Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

MPLS Tinggal Hitungan Hari, Kuota SD Sekolah Rakyat Banyumas Baru Terisi 26 Siswa

Sekolah Rakyat Kekurangan 64 Murid SDSekolah Rakyat Kekurangan 64 Murid SD
MEGAH: Masih penyelesaian, Sekolah Rakyat Banyumas siap menyambut MPLS pekan depan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 13 Juli 2026,

Sekolah Rakyat Banyumas masih membuka pendaftaran peserta didik baru, khususnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD).

Hingga Selasa (7/7), jumlah calon murid yang berhasil dijangkau masih jauh dari target yang telah ditetapkan.

Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan penerimaan 90 peserta didik baru jenjang SD pada tahun ajaran 2026/2027.

Namun, berdasarkan data terbaru, baru 26 anak yang telah terdaftar sebagai calon murid Sekolah Rakyat Banyumas.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Perlinsos) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Banyumas, Wahyudi Joko Siswoyo, mengatakan proses penjangkauan calon peserta didik masih terus dilakukan agar target penerimaan dapat terpenuhi.

“Per hari ini (kemarin, red), Selasa (7/7), jumlah calon murid SD yang sudah terdata sebanyak 26 anak,” ujarnya saat ditemui Radarmas.

Jumlah tersebut mengalami penambahan dibandingkan pekan sebelumnya.

Meski demikian, angka tersebut masih jauh dari target sebanyak 90 peserta didik yang diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran pada tahun ajaran baru.

Selain melakukan penjangkauan calon siswa, pemerintah bersama pengelola Sekolah Rakyat juga terus mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan MPLS.

Persiapan dilakukan melalui koordinasi antara Dinas Sosial, Sentra Satria Baturraden, serta pihak manajemen Sekolah Rakyat Banyumas.

Menurut Joko, pelaksanaan MPLS dirancang mengikuti jadwal sekolah reguler sehingga peserta didik dapat segera beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, kondisi penerimaan peserta didik jauh lebih baik.

Target penerimaan sebanyak 90 siswa telah terpenuhi sehingga tidak mengalami kekurangan peserta.

“Target penjangkauan murid SMP sama dengan SD, yakni 90 anak. Untuk SMP tidak kurang,” jelasnya.

Ia menambahkan, memang terdapat beberapa calon peserta didik SMP yang memilih mengundurkan diri.

Namun, hal tersebut tidak memengaruhi kuota penerimaan karena tingginya minat masyarakat membuat posisi yang kosong langsung diisi oleh calon peserta didik lain yang sebelumnya berada dalam daftar tunggu.

“Memang ada informasi murid SMP yang mengundurkan diri. Tetapi karena pendaftarnya banyak, kursi yang kosong langsung terisi,” katanya.

Tidak hanya jenjang SMP, penerimaan peserta didik baru untuk tingkat SMA di Sekolah Rakyat Banyumas juga telah memenuhi kuota yang ditetapkan.

Saat ini seluruh nama peserta didik SMP dan SMA tinggal menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Banyumas sebagai dasar administrasi pelaksanaan pendidikan.

“Untuk SMP dan SMA nama-nama murid baru sudah penuh. Tinggal menunggu SK Bupati,” tambah Joko.

Di sisi lain, proses pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat Banyumas di kawasan Karangcegak masih terus berlangsung.

Nantinya seluruh kegiatan belajar mengajar akan dipusatkan di lokasi tersebut setelah pembangunan dan sarana pendukung dinyatakan siap digunakan.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu pemindahan siswa SMP angkatan 2025/2026 ke gedung baru tersebut.

Pemerintah masih menunggu penyelesaian fasilitas serta penjadwalan resmi sebelum proses relokasi dilakukan.

Dengan waktu yang tersisa kurang dari sepekan menuju MPLS, Dinsos PPPA Banyumas terus mengintensifkan upaya penjangkauan calon peserta didik SD agar target penerimaan sebanyak 90 siswa dapat tercapai.

Pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga yang menjadi sasaran program Sekolah Rakyat dapat memanfaatkan kesempatan memperoleh pendidikan secara gratis dan berkualitas melalui program tersebut. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Fadli zon dinilai mengaburkan tragedi 1998

Menteri Kebudayaan Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Apakah Jadi Libur Nasional?

Berita Selanjutnya
Larang Fans Datangi Hotel Tempat Menginap

V BTS Minta Army Tak Datangi Hotel Selama Tur Arirang, Ungkap Hanya Tidur 2 Jam