BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen terus memperkuat upaya penanggulangan bencana dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, pemerintah menggandeng Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai mitra strategis untuk membentuk relawan kebencanaan di tingkat kecamatan hingga desa.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana alam yang mengancam wilayah Kabupaten Kebumen.
Nantinya, para anggota Banser yang telah mendapatkan pelatihan akan menjadi garda terdepan dalam mendukung penanganan bencana di lingkungan masing-masing.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono, menyampaikan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat sepenuhnya mengandalkan pemerintah.
Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif.
Hal tersebut disampaikan saat pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Penanggulangan Bencana bagi anggota Banser di Kecamatan Ambal, Sabtu (4/7/2026).
Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan saat terjadi bencana.
Menurut Udy, anggota Banser yang telah mengikuti pelatihan diharapkan mampu melanjutkan peran para relawan senior yang selama ini aktif membantu pemerintah dalam berbagai operasi kemanusiaan.
“Kami berharap para anggota Banser dapat menjadi relawan di setiap kecamatan. Kehadiran mereka akan memperkuat program Kecamatan Tangguh Bencana sekaligus mendukung terbentuknya Desa Tangguh Bencana di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen,” ujarnya.
Kabupaten Kebumen memang dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi di Jawa Tengah.
Berdasarkan kajian risiko bencana yang dimiliki BPBD, hampir seluruh wilayah memiliki ancaman bencana dengan karakteristik yang berbeda-beda.
Wilayah utara yang didominasi kawasan perbukitan memiliki potensi tinggi terhadap bencana tanah longsor.
Sementara kawasan tengah lebih rentan mengalami banjir akibat luapan sungai ketika curah hujan tinggi.
Adapun wilayah selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia menghadapi ancaman angin kencang, abrasi pantai, hingga gelombang tinggi.
Selain itu, saat musim kemarau, sejumlah wilayah juga berpotensi mengalami kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
Melihat kondisi tersebut, BPBD Kebumen terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program edukasi dan pelatihan kebencanaan.
Upaya ini bertujuan agar masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Menurut Udy, mitigasi bencana menjadi bagian paling penting dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.
Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan mengenali ancaman bencana sejak dini.
Melalui pelatihan yang diberikan kepada Banser, peserta mendapatkan materi mengenai mitigasi bencana, teknik evakuasi, koordinasi saat keadaan darurat, hingga langkah penyelamatan korban.
Bekal tersebut diharapkan dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat di wilayah masing-masing.
Selain memperkuat kemampuan relawan, program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Semakin banyak warga yang memahami prosedur keselamatan, maka risiko kerugian akibat bencana dapat ditekan.
BPBD Kebumen menilai kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, relawan, dan warga merupakan kunci utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, proses evakuasi, penanganan korban, hingga pemulihan pascabencana diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Ke depan, pembentukan relawan Banser di tingkat kecamatan dan desa diharapkan mampu memperkuat jaringan kebencanaan hingga ke pelosok wilayah.
Program ini sekaligus menjadi langkah nyata Pemkab Kebumen dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (cah/stch/dda)
















