Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Daftar Wilayah di Jawa Tengah Yang Telah Bermusim Kemarau 2026

Daerah Jateng Masuk Ke Musim KemarauDaerah Jateng Masuk Ke Musim Kemarau

BANYUMASEKSPRES.ID, Musim kemarau 2026 di Jawa Tengah diperkirakan berlangsung dengan durasi yang berbeda di setiap daerah. Dengan beberapa penyebab hal ini sudah diprediksikan oleh BMKG.

Memasuki pertengahan Mei 2026, sejumlah wilayah bahkan mulai merasakan perubahan cuaca yang ditandai dengan berkurangnya intensitas hujan dan meningkatnya suhu udara pada siang hari.

Berdasarkan prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, beberapa daerah di Jawa Tengah diprediksi mengalami musim kemarau lebih singkat dibanding wilayah lainnya.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian masyarakat, khususnya sektor pertanian yang sangat bergantung pada pola cuaca tahunan.

Secara umum, musim kemarau di Jawa Tengah tahun ini diprediksi berlangsung sekitar 5 hingga 7 bulan.

Namun, beberapa daerah hanya akan mengalami kemarau sekitar 3 sampai 4 bulan atau setara 10 hingga 12 dasarian.

Jawa Tengah Masuki Musim Kemarau

Perbedaan durasi musim kemarau tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor atmosfer regional maupun global. Selain itu, posisi geografis setiap wilayah juga ikut menentukan cepat atau lambatnya pergantian musim.

Daftar Wilayah di Jawa Tengah dengan Kemarau Tersingkat 2026

BMKG memprediksi terdapat 11 wilayah di Jawa Tengah yang akan mengalami musim kemarau paling singkat sepanjang 2026.

Wilayah-wilayah ini diperkirakan hanya mengalami musim kering selama 10 hingga 12 dasarian. Daerah yang masuk dalam daftar tersebut mayoritas berada di kawasan Jawa Tengah bagian barat dan pegunungan.

  • Kabupaten Purbalingga
  • Kabupaten Brebes
  • Kabupaten Tegal
  • Kabupaten Pemalang
  • Kabupaten Kendal
  • Kabupaten Kebumen
  • Kabupaten Pekalongan
  • Kabupaten Batang
  • Kabupaten Wonosobo
  • Kabupaten Banyumas
  • Kabupaten Banjarnegara

Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan masih memiliki potensi hujan lebih tinggi dibanding daerah lain di Jawa Tengah. Hal itu membuat durasi kemarau menjadi lebih pendek dan tidak terlalu ekstrem.

Kondisi ini juga dapat memberikan keuntungan bagi sektor pertanian, terutama untuk tanaman yang membutuhkan pasokan air lebih stabil.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk bijak menggunakan air karena cuaca tetap berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Wilayah dengan Musim Kemarau Terpanjang di Jawa Tengah

Berbeda dengan kawasan Jawa Tengah bagian barat, wilayah timur jalur Pantura justru diprediksi mengalami musim kemarau lebih panjang.

Bahkan, durasinya diperkirakan mencapai 25 hingga 27 dasarian atau sekitar 8 sampai 9 bulan. Daerah yang diprediksi mengalami kemarau paling panjang adalah Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang.

Hingga pertengahan Mei 2026, kedua wilayah tersebut mulai menunjukkan tren cuaca panas dengan curah hujan yang semakin minim.

Durasi kemarau yang panjang berpotensi memicu kekeringan di beberapa area, terutama lahan pertanian tadah hujan.

Karena itu, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan mulai menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.

Selain sektor pertanian, dampak musim kemarau panjang juga bisa dirasakan pada ketersediaan air bersih.

Tidak sedikit wilayah di Pantura timur yang biasanya mulai mengalami penurunan debit air saat musim kering berlangsung lebih lama.

Prediksi Awal Musim Kemarau 2026 di Jawa Tengah

BMKG memperkirakan awal musim kemarau 2026 di Jawa Tengah secara umum dimulai pada Mei 2026. Namun, waktu kedatangannya tidak berlangsung bersamaan di seluruh wilayah.

Beberapa daerah diprediksi lebih dulu memasuki musim kemarau sejak awal April 2026.

Wilayah yang mengalami awal kemarau tercepat meliputi Kabupaten Rembang, Kepulauan Karimunjawa, sebagian besar Kabupaten Pati dan Jepara, serta sebagian kecil wilayah Demak dan Blora.

Sementara itu, beberapa daerah baru diperkirakan memasuki musim kemarau pada pertengahan Juni 2026.

Wilayah tersebut meliputi sebagian Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga sebagian kecil Brebes, Tegal, Pemalang, Kebumen, dan Wonosobo.

Perbedaan waktu awal musim kemarau ini menjadi hal penting bagi petani dalam menentukan pola tanam.

Penyesuaian jadwal tanam dinilai dapat membantu mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan cuaca.

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus 2026

Untuk puncak musim kemarau, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan mengalaminya pada Agustus 2026.

Pada periode tersebut, suhu udara diperkirakan lebih panas dengan curah hujan yang semakin rendah. Namun, beberapa wilayah diprediksi mengalami puncak kemarau lebih awal, yakni pada Juli 2026.

Daerah yang masuk kategori ini antara lain Kota Surakarta, Kabupaten Kudus, Blora, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, serta sebagian wilayah Demak dan Wonogiri.

Sementara itu, Kepulauan Karimunjawa diperkirakan menjadi wilayah dengan puncak kemarau paling akhir, yakni sekitar September 2026.

Kondisi geografis wilayah kepulauan membuat pola cuacanya sedikit berbeda dibanding daratan utama Jawa Tengah. Selain Jawa tengah, beberapa daerah di Indonesia resmi masuki musim kemarau 2026.

Memasuki akhir Mei 2026, masyarakat diimbau mulai mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau, terutama dalam pengelolaan air dan menjaga kesehatan.

Cuaca panas berkepanjangan dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga gangguan pernapasan apabila tidak diantisipasi dengan baik. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Pilek

Inilah Perbedaan Mendasar Influenza Dengan Pilek Menurut Imunologi

Berita Selanjutnya
Program studi Berikan Sejumlah Kemampuan yang Dibutuhkan Pekerjaan

Sederet Program Studi Yang Paling Dicari Oleh Perusahaan