Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

DPPP Purbalingga Prediksi Lonjakan Pemotongan Hewan Kurban pada Idul Adha 2026

Pemotongan Hewan Kurban Diprediksi NaikPemotongan Hewan Kurban Diprediksi Naik
KURBAN: Hewan ternak kambing dijual di Pasar Hewan Purbalingga menjelang Idul Adha 2026

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga memperkirakan bahwa jumlah pemotongan hewan kurban pada perayaan Idul Adha tahun ini akan mengalami peningkatan.

Prediksi ini didasarkan pada analisis tren pemotongan hewan kurban yang menunjukkan adanya kenaikan dalam lima tahun terakhir.

Kepala DPPP Kabupaten Purbalingga, Prayitno, mengungkapkan bahwa meskipun peningkatan jumlah hewan kurban tidak terlalu signifikan setiap tahunnya, tetap terdapat kecenderungan positif yang patut diperhatikan.

“Lima tahun terakhir ada tren setiap tahun ada kenaikan, meskipun tidak banyak,” ujar Prayitno kepada awak media pada hari Senin, 25 Mei 2026.

Data yang telah direkapitulasi oleh petugas menunjukkan bahwa pada tahun 2025 atau 1446 Hijriah, jumlah pemotongan hewan kurban mencapai 12.370 ekor.

Rincian dari jumlah tersebut mencakup 3.147 ekor sapi, satu ekor kerbau, 7.468 ekor kambing, dan 1.754 ekor domba.

Ketika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu tahun 2024 atau 1445 Hijriah, terdapat peningkatan yang cukup mencolok dengan total pemotongan hewan kurban meningkat sebanyak 1.393 ekor atau setara dengan persentase kenaikan sebesar 12,69 persen.

Prayitno menjelaskan lebih lanjut mengenai rincian peningkatan tersebut.

“Kambing mengalami kenaikan sebanyak 1.047 ekor atau setara dengan 16,31 persen dan domba naik sebanyak 492 ekor atau sekitar 38,99 persen. Namun, sapi mengalami penurunan sebesar 144 ekor atau turun sekitar 4,38 persen dan kerbau pun mengalami penurunan sebanyak dua ekor atau terjun drastis hingga mencapai penurunan sebesar 66,67 persen,” tambahnya.

Pentingnya menjaga kesehatan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha menjadi fokus utama Dinas Pertanian Purbalingga.

Oleh karena itu, DPPP juga meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban untuk mencegah penyebaran penyakit ternak yang dapat merugikan peternak dan masyarakat luas.

Salah satu penyakit yang menjadi perhatian serius adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Prayitno menjelaskan langkah-langkah konkret yang telah diambil pihaknya untuk menjaga kesehatan ternak sebelum hari H.

“Dalam upaya menjaga kesehatan hewan ternak kami telah melaksanakan pengobatan massal berupa pemberian obat cacing serta vitamin kepada ternak,” terang Prayitno.

Selain itu, langkah pencegahan juga dilakukan melalui penyemprotan desinfektan untuk kandang dan lingkungan peternakan guna memastikan kebersihan serta kesehatan lingkungan peternakan tetap terjaga.

“Kami juga melaksanakan vaksinasi PMK sebanyak 3.500 dosis yang ditujukan terutama untuk ternak sapi,” imbuhnya menekankan betapa pentingnya upaya vaksinasi ini dalam menanggulangi potensi penyebaran penyakit di kalangan ternak.

Lebih jauh lagi, DPPP mengambil langkah tegas dalam memperketat lalu lintas ternak di wilayah Kabupaten Purbalingga dengan mewajibkan semua hewan ternak yang masuk maupun keluar wilayah untuk memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit hewan dan memastikan bahwa hanya ternak yang sehat yang diperbolehkan beredar,” ujarnya dengan tegas.

Inisiatif ini sangat penting bagi masyarakat Purbalingga mengingat tingginya permintaan akan hewan kurban menjelang Idul Adha setiap tahunnya.

Dengan adanya prediksi peningkatan jumlah pemotongan hewan kurban dan pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan tersebut, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan aman dan nyaman tanpa khawatir akan risiko penyebaran penyakit. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Beasiswa BCA Finance Peduli

Cara Daftar Beasiswa BCA Finance 2026, Bantuan Pendidikan Capai 3,5 Juta

Berita Selanjutnya
Panduan Cek Bansos PKH BPNT

Panduan Cek Bansos PKH BPNT 2026 Tahap 2 Pakai NIK KTP dengan Mudah