BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan Kabupaten Purbalingga Bersinergi dengan Produsen Air Minum Dalam Kemasan untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DLH PKP) Kabupaten Purbalingga berencana menggandeng perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) untuk mendukung pengadaan drop box dan jugangan sampah.
Inisiatif ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah anorganik dan organik di kawasan Purbalingga.
Dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR), DLH PKP berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Andi Cahyadi, Sub Koordinator Pengelolaan Sampah DLH PKP Purbalingga, menjelaskan bahwa keberadaan industri AMDK berkontribusi signifikan terhadap peningkatan timbulan sampah plastik.
Oleh karena itu, keterlibatan aktif pihak swasta dalam penanganan masalah ini menjadi sangat penting.
“Kita memberikan contoh pengolahan sampah anorganik dengan membuat drop box sampah plastik. Kami juga sudah membuat edaran ke seluruh OPD untuk menerapkan hal yang sama,” ujarnya pada hari Selasa, 19 Mei 2026.
DLH PKP Purbalingga telah menggandeng dua perusahaan AMDK lokal, yaitu PT Tirta Purbalingga Adijaya dan PT Tirta Agung Wijaya, dalam rangka mendukung penyediaan fasilitas tersebut melalui program CSR mereka.
Andi menekankan bahwa produsen memiliki tanggung jawab untuk mengelola sampah sesuai dengan regulasi yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2025.
Program ini tidak hanya mencakup pembuatan drop box untuk sampah anorganik, tetapi juga mencakup pembuatan jugangan sebagai penanganan sampah organik yang sekaligus berfungsi sebagai sarana resapan air.
“Jugangan ini konsepnya merupakan sumber resapan air, dengan struktur penahan menggunakan buis beton,” jelas Andi lebih lanjut.
Fasilitas drop box dan jugangan tersebut akan ditempatkan di lingkungan OPD dan berbagai fasilitas publik di Kabupaten Purbalingga.
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengelola limbah plastik dan organik secara efektif.
Melalui langkah kolaboratif antara pemerintah daerah dan sektor swasta ini, DLH PKP berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.
Keberadaan drop box di setiap titik strategis diharapkan akan mempermudah masyarakat dalam membuang limbah plastik secara terpisah dari sampah organik lainnya.
Di tengah meningkatnya jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh aktivitas sehari-hari masyarakat, inisiatif seperti ini sangat diperlukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong produsen AMDK agar lebih bertanggung jawab terhadap limbah yang mereka hasilkan.
Dalam rangka mendukung upaya pengurangan sampah plastik, DLH PKP Purbalingga juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak rumah tangga.
Dengan demikian, tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah bisa meningkat secara signifikan.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan, DLH PKP juga berencana untuk melibatkan komunitas lokal dalam program-program lingkungan hidup lainnya.
Keterlibatan masyarakat tidak hanya akan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga membangun rasa kepemilikan terhadap program-program tersebut.
Sementara itu, Andi Cahyadi menambahkan bahwa produk-produk berbasis lingkungan harus didorong agar lebih banyak diterima oleh masyarakat.
Salah satu cara adalah melalui kampanye-kampanye yang menarik perhatian publik tentang pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan penerapan gaya hidup ramah lingkungan.
“Dengan melibatkan produsen AMDK dalam program CSR ini, kami berharap bisa memotivasi industri lain untuk ikut serta dalam upaya pelestarian lingkungan,” ungkap Andi Cahyadi.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta, harapannya adalah dapat tercipta solusi yang inovatif untuk masalah pengelolaan sampah yang semakin kompleks.
Ke depan, DLH PKP berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan terkait pengelolaan sampah di Purbalingga melalui berbagai inovasi yang ramah lingkungan.
Program-program lain seperti bank sampah ditargetkan dapat diperluas cakupannya sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa terlibat langsung dalam proses daur ulang serta pemanfaatan kembali sampah.
Upaya-upaya seperti ini bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan ruang terbuka hijau yang bersih dan sehat.
Oleh karena itu, kolaborasi antara berbagai pihak perlu terus dijalin demi mencapai tujuan bersama yaitu lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dengan adanya dukungan dari perusahaan-perusahaan lokal serta partisipasi aktif dari masyarakat, harapan akan tercapainya pengelolaan sampah yang lebih baik di Kabupaten Purbalingga bukanlah sekadar mimpi belaka tetapi sebuah kenyataan yang dapat dicapai jika semua elemen bekerja sama dengan baik. (alw/stch/dda)
















