BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Musim kemarau mulai memberikan dampak terhadap kondisi rumput di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Berkurangnya intensitas hujan membuat sejumlah area ruang terbuka hijau tersebut membutuhkan perawatan lebih intensif agar kualitas rumput tetap terjaga dan nyaman digunakan masyarakat.
Sebagai langkah penanganan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas melakukan perawatan khusus pada beberapa titik rumput yang mulai mengalami penurunan kualitas.
Selama proses pemulihan berlangsung, masyarakat diminta untuk tidak memasuki area yang telah dipasangi safety line.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Banyumas, Arif Sugiono, mengatakan pemasangan safety line dilakukan sebagai penanda bahwa area tersebut sedang menjalani proses perawatan sehingga perlu dihindari sementara waktu.
“Sedang dilakukan perawatan khusus. Area yang sudah kami tandai sementara tidak boleh diinjak agar proses pemulihan rumput dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Menurut Arif, lokasi yang saat ini mendapatkan perhatian khusus berada di sisi tenggara Alun-alun Purwokerto.
Area tersebut dipilih berdasarkan hasil pemantauan petugas yang melihat adanya penurunan kondisi rumput akibat cuaca kering dalam beberapa pekan terakhir.
Ia menjelaskan, memasuki musim kemarau, curah hujan yang semakin rendah membuat kelembapan tanah berkurang.
Kondisi tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput sehingga diperlukan perawatan tambahan agar tetap hijau dan sehat.
“Karena sekarang sudah memasuki musim kemarau dan hujan mulai jarang turun, kami melakukan perawatan khusus. Tujuannya agar masyarakat tetap bisa menikmati Alun-alun Purwokerto dengan kondisi yang nyaman,” katanya.
DLH Banyumas memastikan perawatan dilakukan tanpa menutup seluruh kawasan alun-alun.
Pengunjung masih dapat memanfaatkan sebagian besar area publik seperti biasa, sementara hanya titik-titik tertentu yang dibatasi menggunakan safety line.
Dengan kebijakan tersebut, aktivitas masyarakat di Alun-alun Purwokerto tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu proses pemulihan rumput yang sedang dikerjakan petugas.
Arif menjelaskan, perawatan selama musim kemarau memang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan saat musim hujan.
Pasalnya, rumput lebih cepat mengalami kekeringan sehingga membutuhkan penyiraman secara rutin dan metode perawatan tambahan.
Salah satu langkah yang dilakukan petugas adalah melakukan penyiraman setiap hari untuk menjaga kelembapan tanah.
Selain itu, rumput juga dibalik secara berkala agar bagian bawah memperoleh paparan sinar matahari yang cukup sehingga pertumbuhannya tetap merata.
“Perawatan yang kami lakukan meliputi penyiraman rutin dan pembalikan rumput supaya seluruh bagian mendapatkan sinar matahari secara optimal,” jelasnya.
DLH memperkirakan proses perawatan khusus tersebut berlangsung sekitar 7 hingga 10 hari, tergantung perkembangan kondisi rumput dan faktor cuaca selama masa pemulihan.
Selama periode tersebut, masyarakat diimbau mematuhi rambu dan safety line yang telah dipasang.
Langkah sederhana tersebut dinilai sangat membantu mempercepat proses pemulihan sehingga rumput dapat kembali digunakan untuk berbagai aktivitas warga.
Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap kerja sama masyarakat dapat menjaga kualitas fasilitas publik yang telah menjadi salah satu ruang terbuka favorit warga Purwokerto.
Alun-alun Purwokerto selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga, rekreasi keluarga, hingga berbagai kegiatan komunitas.
Oleh karena itu, perawatan rutin terus dilakukan agar kawasan tersebut tetap bersih, hijau, dan nyaman dikunjungi sepanjang tahun.
DLH Banyumas juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan serta tidak merusak fasilitas yang ada di kawasan alun-alun.
Dengan kepedulian bersama, ruang publik tersebut diharapkan tetap menjadi tempat yang aman, asri, dan nyaman bagi seluruh warga, termasuk selama menghadapi musim kemarau. (res/stch/dda)
















