BANYUMASEKSPRES.ID, BANDUNG BARAT – Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di kawasan wisata Stone Garden Citatah, Kabupaten Bandung Barat, menjadi perhatian berbagai pihak.
Keberadaan bangunan koperasi yang berdiri di area wisata alam tersebut dinilai memunculkan sejumlah persoalan, mulai dari berkurangnya area parkir, terganggunya panorama alam, hingga kekhawatiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.
Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Bandung Barat sekaligus pengelola Stone Garden Citatah, Sukmayadi, mengungkapkan bahwa pihak pengelola tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan gedung koperasi tersebut.
Menurutnya, keputusan pembangunan hanya melibatkan pengurus Koperasi Desa Merah Putih dan perangkat desa tanpa mengikutsertakan pihak yang selama ini bertanggung jawab mengelola destinasi wisata Stone Garden Citatah.
“Keputusan pembangunan kami tidak diikutsertakan sebagai pengelola, hanya pihak pengurus kopdes dan perangkat desa,” ujar Sukmayadi.
Ia menjelaskan, lokasi pembangunan gedung koperasi berada tepat di area parkir utama Stone Garden. Kondisi tersebut membuat kapasitas parkir kendaraan wisatawan berkurang secara signifikan.
Sebelum pembangunan berlangsung, area parkir mampu menampung sekitar 18 bus pariwisata berukuran besar.
Namun setelah sebagian lahan digunakan untuk pembangunan gedung koperasi, kapasitasnya menyusut hingga hanya mampu menampung sekitar tiga bus besar.
Berkurangnya lahan parkir dikhawatirkan akan berdampak pada kenyamanan wisatawan yang datang, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan ketika jumlah pengunjung meningkat tajam.
Selain persoalan parkir, pembangunan gedung juga dinilai mengganggu keindahan panorama alam yang menjadi daya tarik utama Stone Garden Citatah.
Salah satu ikon kawasan wisata tersebut adalah pemandangan Gunung Masigit yang selama ini menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto.
Kini, sebagian sudut pandang menuju Gunung Masigit disebut tertutup oleh bangunan koperasi sehingga mengurangi nilai estetika kawasan wisata.
Tidak hanya itu, pendopo yang sebelumnya dimanfaatkan wisatawan untuk beristirahat juga ikut terdampak oleh pembangunan tersebut.
Sukmayadi mengungkapkan bahwa proses pembangunan yang dimulai sejak Oktober 2025 sempat mengganggu aktivitas wisata.
Sejumlah fasilitas menjadi terbatas sehingga berdampak terhadap kenyamanan pengunjung selama proses konstruksi berlangsung.
Menurutnya, prospek usaha koperasi di lokasi tersebut juga masih menjadi tanda tanya.
Ia menilai aktivitas ekonomi koperasi akan sulit berkembang apabila hanya mengandalkan kunjungan wisatawan yang umumnya ramai pada akhir pekan dan hari libur nasional.
“Kalau hanya mengandalkan wisatawan sepertinya kurang maksimal. Ramainya hanya Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional,” katanya.
Kekhawatiran juga datang dari para pelaku UMKM yang telah lama berjualan di kawasan wisata Stone Garden.
Sedikitnya delapan warung milik warga setempat telah beroperasi sejak tahun 2014 dan menjadi sumber mata pencaharian utama bagi keluarga mereka.
Para pedagang khawatir apabila koperasi nantinya ikut menjual produk serupa, persaingan usaha akan semakin ketat sehingga berdampak terhadap pendapatan mereka.
Selama ini, keberadaan warung-warung tersebut menjadi bagian dari ekosistem wisata yang mendukung kebutuhan para pengunjung.
Hingga saat ini, gedung Koperasi Desa Merah Putih di kawasan Stone Garden Citatah masih belum beroperasi.
Bangunan tersebut juga belum diisi berbagai barang dagangan maupun aktivitas koperasi sebagaimana direncanakan.
Pihak pengelola wisata berharap pemerintah desa, pengurus koperasi, dan seluruh pemangku kepentingan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih baik.
Menurut mereka, keberadaan koperasi seharusnya dapat berjalan berdampingan dengan sektor pariwisata tanpa mengurangi daya tarik destinasi maupun mengganggu mata pencaharian masyarakat sekitar.
Pengelola berharap solusi terbaik dapat segera ditemukan sehingga pengembangan ekonomi desa melalui koperasi tetap dapat terlaksana, namun di sisi lain kelestarian kawasan wisata Stone Garden Citatah sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Bandung Barat tetap terjaga dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal serta sektor pariwisata daerah. (*/stch/dda)
















