BANYUMASEKSPRES.ID, Sepuluh saham berhasil mencetak cuan fantastis sepanjang perdagangan pekan ini, periode 14–18 Juli 2025. Lonjakan harga sahamnya bahkan menyentuh angka lebih dari 143%, menjadikannya top gainers di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengacu pada data BEI, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan lonjakan paling signifikan. Harga saham CDIA naik 143,75%, dari posisi Rp 400 menjadi Rp 975, dan menempati posisi teratas dalam daftar saham cuan pekan ini.
Selain CDIA, sejumlah saham lainnya juga melonjak tajam. Berikut beberapa saham yang mencatatkan penguatan luar biasa:
- PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI): Melejit 143,53% ke level Rp 565.
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN): Naik signifikan 141,8% ke harga Rp 590.
- PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA): Tumbuh 141,12% hingga menyentuh Rp 815.
Kenaikan tajam ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap saham-saham dengan potensi pertumbuhan ekstrem, meskipun disertai dengan risiko tinggi. Berikut daftar saham top gainers lainnya selama sepekan terakhir:
- PT Argo Pantes Tbk (ARGO): Meroket 89,86% ke level Rp 1.405.
- PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG): Naik 84,62% menjadi Rp 720.
- PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS): Menguat 82,31% ke harga Rp 268.
- PT Pyridam Farma Tbk (PYFA): Bertambah 66,67% ke Rp 390.
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII): Mengalami kenaikan 62,2% ke level Rp 245.000.
- PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA): Terkerek 52,82% ke posisi Rp 2.850.
Selama periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mengalami penguatan sebesar 3,75%, naik dari 7.047,4 menjadi 7.311,9. Ini mencerminkan sentimen pasar yang cukup positif selama pekan tersebut.
Peningkatan IHSG juga diikuti oleh kenaikan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia. Kapitalisasi pasar tercatat naik sebesar 5,44%, dari Rp 12.404 triliun menjadi Rp 13.079 triliun.
Performa perdagangan di lantai bursa juga menunjukkan tren peningkatan, nilai transaksi harian rata-rata naik 49,98% menjadi Rp 16,62 triliun dari sebelumnya Rp 11,08 triliun.
Frekuensi transaksi harian melonjak 47,22% menjadi 1,69 juta kali dari 1,14 juta kali dan volume transaksi harian turut meningkat sebesar 28,16%, dari 19,44 miliar saham menjadi 20,09 miliar saham.
Pada perdagangan Jumat (18/7/2025), investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 277,31 miliar. Ini menandakan optimisme jangka pendek dari investor global terhadap pasar Indonesia.
Namun demikian, secara year-to-date (YtD), investor asing masih tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 59,5 triliun. Angka ini meningkat 2,83% dibanding posisi pekan sebelumnya yang berada di Rp 57,86 triliun.
Tak semua saham mencetak keuntungan. Beberapa emiten justru mengalami penurunan tajam selama periode yang sama, dan masuk dalam daftar top losers atau saham boncos.
Saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) menjadi yang paling anjlok dengan penurunan 38,03%, dari Rp 1.420 menjadi Rp 880. Berikut daftar saham top losers lainnya:
- PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI): Turun 35,36% ke Rp 585.
- PT MD Entertainment Tbk (FILM): Jatuh 26,72% ke Rp 1.495.
- PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF): Melemah 22,03% ke level Rp 92.
- PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY): Terkoreksi 16,77% ke Rp 695.
- PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA): Terperosok 16,67% ke Rp 85.
- PT Mitra Pack Tbk (PTMP): Turun 15,74% ke Rp 91.
- PT MNC Land Tbk (KPIG): Melemah 13,37% ke Rp 162.
- PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD): Turun 13,23% ke Rp 2.230.
- PT Multitrend Indo Tbk (BABY): Terkoreksi 12,99% ke posisi Rp 268.
Fluktuasi tajam dalam satu pekan ini mencerminkan karakteristik pasar saham yang sangat dinamis. Bagi investor, analisis mendalam dan manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi pasar yang penuh kejutan. (WAN)
















