Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
5 Tanda Ginjal Mulai Alami Penurunan dan Bermasalah
Dompet Digital Bertransformasi Menjadi Solusi Atur Finansial Secara Praktis

Dompet Digital Bertransformasi Menjadi Solusi Atur Finansial Secara Praktis

Penggunaan E Wallet Lebih PraktisPenggunaan E Wallet Lebih Praktis

BANYUMASEKSPRES.ID, Penggunaan e-wallet di Indonesia terus berkembang seiring perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola transaksi sehari-hari.

Jika sebelumnya dompet digital lebih banyak dimanfaatkan untuk membayar makanan, belanja, atau tagihan, kini fungsinya semakin luas dan mulai berkaitan dengan kebutuhan finansial pengguna.

Di tengah kebutuhan rumah tangga yang meningkat, masyarakat tetap mengandalkan tabungan di perbankan sebagai sumber dana yang mudah dicairkan ketika menghadapi kebutuhan mendesak.

Bank Indonesia mencatat dana pihak ketiga (DPK) perbankan mencapai Rp9.698,7 triliun pada Mei 2026. Nilai tersebut tumbuh 10,8 persen secara tahunan.

Namun, perkembangan teknologi finansial membuat masyarakat memiliki pilihan lain untuk mengatur transaksi dan sebagian kebutuhan keuangan.

E-wallet menjadi salah satu layanan yang semakin dekat dengan aktivitas harian masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Praktisnya Dompet Digital Bagi Gen Z

Data Jakpat menunjukkan bahwa dompet digital telah menjadi salah satu kategori fintech dengan tingkat penggunaan tinggi di Indonesia.

Survei tersebut melibatkan 1.945 responden yang terdiri atas Gen Z sebesar 42 persen, Milenial 39 persen, dan Gen X 19 persen.

Alasan Masyarakat Menggunakan E-Wallet

Kemudahan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penggunaan dompet digital. Selain itu dompet digital seperti OVO kini lakukan keamanan ketat dengan autentikasi berulang ditambah bantuan AI.

Sekitar 60 persen responden menyebut aplikasi yang mudah digunakan serta proses pembayaran yang praktis sebagai alasan menggunakan e-wallet.

Selain untuk transaksi, sebagian pengguna mulai melihat dompet digital sebagai layanan dengan fungsi yang lebih beragam.

Sekitar tiga dari 10 responden Gen Z tertarik menggunakan e-wallet karena memiliki fitur, seperti pembayaran, transfer dana, dan menyimpan uang. Aspek keamanan dan legalitas juga menjadi pertimbangan.

Sebanyak 56 persen responden Milenial menyatakan menggunakan e-wallet yang resmi dan memiliki izin sesuai ketentuan regulator, termasuk yang terdaftar atau berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai jenis layanannya.

Transfer hingga Bayar Tagihan Jadi Fungsi Utama

Fungsi transfer uang menjadi salah satu penggunaan e-wallet yang paling banyak dilakukan. Sekitar tujuh dari 10 responden memanfaatkan dompet digital untuk mengirim atau menerima dana.

Selain transfer, masing-masing 64 persen responden menggunakan e-wallet untuk membayar tagihan dan melakukan transaksi belanja online.

Dompet digital juga cukup banyak dipakai untuk pembayaran secara langsung di toko fisik serta layanan pesan antar. Menariknya, pola penggunaan berbeda berdasarkan kelompok usia.

Sekitar tiga dari empat Milenial menggunakan e-wallet untuk membayar tagihan. Sementara itu, 53 persen Gen Z memanfaatkannya untuk menyimpan uang.

Pada kelompok Gen X, kebutuhan yang cukup menonjol adalah pembayaran transportasi. Sebanyak 47 persen responden Gen X menggunakan e-wallet untuk membayar ongkos perjalanan.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa dompet digital tidak digunakan dengan pola yang seragam. Kebutuhan, kebiasaan, dan karakteristik masing-masing generasi menentukan fitur yang sering mereka gunakan.

E-Wallet Mulai Berperan dalam Pengelolaan Keuangan

Perkembangan fitur membuat e-wallet semakin jauh dari sekadar alat pembayaran. Dompet digital kini dapat digunakan untuk berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan dana sehari-hari.

Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna, menyebut e-wallet telah menjadi bagian dari kebutuhan finansial harian masyarakat.

Meski cara penggunaannya berbeda antar-generasi, kemudahan dan kepraktisan tetap menjadi alasan utama. Informasi mengenai layanan e-wallet juga diperoleh masyarakat melalui berbagai saluran.

Sebanyak 36 persen responden mengenal atau mendapatkan informasi mengenai dompet digital melalui iklan di media sosial. Sebanyak 35 persen lainnya mengetahuinya dari rekomendasi orang terdekat.

Sementara itu, media massa masih berperan pada kelompok usia tertentu. Sekitar satu dari empat responden Gen X mendapatkan informasi mengenai e-wallet dari iklan di media massa.

DANA Banyak Digunakan Gen Z, GoPay Kuat di Milenial dan Gen X

Survei Jakpat juga memperlihatkan adanya perbedaan popularitas merek berdasarkan kelompok usia.

DANA menjadi e-wallet yang banyak digunakan dalam survei dengan persentase 72 persen dan penggunaannya cukup kuat di kalangan Gen Z.

Di posisi berikutnya terdapat GoPay dengan angka penggunaan 60 persen. Layanan tersebut lebih banyak digunakan oleh kelompok Milenial dan Gen X.

Perbedaan preferensi ini menunjukkan persaingan layanan dompet digital semakin berkembang. Setiap merek memiliki fitur dan segmen pengguna yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing.

SPayLater Dominan pada Pengguna Paylater

Selain layanan pembayaran, fitur paylater juga mulai digunakan oleh sebagian pengguna e-wallet. Dalam survei tersebut, sekitar 15 persen responden mengaku memanfaatkan layanan paylater.

SPayLater menjadi layanan yang paling banyak digunakan di kategori tersebut dengan persentase 75 persen dari pengguna paylater. Penggunaannya bahkan mencapai 84 persen di kalangan Gen Z.

Selain SPayLater, terdapat GoPay Later dengan penggunaan 42 persen dan DANA Cicil sebesar 25 persen.

Lead Researcher Jakpat menilai perbedaan pilihan layanan antar-generasi menunjukkan bahwa preferensi pengguna semakin beragam.

Artinya, perkembangan e-wallet tidak hanya soal memperbanyak transaksi, tetapi juga bagaimana penyedia layanan menghadirkan fitur yang sesuai dengan kebutuhan finansial masyarakat.

Meski semakin praktis, penggunaan e-wallet perlu diimbangi literasi keuangan. Kemudahan menyimpan dana, bertransaksi, atau menggunakan fasilitas cicilan sebaiknya disertai pemahaman mengenai biaya.

Kemudian, adanya keamanan akun, serta kemampuan membayar agar dompet digital benar-benar menjadi alat bantu finansial, bukan sumber masalah keuangan baru. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Inilah Tanda Ginjal Alami Perubahan

5 Tanda Ginjal Mulai Alami Penurunan dan Bermasalah