Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
160 Kader NU Kebumen Bakal Hadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang
Elryan Carlen Laporkan Eza Gionino ke Polisi, Ungkap Dugaan Pemukulan dan Knuckle

Elryan Carlen Laporkan Eza Gionino ke Polisi, Ungkap Dugaan Pemukulan dan Knuckle

Dilaporkan ke PolisiDilaporkan ke Polisi
Eza Gionino

BANYUMASEKSPRES.ID, DEPOK – Aktor Eza Gionino dilaporkan rekan seprofesinya, Elryan Carlen, ke Polres Metro Depok terkait dugaan penganiayaan.

Elryan kemudian mendatangi kepolisian untuk memberikan klarifikasi sekaligus menjalani pemeriksaan terkait insiden yang disebut terjadi di kawasan Cibubur pada 12 Agustus 2026.

Dalam pemeriksaan tersebut, Elryan mengaku mendapat sejumlah pertanyaan dari tim penyidik mengenai kronologi dugaan penganiayaan yang dialaminya.

Setidaknya ada 12 pertanyaan yang diajukan polisi untuk menggali lebih jauh kejadian tersebut.

“Ada 12 pertanyaan seputar apa yang terjadi, terus kejadiannya seperti apa, kronologinya, terus apa yang dipukul, terus dia bawa apa, dengan siapa, kejadiannya di mana,” ujar Elryan Carlen.

Elryan kemudian membeberkan kronologi versi dirinya mengenai dugaan penganiayaan tersebut.

Ia mengatakan kejadian bermula ketika Eza Gionino tiba-tiba mendatangi kediamannya.

Menurut Elryan, kedatangan Eza kemudian diikuti tuduhan mengenai dugaan hubungan spesial antara dirinya dengan mantan istri Eza yang disebut bernama Eca.

Elryan mengaku bingung dengan tuduhan tersebut karena menurutnya tidak ada bukti yang mendasari tudingan tersebut.

“Kronologis singkatnya sih dia datang tanpa tuduhan. Dia minta ketemu sama saya, datang, eh tiba-tiba dia menuduh hal yang dia tuduhkan ke saya, terus melakukan pemukulan,” tuturnya.

Ia mengatakan tuduhan tersebut menjadi awal terjadinya perselisihan hingga dugaan tindakan kekerasan.

Akibat kejadian tersebut, Elryan mengaku mengalami luka pada bagian wajah, khususnya di area rahang.

Ia juga telah menjalani visum yang menurutnya menjadi salah satu bukti untuk mendukung laporan yang dibuat kepada polisi.

Selain dugaan pemukulan menggunakan tangan, Elryan menyebut Eza sempat membawa alat yang disebut knuckle ketika kejadian berlangsung.

“Rahang bagian sini (yang dipukul). Sudah, mungkin itu yang paling keras ya. Jadi yang saya visum juga bagian sini,” kata Elryan.

Ia mengungkapkan sempat meminta agar knuckle tersebut dilepaskan sebelum mereka melanjutkan pembicaraan.

Menurut Elryan, alat tersebut akhirnya dilepaskan setelah dirinya meminta demikian.

Perselisihan antara kedua aktor tersebut sebenarnya sempat diikuti permintaan maaf dari pihak Eza Gionino.

Elryan mengatakan permintaan maaf tersebut disampaikan melalui pesan singkat beberapa jam setelah kejadian.

Meski demikian, Elryan mengaku memilih untuk tetap melanjutkan proses hukum.

Ia mengatakan pintu komunikasi dengan Eza telah ditutup dan persoalan tersebut kini diserahkan kepada pihak kepolisian.

Elryan menyebut langkah hukum diambil agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

“Di jam 5 itu dia minta maaf sih. Tapi ya saya ngelaporin ini sekali lagi untuk pihak dia tuh biar jera lah, ada hukum jera, biar dia nggak sembarangan untuk ke depannya,” tegasnya.

Elryan berharap proses hukum yang berjalan dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Ia juga mengatakan dirinya dan Eza sebenarnya telah saling mengenal selama sekitar 11 tahun.

Untuk mendukung laporan dugaan penganiayaan tersebut, Elryan menyebut telah menyiapkan sejumlah bukti tambahan. Salah satunya berupa rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian.

Selain rekaman CCTV, keterangan saksi juga disebut dapat menjadi bagian dari bukti yang diserahkan kepada penyidik.

Elryan mengatakan seluruh proses berikutnya akan diserahkan kepada kepolisian.

Ia berharap penyidik dapat memproses laporan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Eza Gionino dan Elryan Carlen tersebut masih dalam proses penanganan kepolisian.

Keterangan mengenai kronologi maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam perkara ini masih berdasarkan pernyataan Elryan dan perlu menunggu proses penyelidikan serta keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Eza Gionino. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Ratusan Kader Siap Serap Gagasan

160 Kader NU Kebumen Bakal Hadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang