BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Menyambut perayaan Iduladha, ratusan juru sembelih halal (Juleha) berkumpul dalam sebuah acara yang bertajuk Apel Akbar dan Juleha Fest 2026.
Acara ini diselenggarakan di halaman Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Banjarnegara pada hari Selasa, tanggal 19 Mei 2026.
Kegiatan ini memiliki tujuan yang sangat penting yaitu memperkuat jaminan kehalalan serta kualitas daging kurban yang akan dikonsumsi oleh masyarakat saat penyembelihan hewan dalam jumlah besar.
Berdasarkan data dari tahun lalu, jumlah hewan kurban yang disembelih di Banjarnegara mencapai hampir 5 ribu ekor sapi serta lebih dari 7 ribu kambing dan domba.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan juru sembelih terlatih semakin mendesak.
Ketua DPD Juru Sembelih Halal Banjarnegara, Saefurohman, menjelaskan bahwa organisasi ini dibentuk sebagai respons terhadap keresahan masyarakat mengenai jaminan kehalalan produk daging.
Menurutnya, keberadaan juru sembelih tidak hanya dituntut untuk memahami syariat Islam tetapi juga standar kesehatan pangan yang berlaku.
“Kami ingin menghasilkan juru sembelih yang mampu memastikan daging memenuhi standar ASUH, yaitu aman, sehat, utuh, dan halal,” ungkap Saefurohman.
Dalam konteks ini, penting untuk mencatat bahwa prinsip-prinsip kehalalan dalam penyembelihan hewan menjadi sorotan utama bagi masyarakat Muslim.
Warga berhak mendapatkan informasi yang transparan mengenai proses penyembelihan agar mereka bisa merasa tenang saat mengonsumsi daging kurban.
Dengan adanya pelatihan bagi juru sembelih halal ini, masyarakat dapat merasa lebih yakin bahwa daging yang mereka konsumsi benar-benar memenuhi kriteria kehalalan.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, juga memberikan penekanan pada pentingnya prinsip penyembelihan yang tidak hanya halal tetapi juga memperhatikan kesejahteraan hewan.
Dia menyatakan bahwa proses penyembelihan harus mengedepankan tiga prinsip utama: Asah, Asih, dan Asuh.
Prinsip Asah berarti memastikan pisau yang digunakan dalam penyembelihan benar-benar tajam agar hewan tidak tersiksa selama proses tersebut.
Selanjutnya, prinsip Asih berkaitan dengan perlakuan baik terhadap hewan saat proses penyembelian berlangsung.
Sedangkan prinsip Asuh menekankan pada kebersihan serta keamanan daging agar layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
“Dari pisau para penyembelih inilah status daging ditentukan, apakah menjadi hidangan halal dan berkah atau justru sebaliknya,” tegas Wakhid Jumali.
Pernyataan ini merangkum esensi dari kegiatan tersebut yaitu memastikan bahwa setiap aspek dari proses penyembelihan hewan harus diperhatikan dengan seksama untuk menjaga kualitas daging kurban.
Sementara itu, Kepala DPPKP Banjarnegara, Sapta Adi, menambahkan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung rencana pembentukan kader Juleha hingga tingkat desa.
“Keberadaan petugas sembelih yang terlatih akan membantu masyarakat mendapatkan layanan penyembelihan yang sesuai syariat dan standar kesehatan,” ujarnya.
Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kehalalan produk daging tetapi juga untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan warga setempat.
Kegiatan Apel Akbar dan Juleha Fest 2026 juga diisi dengan berbagai demonstrasi praktis seperti teknik penyembelihan kambing serta pemisahan tulang dan pengulitan secara profesional.
Peserta mendapatkan edukasi tentang pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah disembelih untuk memastikan bahwa daging yang dihasilkan benar-benar layak untuk dikonsumsi oleh publik.
Demonstrasi tersebut memberikan gambaran nyata tentang bagaimana proses penyembelihan harus dilakukan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Hal ini penting terutama menjelang Iduladha ketika masyarakat berbondong-bondong melakukan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ibadah.
Perhatian terhadap aspek kesehatan hewan sebelum proses penyembilhan merupakan bagian integral dari keseluruhan proses yang harus dipahami oleh setiap juru sembelih halal.
Dengan memeriksa kesehatan hewan sebelum disembeli, mereka dapat mencegah potensi risiko bagi kesehatan konsumen setelah daging dikonsumsi. (jud/stch/dda)
















