Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Desa Wisata Pagak Masuk 10 Besar WIA Jawa Tengah 2026, Bidik Juara Nasional
Sekolah Kedinasan 2026 Resmi Dibuka, Simak Kuota dan Cara Daftarnya

Sekolah Kedinasan 2026 Resmi Dibuka, Simak Kuota dan Cara Daftarnya

Sekolah KedinasanSekolah Kedinasan
Pendaftaran sekolah kedinasan 2026 dibuka 18–30 Agustus dengan 4.770 formasi. Simak kuota, dokumen, cara daftar, dan jadwal seleksinya.

BANYUMASEKSPRES.ID, Pendaftaran sekolah kedinasan 2026 resmi dibuka melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) BKN.

Pendaftaran sekolah kedinasan 2026 dimulai Selasa (18/8/2026) dan berlangsung hingga 30 Agustus 2026 bagi calon peserta.

Penerimaan tahun ini menjadi acuan bagi sembilan kementerian dan lembaga yang membuka pendidikan kedinasan bagi peserta didik baru.

Pemerintah menyediakan total 4.770 formasi sekolah kedinasan 2026 yang tersebar pada sejumlah kementerian dan lembaga penyelenggara.

Sekolah kedinasan menjadi pilihan bagi lulusan SMA, SMK, dan sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa biaya.

Peserta juga berpeluang memperoleh pendidikan kedinasan sekaligus kesempatan melanjutkan karier sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil sesuai ketentuan.

Karena itu, calon peserta perlu memahami kuota sekolah kedinasan, tahapan pendaftaran, dokumen persyaratan, serta jadwal seleksi.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menetapkan 4.770 formasi sekolah kedinasan untuk penerimaan 2026.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di bawah Kementerian Dalam Negeri menyediakan sebanyak 1.410 formasi sekolah kedinasan.

Sebanyak 22 sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan menyediakan total 891 formasi bagi calon peserta.

Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) di bawah Kementerian Keuangan menyediakan sebanyak 1.000 formasi tahun 2026.

Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) yang berada di bawah BSSN membuka sebanyak 50 formasi.

Politeknik Statistika STIS di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) menyediakan sebanyak 564 formasi pada penerimaan tahun 2026.

Politeknik Pengayoman Indonesia di bawah Kementerian Hukum menyediakan sebanyak 250 formasi bagi calon peserta sekolah kedinasan.

Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyediakan sebanyak 375 formasi.

Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) di bawah BMKG membuka sebanyak 130 formasi sekolah kedinasan.

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di bawah Badan Intelijen Negara (BIN) menyediakan sebanyak 100 formasi untuk tahun 2026.

Pendaftaran sekolah kedinasan 2026 dilakukan secara online melalui portal SSCASN BKN yang menjadi pusat proses penerimaan peserta.

Calon peserta terlebih dahulu perlu membuka portal SSCASN Sekolah Kedinasan, kemudian membuat akun melalui menu Registrasi.

Setelah proses registrasi selesai, peserta perlu mencetak Kartu Informasi Akun dan menggunakan NIK beserta password terdaftar.

Tahap berikutnya mencakup pengunggahan swafoto, pemilihan sekolah kedinasan, pemilihan program studi, serta pengisian persyaratan nilai.

Peserta kemudian melengkapi biodata, mengunggah seluruh dokumen persyaratan, memeriksa kembali resume pendaftaran sebelum mencetak kartu.

Kartu Pendaftaran SSCASN Sekolah Kedinasan Tahun 2026 perlu dicetak setelah peserta memastikan seluruh informasi pendaftaran sudah benar.

Peserta dapat memantau hasil verifikasi administrasi dengan login ke portal SSCASN berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.

Peserta yang dinyatakan lulus verifikasi administrasi akan memperoleh kode pembayaran melalui portal SSCASN untuk mengikuti tahapan berikutnya.

Kode billing tersebut harus dibayarkan peserta sebagai syarat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem CAT BKN.

Setelah pembayaran selesai, peserta perlu mencetak Kartu Peserta Seleksi untuk dibawa selama mengikuti setiap tahapan seleksi.

