BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang perayaan Idul Adha, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga melaksanakan program vaksinasi yang gencar.
Hingga awal April 2026, sebanyak 2.500 dosis vaksin telah berhasil disuntikkan kepada hewan ternak, dari total target yang ditetapkan sebanyak 7.500 dosis.
Kepala Bidang Perlindungan Pertanian DPPP Purbalingga, Edy Setyanta, menjelaskan bahwa tambahan 1.000 dosis vaksin telah didistribusikan pada pekan sebelumnya untuk mempercepat proses vaksinasi.
“Jumlah vaksin yang telah disuntikkan hingga awal April mencapai 2.500 dosis. Minggu lalu kami juga sudah melakukan dropping lagi sebanyak 1.000 dosis dan saat ini proses vaksinasi PMK sedang berlangsung di lapangan,” ungkap Edy Setyanta dalam keterangannya pada Jumat, 17 April 2026.
Dari total target yang ditetapkan tersebut, pelaksanaan vaksinasi dibagi menjadi dua periode, yaitu periode pertama dari Januari hingga Juni dan periode kedua dari Juli hingga November 2026.
Saat ini, capaian vaksinasi yang telah dilakukan sudah mencapai sekitar separuh dari kebutuhan untuk periode pertama, yang menunjukkan kemajuan positif dalam upaya perlindungan kesehatan hewan ternak di kawasan tersebut.
Edy menambahkan bahwa pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara intensif oleh tim dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskeswan.
Fokus utama dari vaksinasi tahap awal ini adalah untuk memberikan perlindungan maksimal pada ternak sebelum musim kurban tiba.
Dengan demikian, langkah ini diharapkan dapat menjaga kesehatan hewan hingga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi momen penting bagi masyarakat dalam berkurban.
“Kami berharap dengan vaksinasi pasca Idul Fitri ini, hewan ternak akan memiliki kekebalan yang cukup sampai Hari Raya Idul Adha,” jelasnya.
Namun demikian, vaksinasi bukan satu-satunya langkah yang diambil oleh DPPP dalam menanggulangi penyebaran PMK di wilayah Purbalingga.
Selain melakukan vaksinasi, mereka juga melaksanakan program pengobatan massal serta penyemprotan disinfektan di kandang ternak milik warga lokal.
Langkah-langkah ini merupakan upaya tambahan untuk menekan penyebaran PMK agar tidak meluas dan berdampak negatif terhadap sektor peternakan.
Penyakit Mulut dan Kuku adalah penyakit menular yang sangat berbahaya bagi hewan ternak seperti sapi dan kambing.
Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian besar bagi peternak jika tidak ditangani dengan baik, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Idul Adha ketika permintaan akan hewan kurban meningkat tajam.
Dengan adanya program vaksinasi ini, DPPP berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak mereka.
Melalui sosialisasi dan edukasi kepada para peternak mengenai dampak negatif PMK serta cara pencegahannya, diharapkan para peternak bisa lebih proaktif dalam menjaga kesehatan hewan mereka.
Edy Setyanta menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para peternak dalam menghadapi ancaman penyakit ini.
“Kami memerlukan dukungan semua pihak agar program vaksinasi dan pencegahan dapat berjalan lancar,” tuturnya.
Penting untuk dicatat bahwa keberhasilan program vaksinasi sangat tergantung pada partisipasi aktif dari masyarakat peternakan itu sendiri.
Oleh karena itu, DPPP mengajak seluruh pemilik ternak untuk membawa hewan mereka ke lokasi-lokasi yang sudah ditentukan untuk mendapatkan vaksin secara gratis.
Program vaksinasi PMK di Kabupaten Purbalingga merupakan bagian dari upaya nasional dalam penanggulangan penyakit hewan menular tersebut.
Dengan adanya target yang jelas yaitu menyuntikkan total 7.500 dosis sebelum Idul Adha, harapannya adalah agar momen kurban kali ini bisa berlangsung tanpa adanya gangguan kesehatan pada hewan ternak. (alw/stch/dda)
















