Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Terminal Banjarnegara Sepi Saat Libur Sekolah, Jumlah Bus AKDP Turun hingga 25 Persen

Jumlah Bus AKDP Turun 25 PersenJumlah Bus AKDP Turun 25 Persen
PENUMPANG TURUN: Sebuah bus AKDP saat menurunkan penumpang di Terminal Tipe B Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Momen libur sekolah yang identik dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat ternyata belum mampu mendongkrak aktivitas angkutan umum reguler di Terminal Tipe B Banjarnegara.

Alih-alih mengalami lonjakan, jumlah bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang masuk ke terminal justru mengalami penurunan dibandingkan hari-hari biasa.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pengelola terminal karena masa liburan umumnya identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat untuk berwisata, pulang kampung, maupun mengunjungi keluarga.

Namun, fenomena yang terjadi di Banjarnegara justru menunjukkan tren berbeda.

Administrator Terminal Tipe B Banjarnegara, Widi, menjelaskan bahwa pada hari normal terdapat sekitar 40 unit bus AKDP yang masuk ke terminal setiap hari. Selama masa libur sekolah, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 30 unit per hari.

“Biasanya yang masuk 40 unit, sekarang turun jadi 30 unit, itu pun tidak pasti,” ujarnya.

Penurunan jumlah armada reguler tersebut diduga dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan bus pariwisata atau bus carter selama musim liburan.

Banyak perusahaan otobus mengalihkan sebagian armada AKDP untuk melayani perjalanan rombongan wisata, sekolah, maupun kegiatan keluarga.

Akibatnya, sejumlah bus yang biasanya melayani trayek reguler sementara tidak beroperasi di jalur harian sehingga jumlah kendaraan yang masuk ke Terminal Banjarnegara ikut berkurang.

Di sisi lain, aktivitas bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) justru mengalami peningkatan.

Namun, peningkatan tersebut tidak terlalu terasa di Terminal Banjarnegara karena sebagian besar armada hanya melintas tanpa masuk ke area terminal.

Menurut Widi, Terminal Banjarnegara bukan merupakan titik awal maupun tujuan utama trayek AKAP.

Bus dengan rute seperti Jakarta–Wonosobo, Surabaya–Wonosobo, hingga Surabaya–Purwokerto hanya akan memasuki terminal apabila terdapat penumpang yang akan naik ataupun turun.

“Kalau tidak ada penumpang, ya langsung lewat. Tidak mungkin mereka masuk terminal hanya untuk membayar retribusi,” katanya.

Selain pengalihan armada ke layanan bus carter, menurunnya aktivitas bus AKDP juga diperkirakan dipengaruhi perubahan pola perjalanan masyarakat selama libur sekolah.

Sebagian keluarga memilih memanfaatkan masa liburan untuk menggelar acara keluarga seperti hajatan, khitanan, atau berkumpul di lingkungan sekitar sehingga kebutuhan menggunakan angkutan umum reguler menjadi lebih rendah dibandingkan perkiraan.

Kondisi berbeda justru terjadi pada angkutan pedesaan atau mikrobus Banyumasan.

Hingga saat ini, jumlah armada mikrobus yang masuk ke Terminal Banjarnegara masih relatif stabil.

Widi menjelaskan bahwa seluruh mikrobus yang melayani rute dari wilayah Banyumas menuju Banjarnegara maupun daerah di bagian timur tetap diwajibkan masuk ke terminal berdasarkan kesepakatan paguyuban angkutan.

Karena adanya aturan tersebut, operasional mikrobus tetap berjalan normal meskipun jumlah penumpang mengalami fluktuasi selama musim liburan.

Pihak Terminal Tipe B Banjarnegara terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan armada dan jumlah penumpang selama periode libur sekolah.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui tren mobilitas masyarakat sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan layanan transportasi umum ke depan.

Meski jumlah bus AKDP mengalami penurunan, pengelola memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Seluruh armada yang beroperasi tetap diwajibkan memenuhi standar keselamatan dan kelayakan jalan agar perjalanan penumpang tetap aman dan nyaman selama musim liburan.

Dengan berakhirnya masa libur sekolah dalam beberapa pekan ke depan, aktivitas Terminal Banjarnegara diperkirakan akan kembali normal seiring kembalinya bus reguler ke trayek masing-masing dan meningkatnya mobilitas harian masyarakat. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Rumah Terbakar Belum Bisa Terima Bantuan

Dinperkim Banyumas Ungkap Alasan Rumah Korban Kebakaran Belum Berhak Terima Bantuan

Berita Selanjutnya
Hakim Vonis Nadiem 10 Tahun

Kuasa Hukum Nadiem Makarim Laporkan Empat Hakim Tipikor ke Komisi Yudisial