BANYUMASEKSPRES.ID, Memasuki pertengahan Mei 2026, perubahan cuaca yang tidak menentu membuat kasus batuk, pilek, dan demam kembali meningkat di berbagai daerah.
Banyak orang menganggap semua gejala tersebut hanyalah pilek biasa, padahal kondisi itu bisa saja merupakan influenza yang memiliki risiko kesehatan lebih serius.
Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan influenza dengan pilek biasa atau common cold.
Sekilas keduanya memang tampak mirip karena sama-sama menyerang saluran pernapasan, tetapi dampak yang ditimbulkan pada tubuh sangat berbeda.
Pakar imunologi sekaligus Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI), Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, menjelaskan bahwa influenza umumnya memberikan gejala yang jauh lebih berat dibanding pilek biasa.
Kondisi tubuh penderita influenza biasanya menurun drastis dan sering disertai demam tinggi. Oleh karena itu, memberikan dampak signifikan pada kondisi tubuh.

Menurutnya, masyarakat perlu lebih waspada apabila mengalami badan lemas, nyeri otot, serta demam mendadak.
Gejala tersebut menjadi salah satu pembeda utama antara influenza dan pilek biasa yang cenderung lebih ringan.
Perbedaan Influenza dan Pilek Biasa yang Perlu Dipahami
Banyak orang masih mengira influenza dan pilek adalah penyakit yang sama. Padahal, keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda dan memiliki tingkat keparahan yang tidak serupa.
Pilek biasa umumnya hanya menyebabkan gangguan ringan seperti bersin, hidung tersumbat, dan tenggorokan tidak nyaman.
Sementara influenza bisa membuat penderitanya sulit beraktivitas karena kondisi tubuh menurun secara signifikan.
Demam Jadi Pembeda Utama
Pada kasus influenza, demam biasanya muncul secara mendadak dan dapat berlangsung selama beberapa hari. Suhu tubuh penderita juga cenderung tinggi sehingga membuat badan terasa sangat tidak nyaman.
Sebaliknya, pilek biasa jarang memicu demam tinggi. Jika muncul demam, biasanya hanya ringan dan berlangsung singkat.
Sakit Kepala dan Pegal Lebih Berat pada Influenza
Penderita influenza sering mengalami sakit kepala cukup berat disertai nyeri otot dan pegal-pegal di seluruh tubuh. Kondisi ini membuat tubuh terasa lemah bahkan sulit beraktivitas seperti biasa.
Pada pilek biasa, keluhan pegal dan sakit kepala umumnya tidak terlalu terasa. Sebagian besar penderita masih dapat menjalankan aktivitas harian tanpa gangguan berat.
Tubuh Lemah Bisa Bertahan Lama
Influenza juga dikenal dapat menyebabkan rasa lelah berkepanjangan. Dalam beberapa kasus, tubuh terasa lemas hingga berminggu-minggu setelah gejala utama mereda.
Sementara pada pilek biasa, rasa lemah biasanya hanya ringan dan cepat membaik. Itulah sebabnya pilek sering dianggap lebih ringan dibanding influenza.
Bersin dan Hidung Tersumbat Lebih Umum pada Pilek
Gejala seperti bersin-bersin dan hidung mampet justru lebih sering ditemukan pada pilek biasa. Kondisi ini muncul akibat infeksi ringan pada saluran pernapasan atas.
Pada influenza, gejala tersebut memang bisa muncul, tetapi biasanya bukan keluhan utama. Penderita influenza lebih sering mengeluhkan demam, nyeri tubuh, dan kondisi badan yang drop.
Influenza Bisa Memicu Komplikasi Serius
Hal yang sering diremehkan masyarakat adalah risiko komplikasi akibat influenza. Banyak orang menganggap flu hanya penyakit ringan yang bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari.
Padahal, influenza dapat berkembang menjadi penyakit serius apabila tidak ditangani dengan baik.
Komplikasi yang dapat muncul antara lain pneumonia atau radang paru-paru, gangguan fungsi hati, hingga masalah pada ginjal.
Risiko komplikasi biasanya lebih tinggi pada lansia, anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Karena itu, influenza tidak boleh dianggap sepele terutama ketika gejala yang muncul semakin berat.
Vaksin Influenza Dinilai Penting untuk Pencegahan
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI), dr Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, menjelaskan virus influenza di Indonesia beredar sepanjang tahun.
Saat ini, memasuki musim pancaroba Mei 2026, risiko penularan influenza dinilai masih cukup tinggi. Selain itu terdapat Hantavirus yang perlu dikenali gejala penulara dan cara pencegahan serta penanganannya.
Bahkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan CDC di Jakarta Timur, sekitar tiga dari sepuluh pasien dengan gejala mirip flu diketahui positif influenza.
Menurut dr Sukamto, vaksin influenza memang tidak sepenuhnya mencegah seseorang tertular virus.
Namun, vaksin terbukti membantu mengurangi risiko gejala berat, rawat inap, hingga kematian akibat komplikasi influenza.
Karena itu, masyarakat diimbau mulai lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan tidak lagi menyamakan influenza dengan pilek biasa.
Mengenali gejala sejak awal dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (*/nds)
















