Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Simak Posisi Karir di Lowongan IKEA Indonesia Untuk Fresh Graduate
Fakta Menarik Film Obsession Yang Sukses Raih Keuntungan Rp 7,1T

Fakta Menarik Film Obsession Yang Sukses Raih Keuntungan Rp 7,1T

Suksesnya Film ObsessionSuksesnya Film Obsession

BANYUMASEKSPRES.ID, Film horor independen Obsession berhasil mencatat pencapaian luar biasa di box office global. Film yang disutradarai Curry Barker ini dilaporkan meraih pendapatan lebih dari US$400 juta atau sekitar Rp7,1 triliun.

Kesuksesan tersebut menjadi semakin menarik karena Obsession dibuat dengan anggaran produksi yang relatif kecil.

Film debut Barker hanya menghabiskan dana sekitar US$750 ribu hingga US$1 juta, tetapi mampu menghasilkan ratusan juta dolar dari penjualan tiket bioskop.

Dengan perbandingan antara biaya produksi dan pendapatan, Obsession bahkan disebut berpotensi menjadi salah satu film paling menguntungkan dalam sejarah perfilman.

Film ini pertama kali diperkenalkan kepada publik melalui Festival Film Toronto 2025 sebelum mendapatkan perilisan bioskop secara luas pada awal Mei 2026.

Dalam waktu relatif singkat, Obsession berkembang menjadi fenomena, terutama berkat respons positif dari penonton muda dan komunitas penggemar film horor.

Film Obsession

Obsession Lampaui Kesuksesan The Blair Witch Project

Keberhasilan Obsession tidak hanya dilihat dari jumlah pendapatan yang berhasil dikumpulkan. Rasio antara pemasukan dan modal produksi menjadi faktor utama yang membuat film ini begitu istimewa.

Bruce Nash, pendiri situs pemantau industri film The Numbers, menilai capaian Obsession berpotensi melampaui The Blair Witch Project sebagai film dengan tingkat keuntungan paling impresif jika dibandingkan dengan biaya produksinya.

Sebagai gambaran, The Blair Witch Project yang dirilis pada 1999 dibuat dengan anggaran sekitar US$600 ribu dan menghasilkan kurang lebih US$250 juta di box office dunia.

Sementara itu, Obsession mampu mengumpulkan sekitar US$430 juta dengan modal yang tidak jauh berbeda. Selain itu, terdapat drama korea Teach You a Lesson yang tempati sebagai drama terbaik di Netflix 2026.

Jika hanya melihat nominal pendapatan, film-film blockbuster seperti Avatar, Titanic, dan Frozen tentu masih berada di level yang berbeda. Namun, produksi film-film tersebut membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.

Inilah yang membuat performa Obsession menjadi perhatian. Film dengan modal kurang dari US$1 juta mampu menghasilkan pendapatan ratusan kali lipat dari biaya produksinya.

Horor Jadi Genre yang Kembali Digemari Penonton Muda

Kesuksesan Obsession juga memperlihatkan bahwa film horor masih memiliki pasar yang kuat, terutama di kalangan generasi muda.

Film tersebut disebut memperoleh banyak perhatian dari penonton Gen Z dalam beberapa bulan setelah dirilis.

Rekomendasi dari penonton turut membantu memperluas popularitasnya dan membuat film yang awalnya diproduksi dengan skala sederhana tersebut mampu bersaing dengan proyek berbiaya besar.

Fenomena serupa juga terlihat melalui Backrooms karya Kane Parsons. Film horor tersebut berhasil mengantongi sekitar US$360 juta dari anggaran produksi sekitar US$10 juta.

Keduanya bahkan masuk dalam jajaran film dengan pendapatan tertinggi sepanjang 2026. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan menarik dalam industri film.

Hal ini terutama semakin terbukanya peluang bagi kreator independen maupun kreator media sosial untuk menghasilkan karya layar lebar yang sukses secara komersial.

Kisah Obsession Angkat Isu Hubungan Toxic

Di balik keberhasilan box office-nya, Obsession menawarkan cerita yang tidak sekadar mengandalkan jumpscare dan adegan mengerikan.

Film ini mengikuti seorang pemuda yang menggunakan sebuah mainan mistis bernama One Wish Willow.

Ia memanfaatkan benda tersebut untuk membuat teman lama sekaligus perempuan yang disukainya jatuh cinta kepadanya.

Namun, keinginannya justru membawa konsekuensi mengerikan. Situasi berkembang menjadi rangkaian peristiwa penuh kekerasan dan teror yang mengubah hubungan antarkarakter.

Cerita tersebut sekaligus memasukkan sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan modern, seperti hubungan tidak sehat atau toxic relationship, budaya kencan, obsesi, serta persoalan consent.

Perpaduan antara horor dan isu sosial tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membuat Obsession tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga bahan pembicaraan bagi penontonnya.

Kesuksesan Obsession Buka Jalan bagi Curry Barker

Kesuksesan Obsession turut mengubah karier Curry Barker. Sebelum menggarap film panjang tersebut, Barker lebih dikenal sebagai kreator video di YouTube.

Kini, sutradara yang masih berusia 26 tahun itu mulai mendapatkan perhatian besar dari industri Hollywood.

Pencapaiannya menjadi contoh bagaimana kreator digital dapat beralih ke industri film dan menghasilkan karya yang memiliki daya tarik komersial besar.

Barker juga telah menyiapkan sejumlah proyek berikutnya. Salah satunya adalah Anything But Ghosts, film panjang keduanya yang juga akan menampilkan dirinya sebagai aktor.

Tidak berhenti di sana, Barker dipercaya untuk mengarahkan versi terbaru dari film slasher klasik The Texas Chain Saw Massacre yang pertama kali dirilis pada 1974.

Dengan performa Obsession yang sangat kuat, perjalanan Barker di Hollywood tentu menjadi salah satu perkembangan menarik untuk diperhatikan.

Film tersebut sekaligus membuktikan bahwa modal produksi kecil tidak selalu menjadi penghalang untuk menciptakan kesuksesan besar di box office, selama memiliki cerita kuat dan mampu menemukan penonton yang tepat. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Lowongan Kerja di IKEA Indonesia

Simak Posisi Karir di Lowongan IKEA Indonesia Untuk Fresh Graduate