BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Memasuki musim penghujan, Kabupaten Cilacap mengalami peningkatan signifikan dalam produksi ikan sidat.
Fenomena ini terjadi akibat melimpahnya benih sidat atau glass eel yang dapat diperoleh dari alam, memberikan peluang besar bagi para pembudidaya lokal.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Indarto, mengungkapkan bahwa musim hujan merupakan waktu yang paling ideal bagi petani untuk menangkap benih sidat di perairan alami.
“Saat ini kami masih sangat bergantung pada tangkapan benih dari alam. Ketika musim hujan tiba seperti sekarang ini, benih sidat berlimpah sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pembudidaya,” ujarnya pada Senin (20/10).
Indarto menjelaskan bahwa saat ini total produksi sidat di Cilacap mencapai 50 hingga 60 ton per tahun. Sebagian besar pasokan tersebut berasal dari wilayah Desa Kaliwungu, Kecamatan Kedungreja.
“Di Kaliwungu sendiri, satu tahun bisa memproduksi sekitar 30 ton. Ke depan, kami berupaya memperluas sentra-sentra budidaya baru, termasuk di wilayah Dayeuhluhur dan sekitarnya,” tambah Indarto.
Produksi sebanyak itu sebenarnya sudah mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat lokal di Cilacap. Namun demikian, peluang ekspor sidat dinilai masih sangat terbuka dan menjanjikan.
“Untuk konsumsi dalam negeri memang kita sudah lebih dari cukup, tetapi untuk kebutuhan ekspor kita masih jauh dari kata cukup. Sekali pengiriman ke luar negeri saja bisa mencapai satu kontainer berisi 25 ton, sementara produksi kita baru sekitar 60 ton per tahun. Artinya, baru dapat memenuhi sekitar tiga kali pengiriman saja,” jelasnya lebih lanjut.
Indarto melanjutkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperkuat ekosistem budidaya sidat di Cilacap.
Mulai dari proses penangkapan benih, pembesaran hingga pengolahan dijadikan fokus utama agar Cilacap dapat menjadi salah satu sentra utama produksi sidat di Jawa Tengah yang mampu memenuhi permintaan pasar ekspor.
Pemerintah Kabupaten Cilacap juga berencana mengembangkan infrastruktur pendukung serta memberikan pelatihan kepada para pembudidaya untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi mereka.
Dengan demikian diharapkan bahwa potensi besar yang dimiliki sektor budidaya sidat ini dapat dimaksimalkan sepenuhnya sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Selain itu upaya lain yang dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah pusat dan lembaga penelitian guna menemukan inovasi terbaru dalam teknik budidaya sidat.
Dengan adanya inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas para petani.
Sebagai salah satu langkah konkret pemerintah daerah juga tengah mengkaji kemungkinan pembukaan akses pasar internasional lebih luas lagi agar produk sidat dari Cilacap semakin dikenal dunia internasional.
Saat ini meskipun produksi lokal sudah mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia potensi ekspor ikan sidat tetap menjadi perhatian utama karena nilai ekonomisnya yang tinggi di pasar internasional.
Kondisi geografis dan iklim tropis Indonesia dinilai sangat cocok untuk pengembangan budidaya ikan sidat secara masif sehingga membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Namun demikian tantangan tetap ada seperti masalah penanganan pascapanen agar mutu produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen akhir serta perlu adanya regulasi ketat terkait standar mutu ekspor.
Industri perikanan khususnya sektor budidaya ikan sidat memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh lagi tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga merambah pasar internasional. (jul/dda)
















