulai dari provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Selanjutnya, masukkan nama penerima manfaat sesuai KTP, lalu ketik huruf kode captcha yang tertera di layar.
Setelah menekan tombol “Cari Data”, sistem akan menampilkan apakah nama tersebut terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak sesuai wilayah yang dipilih.
Dengan mekanisme ini, masyarakat bisa memantau langsung status penerimaan bansos PKH maupun BPNT September 2025 tanpa harus menunggu informasi dari pihak lain. (vip)
















