Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dinhub Purbalingga Survei 301 Titik Lampu Jalan Rusak di Jalur Wisata

Banyak LPJU Jalur Wisata MatiBanyak LPJU Jalur Wisata Mati
SURVEI: Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga melakukan survei kondisi LPJU di jalur wisata Selaganggeng-Serang-Karangreja, Senin (25/5/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Keberadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang tidak berfungsi di jalur wisata Selaganggeng-Serang-Karangreja menjadi sorotan tajam dari masyarakat.

Banyak keluhan yang disampaikan terkait kondisi lampu penerangan yang mati, terutama pada malam hari yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Menanggapi masalah ini, Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Purbalingga mengambil langkah cepat dengan melakukan survei di sepanjang jalur wisata tersebut pada Senin, 25 Mei 2026.

Sekretaris Dinhub Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai banyaknya LPJU yang rusak dan tidak berfungsi.

“Mendasari laporan dari masyarakat yang mengeluhkan banyak LPJU di jalur wisata yang rusak, pihaknya langsung menggelar survei LPJU,” ungkap Adi saat diwawancarai oleh awak media.

Survei ini difokuskan pada ruas jalan lingkar wisata yang membentang dari Selaganggeng hingga Karangreja, dengan total panjang jalur mencapai 22 kilometer.

Setelah melakukan peninjauan, petugas Dinhub mencatat bahwa terdapat total 301 titik LPJU di sepanjang jalur wisata tersebut.

Rincian tersebut terdiri dari 133 unit LPJU tenaga surya dan 168 unit LPJU konvensional.

Namun, hasil survei menunjukkan sejumlah masalah serius terkait dengan kondisi LPJU.

Selain banyak lampu yang mati akibat kerusakan, ditemukan juga empat unit LPJU yang tiangnya patah atau bahkan hilang.

“LPJU yang tiangnya patah atau hilang sejumlah empat unit. Selain itu, juga ditemukan sejumlah LPJU yang posisi lampunya berubah arah, karena terkena angin kencang,” jelas Adi menambahkan penjelasan mengenai kondisi lapangan.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa dari 133 unit LPJU tenaga surya yang terpasang di jalur tersebut, sebanyak 20 unit sudah diubah menjadi LPJU konvensional yang menggunakan aliran listrik.

Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk meningkatkan sistem penerangan jalan agar lebih efektif dan efisien.

Kondisi LPJU yang mengalami kerusakan ini tentunya menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Menurut Adi Purwanto, kerusakan pada lampu penerangan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan tetapi juga dapat menimbulkan potensi bahaya bagi wisatawan yang melintas di kawasan wisata Purbalingga pada malam hari.

“Kami menyadari bahwa kondisi LPJU yang rusak tersebut cukup mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan,” ujar Adi.

Dinas Perhubungan memastikan bahwa mereka akan segera melakukan pembenahan terhadap LPJU yang mati maupun rusak agar penerangan jalan kembali normal dan memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.

“Hal itu dilakukan agar keluhan masyarakat adanya LPJU yang rusak atau mati bisa tertangani,” pungkas Adi.

Dengan adanya langkah cepat dari Dinas Perhubungan dalam melakukan survei dan perbaikan lampu penerangan jalan umum ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperbaiki pengalaman wisatawan saat berkunjung ke kawasan wisata Purbalingga. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dzulhijjah Jadi Bulan Favorit Menikah

Pendaftaran Nikah di Banjarnegara Melonjak Tajam Saat Bulan Dzulhijjah, Tembus 926 Pasangan

Berita Selanjutnya
Kiandra Ramadhipa Peringkat 2 Klasemen

Kiandra Ramadhipa Raih Podium Pertama di Moto3 Junior Catalunya, Peringkat Kedua Klasemen Sementara