BANYUMASEKSPRES.ID, Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 akan segera dibuka mulai 3 Februari 2026 dan menjadi salah satu jalur yang paling dinantikan calon mahasiswa.
Bagi yang berencana melanjutkan studi ke Universitas Brawijaya (UB), informasi daya tampung tiap program studi menjadi hal penting yang wajib dicermati sejak awal.
Pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Universitas Brawijaya tercatat mengalami peningkatan daya tampung dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada 2025 UB menyediakan kuota untuk 18.855 mahasiswa baru, maka pada 2026 jumlah tersebut naik menjadi 18.970 mahasiswa.
Meski demikian, khusus jalur SNBP 2026, daya tampung yang disediakan Universitas Brawijaya masih lebih sedikit dibandingkan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Melalui jalur SNBP 2026, Universitas Brawijaya membuka peluang masuk bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang jurusan. Fakultas Hukum, misalnya, menyediakan kuota 140 kursi untuk program studi Ilmu Hukum.
Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, daya tampung tersebar di beberapa prodi unggulan seperti S1 Akuntansi sebanyak 97 kursi, S1 Manajemen 75 kursi, S1 Ekonomi Pembangunan 35 kursi, S1 Ekonomi Islam 31 kursi, S1 Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan 47 kursi, serta S1 Kewirausahaan dengan 21 kursi.
Fakultas Ilmu Administrasi juga menjadi salah satu favorit dengan kuota yang cukup beragam. Program studi Administrasi Bisnis membuka 93 kursi, Administrasi Publik 82 kursi, Perpajakan 55 kursi, Pariwisata 33 kursi, serta Administrasi Pendidikan dan Ilmu Perpustakaan yang masing-masing menyediakan 22 kursi.
Di bidang pertanian dan peternakan, Universitas Brawijaya menawarkan daya tampung besar. Program studi Agroteknologi menyediakan 179 kursi, Agribisnis 104 kursi, serta beberapa program PSDKU Kediri dengan kuota 42 kursi.
Untuk rumpun peternakan, S1 Peternakan membuka 159 kursi, Peternakan PSDKU Kediri 42 kursi, dan Industri Peternakan Cerdas 24 kursi.
Fakultas Teknik UB tetap menjadi incaran dengan daya tampung yang relatif merata, mulai dari Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Mesin, hingga Teknik Sipil yang masing-masing menyediakan kisaran 30 hingga 44 kursi.
Program Arsitektur serta Perencanaan Wilayah dan Kota juga menyediakan masing-masing 37 kursi.
Untuk bidang kesehatan, Fakultas Kedokteran membuka kuota terbatas dengan S1 Kedokteran dan S1 Farmasi masing-masing 36 kursi, serta Kebidanan 31 kursi.
Fakultas Kedokteran Hewan menyediakan 48 kursi, sementara Fakultas Kedokteran Gigi membuka 33 kursi pada SNBP 2026.
Di Fakultas Ilmu Komputer, persaingan juga diprediksi ketat karena beberapa prodi favorit seperti Teknik Informatika dan Sistem Informasi masing-masing hanya menyediakan 56 kursi.
Teknologi Informasi dan Teknik Komputer membuka 40 kursi, sedangkan Pendidikan Teknologi Informasi menyediakan 36 kursi.
Sementara itu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menawarkan kuota cukup besar untuk Psikologi sebanyak 58 kursi, Ilmu Komunikasi 56 kursi, Hubungan Internasional 50 kursi, serta prodi lainnya dengan kisaran 36 hingga 42 kursi.
Fakultas Ilmu Budaya pun membuka peluang melalui berbagai prodi bahasa dan sastra, dengan Sastra Inggris menyediakan 60 kursi sebagai yang terbesar di fakultas tersebut.
Selain itu, Universitas Brawijaya juga membuka jalur SNBP 2026 untuk program vokasi. Beberapa di antaranya adalah D3 Administrasi Bisnis dengan 79 kursi, D3 Teknologi Informasi 78 kursi, D3 Keuangan dan Perbankan 75 kursi, serta D4 Manajemen Perhotelan dan D4 Desain Grafis.
Untuk bisa mendaftar SNBP 2026, siswa harus merupakan peserta didik aktif kelas terakhir SMA, SMK, atau MA tahun 2026, memiliki NISN, prestasi akademik yang unggul, memenuhi syarat prodi tujuan, serta memiliki nilai Tes Kemampuan Akademik.
Jadwal penting SNBP 2026 juga perlu diperhatikan, mulai dari pengumuman kuota sekolah pada 29 Desember 2025 hingga pengumuman hasil seleksi pada 31 Maret 2026.
Itulah gambaran lengkap daya tampung Universitas Brawijaya melalui jalur SNBP 2026. Dengan kuota yang terbatas dan persaingan yang ketat, calon mahasiswa diharapkan bisa memilih program studi secara matang dan strategis. (fam)
















