Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Serapan Pupuk Organik di Purbalingga Capai 52,26 Persen, ZA Masih Belum Tersalurkan
365 Warga Binaan Lapas Nirbaya Nusakambangan Jalani Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis

365 Warga Binaan Lapas Nirbaya Nusakambangan Jalani Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis

Warga Binaan dan Petugas Lapas Nirbaya Skrining TBWarga Binaan dan Petugas Lapas Nirbaya Skrining TB
CEK KESEHATAN : Ratusan warga binaan Lapas Nirbaya diperiksa kesehatannya serta untuk pengecekan penyakit TB

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebanyak 365 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nirbaya Nusakambangan mengikuti program cek kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis (TB).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini penyakit menular sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dengan tim kesehatan Lapas Kelas IIB Nirbaya.

Selain warga binaan, seluruh pegawai lapas juga mengikuti skrining kesehatan guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga sekaligus meminimalkan risiko penularan penyakit di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Nirbaya, Helmi Najih, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mengetahui kondisi kesehatan seluruh penghuni dan petugas lapas sedini mungkin.

“Pelaksanaan cek kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis merupakan langkah untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan dan pegawai tetap terjaga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/7).

Menurut Helmi, lingkungan lapas memiliki tingkat interaksi yang tinggi sehingga deteksi dini penyakit menular, khususnya tuberkulosis, menjadi sangat penting.

Dengan pemeriksaan secara berkala, potensi penyebaran penyakit dapat ditekan sehingga proses pembinaan warga binaan tetap berjalan secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, tim medis melakukan berbagai tahapan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh peserta.

Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, pemeriksaan fisik, hingga penilaian faktor risiko penyakit yang mungkin dialami warga binaan maupun petugas lapas.

Selain pemeriksaan umum, peserta juga menjalani skrining tuberkulosis (TB) melalui wawancara mengenai gejala yang dirasakan, pemeriksaan klinis, serta pemeriksaan lanjutan bagi peserta yang memiliki faktor risiko atau menunjukkan gejala yang mengarah pada infeksi TB.

Pemeriksaan menyeluruh tersebut bertujuan agar penyakit dapat ditemukan sejak tahap awal sehingga penanganan medis dapat segera diberikan apabila diperlukan.

Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius, terutama di lingkungan dengan aktivitas dan interaksi yang padat seperti lembaga pemasyarakatan.

Melalui skrining rutin, petugas kesehatan dapat mengidentifikasi warga binaan maupun pegawai yang berpotensi terpapar TB sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum terjadi penularan yang lebih luas.

“Dengan deteksi dini, potensi penularan dapat dicegah sehingga proses pembinaan dapat berjalan dengan baik,” lanjut Helmi.

Menurutnya, kesehatan warga binaan merupakan bagian penting dari sistem pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Warga binaan yang sehat akan lebih mudah mengikuti berbagai program pembinaan dan pelatihan selama menjalani masa pidana.

Helmi berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan ini dapat terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk peningkatan pelayanan kesehatan di Lapas Nirbaya Nusakambangan.

Selain memberikan manfaat langsung bagi warga binaan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam mempercepat penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.

“Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi warga binaan, serta mendukung percepatan penanggulangan tuberkulosis,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dan Lapas Kelas IIB Nirbaya, diharapkan seluruh warga binaan maupun petugas memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik.

Deteksi dini penyakit menular seperti TB menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan mendukung keberhasilan proses pembinaan secara berkelanjutan. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Serapan Pupuk Bersubsidi Belum Merata

Serapan Pupuk Organik di Purbalingga Capai 52,26 Persen, ZA Masih Belum Tersalurkan