BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Tradisi Sedekah Bumi dalam rangka menyambut bulan Sura di Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, berlangsung dengan nuansa berbeda pada tahun 2026.
Selain mempertahankan berbagai prosesi adat yang telah diwariskan turun-temurun, masyarakat RW 1 juga menggelar aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan pelepasliaran satwa ke habitat alaminya.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diperoleh sekaligus ajakan untuk menjaga kelestarian alam agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Ketua RW 1 Desa Sudagaran, Darkam Anom Sugito, mengatakan tradisi Sura tidak hanya dimaknai sebagai pelestarian budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita melestarikan budaya dan mudah-mudahan kegiatan ini juga memberdayakan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di kawasan Petilasan Eyang Driya, lokasi yang selama ini dianggap memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat Desa Sudagaran.
Sebagai bagian dari gerakan penghijauan, panitia membagikan bibit kelapa genjah unggul lokal dan alpukat kepada warga.
Bibit tersebut kemudian ditanam di pekarangan rumah masing-masing sebagai upaya memperbanyak ruang hijau sekaligus memberikan manfaat ekonomi di masa mendatang.
Selain penanaman pohon, masyarakat juga menggelar kegiatan pelepasliaran satwa ke alam.
Beberapa jenis burung seperti perkutut, crocokan, dan kutilang sabrang dilepas ke habitatnya.
Tidak hanya itu, warga juga melepas ikan melem sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
Aksi tersebut menjadi simbol bahwa tradisi budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya konservasi lingkungan.
Prosesi adat bulan Sura juga tetap dilaksanakan sesuai tradisi yang diwariskan para leluhur.
Salah satunya adalah pemasangan glatak, yaitu pagar yang terbuat dari anyaman bambu di kawasan Petilasan Eyang Driya.
Sebelum dipasang, glatak terlebih dahulu dikirab mengelilingi lingkungan desa bersama gunungan hasil bumi yang berisi berbagai hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.
Menurut Darkam, glatak memiliki makna filosofis sebagai simbol perlindungan agar masyarakat senantiasa dijauhkan dari berbagai mara bahaya.
“Glatak menjadi simbol perlindungan agar masyarakat dijauhkan dari segala hal yang buruk,” jelasnya.
Setelah seluruh prosesi adat selesai, masyarakat bersama-sama mengikuti doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar desa senantiasa diberikan keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan.
Suasana kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan kenduri yang diikuti seluruh warga.
Hidangan disajikan menggunakan takir, wadah tradisional berbahan daun yang masih dipertahankan sebagai bagian dari kearifan lokal.
Puncak kemeriahan tradisi berlangsung saat masyarakat memperebutkan isi gunungan hasil bumi.
Aneka sayuran, buah-buahan, hingga bumbu dapur yang tersusun dalam gunungan menjadi rebutan warga karena dipercaya membawa keberkahan dan rezeki.
Tradisi tersebut berlangsung meriah sekaligus mempererat hubungan antarwarga yang berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan.
Pelaksanaan Tradisi Sura di Desa Sudagaran juga semakin semarak dengan penampilan musik tradisional calung yang dibawakan siswa SMKN 3 Banyumas.
Selain itu, lantunan kidung Dhandhanggula turut mengiringi jalannya prosesi sehingga menghadirkan suasana yang khidmat dan sarat nilai budaya.
Melalui penyelenggaraan Tradisi Sura tahun ini, masyarakat Desa Sudagaran menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dipadukan dengan aksi nyata menjaga lingkungan.
Penanaman pohon, pelepasliaran satwa, serta pelaksanaan ritual adat menjadi bukti bahwa warisan budaya tidak hanya berfungsi menjaga identitas masyarakat, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran untuk melestarikan alam demi keberlangsungan kehidupan di masa depan.
Tradisi yang terus dilestarikan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat di berbagai daerah untuk mengembangkan budaya lokal yang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. (fij/stch/dda)
