Pengumuman peserta yang lulus administrasi dan berhak mengikuti SKD disampaikan melalui laman resmi sekolah kedinasan masing-masing.

Calon peserta juga perlu menyiapkan sejumlah dokumen sebelum melakukan pendaftaran sekolah kedinasan 2026 melalui portal SSCASN.

Pas foto terbaru maksimal tiga bulan terakhir harus berwarna, berlatar merah, berformat JPG, serta berukuran maksimal 200 KB.

Peserta perlu menyiapkan KTP asli atau KK asli maupun KK Digital berkode QR bagi yang belum memiliki KTP.

Dokumen identitas tersebut harus menggunakan format JPG dengan ukuran maksimal 200 KB sesuai ketentuan pendaftaran.

Peserta juga perlu mengunggah scan rapor asli dalam satu file PDF yang memuat identitas lengkap siswa.

Nilai rapor semester IV dan V harus tercantum, termasuk nilai pengetahuan Matematika serta Bahasa Inggris bagi peserta.

Bagi siswa SMK yang mengikuti program magang pada semester IV atau V, nilai hasil magang tetap dicantumkan. Jika rapor menggunakan skala huruf, peserta wajib melampirkan surat konversi nilai menjadi skala 0-100.

Surat konversi tersebut harus dilegalisasi serta ditandatangani kepala sekolah sesuai persyaratan yang telah ditentukan.

Sekolah yang menggunakan bahasa selain Bahasa Indonesia juga wajib melampirkan transkrip nilai rapor dalam bahasa Indonesia.

Dokumen kesehatan yang diperlukan mencakup hasil pemeriksaan dari puskesmas dengan keterangan tinggi serta berat badan peserta.

Peserta juga memerlukan hasil pemeriksaan kesehatan dokter puskesmas atau dokter unit pelayanan kesehatan pemerintah tahun 2026.

Hasil pemeriksaan tersebut harus mencantumkan keterangan mengenai kondisi buta warna sesuai persyaratan administrasi sekolah kedinasan.

Surat Pernyataan Diri harus ditandatangani peserta dan dibubuhi meterai Rp 10.000 berdasarkan format yang telah ditentukan.

Peserta juga perlu menyiapkan scan atau screenshot kartu BPJS Kesehatan sebagai bagian dari dokumen pendaftaran.

Selain dokumen umum tersebut, persyaratan khusus masing-masing sekolah kedinasan perlu diperhatikan melalui laman resmi sekolah.

Jadwal seleksi sekolah kedinasan 2026 dimulai dengan pengumuman seleksi pada 15–24 Agustus 2026.

Pendaftaran seleksi berlangsung pada 18–30 Agustus 2026, sedangkan seleksi administrasi dijadwalkan pada 18 Agustus–1 September.

Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 2–3 September 2026 sebelum peserta memasuki tahapan masa sanggah.

Masa sanggah berlangsung 4–5 September 2026, sementara hak sanggah tersedia pada 4–6 September 2026. Hasil pasca tahapan sanggah dijadwalkan pada 7–8 September 2026 sebelum pelaksanaan SKD CAT BKN.

SKD CAT BKN dijadwalkan berlangsung pada 22 September–7 Oktober 2026 dengan pengolahan nilai pada 27 September–10 Oktober.

Pengumuman hasil SKD berlangsung pada 1–13 Oktober 2026, kemudian seleksi lanjutan non-CAT BKN pada 11–28 Oktober.

Pengumuman kelulusan akhir oleh kementerian atau lembaga dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober–1 November 2026.

Dengan memahami kuota, dokumen, tahapan, dan jadwal tersebut, calon peserta dapat mempersiapkan pendaftaran sekolah kedinasan secara lebih terarah.

Portal SSCASN BKN menjadi jalur utama pendaftaran, sedangkan informasi khusus tetap perlu diperhatikan melalui laman sekolah masing-masing. (vip)

Berita Sebelumnya
Desa Wisata Pagak Tembus 10 Besar WIA Jateng

Desa Wisata Pagak Masuk 10 Besar WIA Jawa Tengah 2026, Bidik Juara Nasional