BANYUMASEKSPRES.ID, JEPANG – Punch, bayi monyet makaka Jepang yang sempat mencuri perhatian dunia karena selalu memeluk boneka orangutan, kini genap berusia satu tahun.
Meski telah tumbuh lebih mandiri dan tidak lagi bergantung pada boneka kesayangannya, Punch tetap menjadi salah satu penghuni paling populer di Taman Zoologi dan Botani Kota Ichikawa, Jepang.
Punch lahir pada 26 Juli 2025, namun harus menghadapi awal kehidupan yang berat setelah ditinggalkan induknya tidak lama setelah dilahirkan.
Kondisi tersebut membuat tim penjaga kebun binatang mengambil alih perawatan agar bayi makaka itu dapat bertahan hidup dan tumbuh dengan baik.
Sebagai bagian dari proses pengasuhan, para penjaga memberikan sebuah boneka orangutan kepada Punch.
Boneka tersebut bukan sekadar menjadi teman tidur, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam membantu perkembangan fisiknya.
“Tujuannya bukan sekadar sebagai teman tidur, melainkan untuk melatih daya cengkeram tangannya, sebuah kemampuan krusial yang sangat dibutuhkan bayi monyet untuk bertahan hidup,” tulis Associated Press (AP), dikutip Selasa (28/7/2026).
Selama enam bulan pertama kehidupannya, Punch dirawat secara intensif oleh tim kebun binatang.
Setelah dinilai cukup kuat, ia mulai diperkenalkan dengan sekitar 50 ekor monyet lain agar dapat beradaptasi dan hidup bersama kelompoknya.
Proses tersebut ternyata tidak berjalan mudah. Pada awal perkenalan, Punch beberapa kali ditolak oleh kelompoknya.
Kondisi itu membuatnya kembali mencari rasa aman dengan memeluk boneka orangutan yang selama ini menemaninya sejak bayi.
Momen-momen menyentuh ketika Punch memeluk bonekanya kemudian direkam dan diunggah ke media sosial pada Februari lalu.
Video tersebut dengan cepat menjadi viral dan menyentuh hati jutaan orang di berbagai negara.
Tagar #HangInTherePunch ramai digunakan warganet sebagai bentuk dukungan kepada Punch agar berhasil beradaptasi dengan kelompoknya.
Popularitas tersebut turut mendongkrak jumlah pengunjung ke Taman Zoologi dan Botani Kota Ichikawa.
Puluhan ribu wisatawan, termasuk dari luar Jepang, datang untuk melihat langsung kisah inspiratif bayi makaka tersebut.
Kepala Kebun Binatang Ichikawa, Takashi Yasunaga, mengatakan Punch hingga kini masih menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.
Antusiasme masyarakat bahkan terlihat dari ribuan ucapan selamat ulang tahun yang diterima kebun binatang.
Menurut Takashi, sekitar 2.500 kartu ucapan ulang tahun dari berbagai negara telah diterima dan dipajang di area pameran khusus sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan hidup Punch.
Kisah Punch juga memberikan inspirasi bagi banyak orang. Salah satunya adalah Kumi Ishizawa, pengunjung asal Kobe, yang mengaku termotivasi untuk terus berjuang melawan penyakit yang dideritanya setelah menyaksikan video Punch di media sosial.
Semangat Punch yang perlahan mampu diterima kelompoknya membuat Kumi terdorong untuk menjalani proses pemulihan hingga akhirnya dapat berkunjung langsung ke kebun binatang dan melihat Punch secara langsung.
Kini, setelah genap berusia satu tahun, Punch telah tumbuh menjadi monyet yang lebih mandiri.
Ia semakin mampu berinteraksi dengan kelompoknya dan tidak lagi bergantung pada boneka orangutan yang dahulu selalu dipeluknya untuk mencari rasa aman.
Takashi berharap Punch dapat terus hidup sehat dan berkembang bersama kelompoknya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim penjaga satwa yang telah merawat Punch dengan penuh dedikasi sejak hari pertama kehidupannya.
Perjalanan Punch dari bayi monyet yang kehilangan induk hingga menjadi penghuni favorit kebun binatang menunjukkan pentingnya kepedulian, kesabaran, dan kasih sayang dalam merawat satwa.
Kisahnya tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang di berbagai belahan dunia tentang arti perjuangan, harapan, dan kemampuan untuk bangkit dari keadaan yang sulit. (*/stch/dda)














