Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Aplikasi Cek Bansos Yang Bisa Segera Diunduh dan Pantau
Cegah Ginjal Rusak Dengan Kebiasaan Minum Air Putih Sesuai Anjuran Dokter

Cegah Ginjal Rusak Dengan Kebiasaan Minum Air Putih Sesuai Anjuran Dokter

Tanda Kesehatan Ginjal Dari Pola Minum Air PutihTanda Kesehatan Ginjal Dari Pola Minum Air Putih

BANYUMASEKSPRES.ID, Menjaga asupan cairan menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan tubuh, termasuk fungsi ginjal.

Organ ini memiliki peran penting dalam menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme, serta membantu menjaga keseimbangan cairan dan mineral di dalam tubuh.

Ginjal bekerja menyaring darah dalam jumlah besar setiap hari dan menghasilkan urine sebagai salah satu cara tubuh mengeluarkan limbah serta cairan berlebih.

Karena itu, kebutuhan cairan yang tercukupi dapat membantu tubuh menjalankan fungsi tersebut dengan baik. Namun, kebutuhan minum setiap orang tidak selalu sama.

Usia, kondisi kesehatan, tingkat aktivitas, suhu lingkungan, hingga jumlah cairan yang hilang melalui keringat dapat memengaruhi kebutuhan harian seseorang.

Meminum Air Putih

Lantas, berapa takaran air putih yang ideal untuk membantu menjaga kesehatan ginjal?

Mengapa Air Putih Penting untuk Kesehatan Ginjal?

Asupan cairan yang cukup membantu tubuh menghasilkan urine dan membuang sejumlah zat sisa melalui saluran kemih.

Hidrasi yang baik juga membantu menjaga konsentrasi zat seperti urea, natrium, dan mineral lainnya agar tidak terlalu tinggi. Kekurangan cairan dalam waktu singkat dapat menyebabkan dehidrasi.

Sementara itu, dehidrasi terjadi berulang atau berlangsung dalam waktu lama berpotensi memberikan dampak buruk terhadap kesehatan tubuh, termasuk meningkatkan risiko gangguan pada saluran kemih.

Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Pringgodigdo Nugroho, pernah menjelaskan bahwa kebiasaan jarang minum air putih tidak serta-merta menyebabkan gagal ginjal secara langsung.

Meski demikian, kekurangan cairan kronis dapat berkontribusi terhadap berbagai kondisi yang pada akhirnya memengaruhi fungsi ginjal.

Salah satu risikonya adalah terbentuknya batu ginjal. Ketika tubuh kekurangan cairan, urine dapat menjadi lebih pekat sehingga konsentrasi mineral dan zat pembentuk batu meningkat.

Kondisi tersebut dapat mempermudah terbentuknya kristal di saluran kemih. Dehidrasi juga dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko infeksi saluran kemih pada kondisi tertentu.

Apabila masalah kesehatan terjadi berulang dan tidak ditangani dengan baik, fungsi ginjal dapat terdampak secara bertahap.

Oleh sebab itu, kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebiasaan hidup sehat. Selain itu, inilah 4 kebiasaan yang perlu dihindari untuk kesehatan fungsi ginjal di pagi hari.

Meski begitu, minum air putih bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan ginjal karena pola makan, tekanan darah, kadar gula darah, dan kondisi medis lainnya juga berperan penting.

Berapa Liter Air Putih yang Dibutuhkan dalam Sehari?

Tidak ada satu angka yang benar-benar berlaku untuk seluruh orang. Kebutuhan cairan dapat berbeda berdasarkan kondisi tubuh dan aktivitas sehari-hari.

Secara umum, kebutuhan total cairan harian orang dewasa sering diperkirakan sekitar 3,7 liter untuk pria dan 2,7 liter untuk wanita. Angka tersebut mencakup seluruh sumber cairan, bukan hanya air putih.

Cairan juga dapat diperoleh dari makanan dan minuman lain, termasuk buah-buahan, sayuran, sup, teh, maupun minuman lainnya. Karena itu, kebutuhan air putih yang diminum secara langsung dapat berbeda pada setiap orang.

Sebagai gambaran sederhana, banyak orang dewasa menggunakan patokan sekitar delapan gelas atau kurang lebih 2 liter air putih per hari.

Namun, kebutuhan tersebut bisa meningkat ketika seseorang banyak berkeringat, berolahraga, berada di lingkungan panas, atau sedang kehilangan cairan akibat kondisi tertentu.

Sebaliknya, orang dengan penyakit ginjal, gangguan jantung, atau kondisi medis tertentu mungkin memiliki batasan asupan cairan. Dalam kondisi seperti ini, jumlah minum sebaiknya mengikuti anjuran dokter.

Warna Urine Bisa Menjadi Salah Satu Petunjuk Hidrasi

Selain memperhatikan rasa haus, warna urine dapat menjadi salah satu indikator sederhana untuk melihat kondisi hidrasi tubuh.

Urine Kuning Muda hingga Jernih

Warna kuning muda umumnya menunjukkan tubuh memiliki asupan cairan yang cukup. Namun, urine yang benar-benar bening sepanjang waktu juga tidak berarti harus terus meningkatkan konsumsi air.

Urine Kuning Pekat

Warna urine yang lebih gelap dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan, terutama jika disertai rasa haus.

Meski demikian, warna urine juga dapat dipengaruhi oleh makanan, suplemen, dan obat-obatan tertentu.

Urine Merah atau Cokelat

Urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat tua sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan adanya darah dalam urine atau masalah kesehatan lain. Batu ginjal dan infeksi saluran kemih dapat menjadi salah satu penyebab perubahan warna urine.

Dalam beberapa kasus, perubahan warna yang tidak biasa juga memerlukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.

Waspadai Dehidrasi dan Minum Air Berlebihan

Mencukupi cairan bukan berarti seseorang harus minum sebanyak mungkin. Tubuh juga dapat mengalami masalah apabila mengonsumsi air secara berlebihan dalam waktu tertentu.

Dehidrasi dapat terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Kondisi ini dapat dipicu oleh cuaca panas, aktivitas berat, demam, muntah, atau diare.

Di sisi lain, overhidrasi terjadi ketika jumlah cairan di dalam tubuh berlebihan. Dalam kondisi tertentu, konsumsi air yang sangat banyak dapat mengencerkan kadar natrium dalam darah dan memicu hiponatremia.

Karena itu, menjaga kesehatan ginjal sebaiknya dilakukan dengan pola yang seimbang. Minumlah air secara cukup sesuai kebutuhan tubuh, tingkat aktivitas, dan kondisi lingkungan.

Bagi kebanyakan orang sehat, sekitar 2 liter air putih per hari dapat menjadi gambaran umum, tetapi bukan aturan mutlak.

Dengarkan sinyal tubuh, perhatikan kondisi urine, dan konsultasikan dengan tenaga medis apabila mengalami gangguan kesehatan atau perubahan urine yang menetap. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Aplikasi Bansos Untuk Pantau Setiap Bulan

Aplikasi Cek Bansos Yang Bisa Segera Diunduh dan Pantau