Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kuliah Sekaligus Punya Jaminan Kerja, ULBI Salurkan 90 Lulusan ke PT Pos
Yasamin Jasem Ungkap Tantangan Final Battle PAKET SANTET, Penuh Adegan Ekstrem

Yasamin Jasem Ungkap Tantangan Final Battle PAKET SANTET, Penuh Adegan Ekstrem

Yasamin Jasem Harus Angkat dan Lempar PemainYasamin Jasem Harus Angkat dan Lempar Pemain
Yasamin Jasem

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Aktris Yasamin Jasem menghadapi tantangan fisik yang tidak biasa saat menjalani proses syuting film horor PAKET SANTET.

Salah satu bagian paling menantang adalah adegan final battle yang menuntut dirinya melakukan berbagai gerakan fisik intens, mulai dari mengangkat hingga melempar pemain lain.

Meski harus melakukan koreografi dengan tenaga besar, Yasamin justru dituntut tidak memperlihatkan ekspresi seperti sedang kelelahan atau kesulitan.

Tantangan tersebut membuat proses pengambilan adegan final battle membutuhkan persiapan dan latihan yang cukup panjang.

Yasamin mengungkapkan, adegan final battle melibatkan karakter Patih dan Aingda dengan rangkaian koreografi yang cukup ekstrem.

Ia harus mengikuti setiap gerakan secara tepat agar adegan terlihat meyakinkan ketika ditampilkan di layar lebar.

“Final battle ini kan banyak sekali melibatkan Patih dan Aingda. Banyak sekali harus angkut-angkat dan melempar-melempar. Tapi at the same time itu enggak boleh kelihatan keberatan,” ujar Yasamin saat ditemui di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Tantangan dalam adegan tersebut bukan hanya mengenai kemampuan fisik. Yasamin juga harus mampu menjaga ekspresi wajah agar tetap sesuai dengan karakter.

Sutradara PAKET SANTET, Dinna Jasanti, beberapa kali memberikan arahan kepada Yasamin agar ekspresinya tidak menunjukkan bahwa dirinya sedang mengerahkan tenaga besar.

Menurut Yasamin, arahan tersebut menjadi salah satu bagian yang cukup sulit karena secara fisik dirinya memang harus melakukan gerakan yang membutuhkan tenaga.

“Berapa kali Bu Dina harus bilang, ‘Yasamin mukanya enggak boleh terlihat struggling gitu’,” kata Yasamin.

Dalam produksi film aksi maupun horor, adegan pertarungan harus terlihat natural sekaligus tetap aman bagi para pemain.

Karena itu, kemampuan aktor dalam mengontrol gerakan dan ekspresi menjadi bagian penting dari proses syuting.

Yasamin harus memastikan setiap gerakan sesuai dengan koreografi yang sudah dipersiapkan, sementara ekspresi wajah tetap terlihat seperti bagian dari cerita dan bukan seperti seseorang yang sedang melakukan latihan fisik.

Untuk mendapatkan hasil adegan yang maksimal, para pemain tidak langsung melakukan seluruh koreografi saat kamera mulai merekam. Mereka terlebih dahulu menjalani latihan secara bertahap.

Latihan dilakukan untuk menyamakan ritme, blocking, arah gerakan, hingga momentum setiap aksi.

Hal tersebut penting agar setiap pemain mengetahui posisi masing-masing dan dapat melakukan adegan secara aman.

Beberapa bagian final battle bahkan membutuhkan gerakan yang lebih kompleks.

Para pemain harus melakukan adegan menempel di dinding, berpindah level, hingga melakukan gerakan saling bertubrukan.

Koreografi seperti itu membutuhkan koordinasi yang baik antara pemain dan tim produksi.

Kesalahan kecil dalam menentukan posisi atau momentum dapat membuat gerakan tidak terlihat natural atau bahkan meningkatkan risiko cedera.

Yasamin mengatakan, salah satu bagian paling menantang adalah ketika para pemain harus melakukan adegan yang melibatkan dinding dan gerakan saling bertabrakan.

“Yang menuju akhir-akhir banget itu main keri-kerian tempel-tempel di tembok, naik-naik ke tembok. Ada yang mau kita tubruk-tubrukan itu challenging banget, butuh banyak waktu dan trial and error untuk dapetin that perfect shot,” ungkapnya.

Proses trial and error menjadi bagian penting dalam produksi final battle PAKET SANTET.

Para pemain dan kru perlu melakukan berbagai percobaan untuk menemukan kombinasi gerakan yang paling tepat.

Tidak semua koreografi dapat langsung menghasilkan gambar yang sesuai dengan kebutuhan sutradara.

Posisi kamera, pencahayaan, blocking pemain, kecepatan gerakan, hingga ekspresi aktor harus diperhitungkan secara bersamaan.

Karena itu, sebuah adegan yang terlihat singkat di layar dapat membutuhkan waktu cukup panjang dalam proses produksinya.

Bagi Yasamin, pengalaman tersebut justru menjadi salah satu bagian menarik selama menjalani syuting PAKET SANTET.

Meski menguras tenaga, ia menikmati tantangan yang diberikan dalam adegan final battle.

Setelah melalui berbagai latihan dan percobaan, Yasamin berharap hasil akhir adegan tersebut dapat memberikan pengalaman menonton yang menarik bagi penonton.

“Pas nonton, we got it. Semoga enjoy,” ujar Yasamin.

PAKET SANTET merupakan film horor yang mengangkat kisah tujuh mahasiswa yang menjadi target teror setelah menerima sebuah paket misterius.

Paket tersebut kemudian membawa mereka pada rangkaian peristiwa menyeramkan yang berkaitan dengan masa lalu.

Luka dan persoalan yang belum terselesaikan menjadi bagian penting dalam cerita film tersebut.

Konsep tersebut membuat PAKET SANTET tidak hanya mengandalkan unsur jumpscare, tetapi juga menghadirkan konflik yang berkaitan dengan hubungan antarkarakter serta kejadian masa lalu.

Film ini diproduksi oleh BASE Entertainment dan disutradarai Dinna Jasanti.

Sementara itu, naskah film ditulis oleh Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo.

Dengan kehadiran rangkaian adegan horor dan final battle yang membutuhkan koreografi intens, PAKET SANTET menjadi salah satu film horor Indonesia yang dijadwalkan hadir di bioskop pada Agustus 2026.

Bagi penggemar film horor Indonesia, PAKET SANTET dijadwalkan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026.

Cerita mengenai tujuh mahasiswa yang menjadi target santet melalui sebuah paket misterius menjadi daya tarik utama film tersebut.

Ditambah dengan adegan final battle yang membutuhkan persiapan fisik dan koreografi khusus, film ini menawarkan pengalaman horor yang juga dibalut aksi.

Pengalaman Yasamin Jasem selama menjalani adegan final battle menunjukkan bahwa menghasilkan adegan pertarungan yang terlihat natural di layar membutuhkan proses panjang.

Gerakan harus tepat, ekspresi harus terkontrol, dan setiap pemain harus mampu mengikuti koreografi yang telah disiapkan.

Bagi Yasamin, final battle tersebut akhirnya menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama proses produksi PAKET SANTET. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Mahasiswa ulbi kampus bumn ezgif.com webp to jpg converter

Kuliah Sekaligus Punya Jaminan Kerja, ULBI Salurkan 90 Lulusan ke PT Pos