Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

1,5 Ton Sampah Diangkut dari Sungai Kramean Purbalingga, Warga Keluhkan Kondisi Air

1,5 Ton Sampah Diangkut dari Sungai Kota1,5 Ton Sampah Diangkut dari Sungai Kota
KOTOR: Aksi bersih lingkungan di Sungai Kramean Purbalingga, Jumat (21/8/2026). Sebanyak 1,5 ton sampah berhasil diangkut dari tiga titik sungai

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kondisi Sungai Kramean di kawasan perkotaan Purbalingga menjadi perhatian setelah aksi bersih lingkungan menemukan tumpukan sampah di sejumlah titik yang berada dekat permukiman warga.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1,5 ton sampah berhasil diangkut dari tiga titik Sungai Kramean.

Aksi bersih lingkungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Purbalingga menjaga kebersihan kawasan sungai sekaligus mendorong kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) Kabupaten Purbalingga Bambang Triono mengatakan, pembersihan dilakukan di tiga lokasi yang dinilai membutuhkan penanganan.

Tiga titik tersebut berada di kawasan SDIT Madani, Kelurahan Kandang Gampang; sekitar Jembatan Purbalingga Food Center, Kelurahan Purbalingga Kidul; serta Dusun Timbang, Kelurahan Penambongan.

“Yakni, kawasan SDIT Madani Kelurahan Kandang Gampang, Jembatan Purbalingga Food Center di Kelurahan Purbalingga Kidul, dan Dusun Timbang Kelurahan Penambongan,” kata Bambang, Jumat (21/8/2026).

Banyaknya sampah yang berhasil diangkut menjadi gambaran kondisi kebersihan Sungai Kramean, khususnya di kawasan yang berdekatan dengan aktivitas dan permukiman masyarakat.

Sampah yang terkumpul dalam kegiatan tersebut tidak hanya akan dibuang begitu saja.

Pemkab Purbalingga berencana melakukan pencatatan dan evaluasi terhadap hasil pembersihan sebagai bahan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Langkah tersebut dinilai penting karena persoalan sampah di sungai tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan bersih-bersih sesaat.

Jika kebiasaan membuang sampah ke sungai kembali terjadi, tumpukan sampah berpotensi muncul lagi.

Karena itu, Pemkab Purbalingga juga berencana menjadikan kegiatan bersih lingkungan sebagai agenda rutin.

“Aksi ini untuk menumbuhkan kesadaran dan semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan sungai,” tambah Bambang.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Purbalingga Gotong Royong menuju Purbalingga ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Persoalan Sungai Kramean ternyata tidak hanya berkaitan dengan keberadaan sampah.

Warga juga menyoroti perubahan kondisi air sungai yang kini dinilai semakin kotor.

Warga Purbalingga Kidul, Rasmini, mengatakan kondisi Sungai Kramean saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Menurut dia, air sungai yang dahulu terlihat lebih jernih bahkan masih dapat dimanfaatkan untuk mencuci. Namun, kondisi tersebut kini berubah.

“Dulu bening, bisa untuk nyuci. Sekarang sudah kotor, banyak sampah dan airnya gatal,” ungkap Rasmini.

Keluhan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebersihan sungai juga berkaitan dengan kualitas lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Meski demikian, kondisi air yang disebut warga kotor atau menimbulkan rasa gatal tidak secara otomatis membuktikan jenis maupun sumber pencemar tertentu.

Untuk memastikan kualitas air dan penyebab perubahan kondisi tersebut diperlukan pemeriksaan atau uji laboratorium.

Bagi warga, yang terpenting adalah upaya menjaga sungai tidak berhenti setelah sampah diangkut.

Rasmini berharap kegiatan pembersihan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Selain pemerintah, masyarakat juga dinilai memiliki peran penting agar sampah yang sudah dibersihkan tidak kembali menumpuk.

Aksi bersih Sungai Kramean melibatkan sekitar 330 orang dari berbagai unsur. Peserta berasal dari aparatur pemerintah, Pramuka, pelajar, hingga pegiat lingkungan.

Keterlibatan banyak unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif juga turut mengikuti kegiatan bersih lingkungan tersebut.

Kegiatan gotong royong diharapkan tidak hanya menghasilkan lingkungan sungai yang lebih bersih, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Sungai yang berada dekat dengan permukiman memiliki fungsi penting bagi lingkungan.

Ketika sampah menumpuk, selain mengganggu pemandangan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko tersumbatnya aliran air dan menimbulkan berbagai persoalan lingkungan.

Karena itu, pembersihan Sungai Kramean menjadi momentum untuk memperkuat kembali kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Pengangkutan 1,5 ton sampah dari tiga titik menunjukkan bahwa persoalan sampah di Sungai Kramean masih membutuhkan perhatian.

Pemerintah daerah dapat melakukan pembersihan dan menyiapkan program penanganan, tetapi keberlanjutan kebersihan sungai sangat bergantung pada perilaku masyarakat.

Upaya pencegahan perlu berjalan bersamaan dengan kegiatan pembersihan.

Masyarakat di sekitar sungai perlu memastikan sampah rumah tangga tidak dibuang ke aliran sungai maupun bantaran.

Pemantauan secara berkala juga dapat membantu mengetahui apakah tumpukan sampah kembali muncul setelah kegiatan pembersihan dilakukan.

Rencana Pemkab Purbalingga menjadikan aksi bersih lingkungan sebagai kegiatan rutin setiap bulan menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan program.

Evaluasi terhadap sampah yang dikumpulkan juga dapat menjadi bahan untuk menentukan kawasan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, keluhan warga mengenai kondisi air Sungai Kramean dapat menjadi perhatian tambahan dalam pengelolaan lingkungan.

Jika diperlukan, pemeriksaan kualitas air dapat dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi sungai.

Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, sekolah, organisasi kepemudaan, serta pegiat lingkungan, upaya menjaga Sungai Kramean diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih.

Tujuan akhirnya adalah menciptakan kawasan sungai yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekitar.

Aksi yang dilakukan Jumat (21/8/2026) setidaknya menjadi langkah awal untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.

Sebanyak 1,5 ton sampah yang diangkut menjadi pengingat bahwa kebersihan sungai membutuhkan perhatian dan partisipasi secara berkelanjutan.(tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Hamil Besar, Jadi Lebih Sensitif

Adhisty Zara Akui Jadi Lebih Sensitif Karna Sedang Hamil Besar

Berita Selanjutnya
Tujuh Kandidat Direktur Perumdam Jalani UKK

Seleksi Direktur Perumdam Tirta Serayu Banjarnegara Mengerucut, 7 Kandidat Ikuti UKK