Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Empat Ponpes di Purbalingga Terima Bantuan Sanitasi Rp250 Juta, Kemenag Kawal Pelaksanaan

Empat Ponpes Terima Bantuan SanitasiEmpat Ponpes Terima Bantuan Sanitasi
DUKUNG SANITASI: Sosialisasi program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi bagi pondok pesantren di Kantor Bapperida Purbalingga

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Sebanyak empat pondok pesantren di Kabupaten Purbalingga menerima bantuan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi senilai Rp250 juta untuk masing-masing lembaga.

Program tersebut dikawal Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga guna meningkatkan kualitas sarana sanitasi sekaligus menciptakan lingkungan pesantren yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi para santri.

Empat pondok pesantren yang memperoleh bantuan tersebut yakni PPM Darussalam Muhammadiyah Kaligondang, Pondok Pesantren Al Fatah Kejobong, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Putri Al Husna Bojongsari, serta Pondok Pesantren Manbaul Ihsan Al Baedlowi Kertanegara.

Masing-masing lembaga menerima alokasi dana sebesar Rp250 juta sehingga total bantuan yang digelontorkan untuk empat pondok pesantren mencapai Rp1 miliar.

Bantuan tersebut akan digunakan untuk membangun maupun meningkatkan fasilitas sanitasi yang menjadi kebutuhan dasar di lingkungan pesantren.

Pelaksanaan program dilakukan secara swakelola oleh masing-masing pondok pesantren.

Adapun pencairan dana dilakukan dalam dua tahap sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan secara bertahap dan tetap sesuai dengan ketentuan administrasi.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Lina Parwati, menjelaskan bahwa bantuan IBM Sanitasi merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang disalurkan melalui jalur aspirasi anggota DPR RI.

Menurut Lina, Kemenag Purbalingga memiliki peran dalam melakukan koordinasi, komunikasi, serta memastikan seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Pengawasan tersebut dilakukan agar pembangunan fasilitas sanitasi dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat optimal bagi para santri.

“Sanitasi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung proses pendidikan di pondok pesantren. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan kenyamanan bagi santri dalam belajar sekaligus mendukung terwujudnya pesantren yang sehat,” kata Lina, Selasa (28/7/2026).

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas sanitasi yang layak tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan para penghuni pondok pesantren.

Dengan kondisi lingkungan yang sehat, aktivitas belajar mengajar maupun kegiatan keagamaan dapat berlangsung lebih nyaman dan produktif.

Selain mengawasi pelaksanaan pembangunan, Kemenag Purbalingga juga mengimbau seluruh pondok pesantren penerima bantuan agar menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun.

Perawatan yang baik dinilai penting agar manfaat bantuan pemerintah dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Ke depan kami berharap kuota penerima tidak hanya empat lembaga, tetapi dapat bertambah pada tahap berikutnya,” ujar Lina.

Harapan tersebut muncul karena masih banyak pondok pesantren di Kabupaten Purbalingga yang membutuhkan peningkatan fasilitas sanitasi.

Dengan bertambahnya jumlah penerima bantuan pada masa mendatang, semakin banyak lingkungan pesantren yang dapat memenuhi standar sanitasi yang baik.

Program IBM Sanitasi menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan keagamaan.

Selain menunjang kesehatan lingkungan, program ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan higienis bagi para santri serta seluruh warga pesantren.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agama, dan pondok pesantren sebagai pelaksana swakelola, pembangunan fasilitas sanitasi diharapkan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan pesantren di Kabupaten Purbalingga. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Bayi Monyet Punch yang Mengharukan

Dulu Viral Peluk Boneka Orangutan, Kini Punch Tumbuh Mandiri dan Jadi Favorit Wisatawan

Berita Selanjutnya
Universitas Pertamina

Kesempatan Kuliah Gratis, KIP Kuliah Universitas Pertamina 2026 Resmi Dibuka