Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Fasilitasi Pemberi dan Pencari Kerja, Pemkab Purbalingga Segera Luncurkan Aplikasi Kepenak Ngodene

Pemkab luncurkan aplikasi kepenak ngodenePemkab luncurkan aplikasi kepenak ngodene
Apilkasi berbasis website Kepenak Ngodene yang dibuat Pemkab Purbalingga.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga berencana meluncurkan aplikasi inovatif yang dinamai “Kepenak Ngodene” untuk memfasilitasi interaksi antara pemberi kerja dan pencari kerja di wilayahnya.

Aplikasi berbasis web ini dijadwalkan untuk diluncurkan pada akhir Agustus 2025. Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga, Sudono, mengungkapkan rencana ini pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Sudono, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Purbalingga, menjelaskan bahwa Kepenak Ngodene dirancang untuk mempertemukan penyedia lapangan kerja dengan pencari kerja secara lebih efektif.

“Aplikasi tersebut kami namakan Kepenak Ngodene, sebuah aplikasi yang mempertemukan penyedia lapangan pekerjaan dengan pencari kerja,” ungkapnya.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar 40 perusahaan yang telah bergabung dalam platform ini untuk mencari tenaga kerja.

“Kami sudah melakukan sosialisasi terhadap 50 perusahaan. Namun, baru sekira 40 perusahaan yang bergabung,” jelas Sudono lebih lanjut. Di antara perusahaan-perusahaan tersebut terdapat industri pembuatan rambut dan bulu mata palsu.

Tidak hanya sektor formal, aplikasi ini juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mencari pekerja dengan cara yang lebih mudah dan efisien. Langkah ini diharapkan dapat mendukung perkembangan sektor non-formal di Purbalingga.

Proses penggunaan aplikasi Kepenak Ngodene dirancang agar mudah diakses oleh masyarakat. Bagi pencari kerja, mereka hanya perlu mengisi data pribadi melalui admin di kelurahan atau desa masing-masing.

Sedangkan untuk pemberi kerja dari sektor formal, proses verifikasi atau pendaftaran dapat dilakukan melalui Dinas Tenaga Kerja (Dinnaker) Kabupaten Purbalingga.

Sementara itu, bagi pemberi kerja dari sektor non-formal seperti UMKM dikoordinasikan melalui Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga.

“Diharapkan melalui aplikasi Kepenak Ngodene ini, perusahaan atau mitra dapat difasilitasi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya. Sedangkan bagi pencari kerja juga dapat dengan cepat mendapatkan pekerjaan,” tambah Sudono.

Lebih jauh lagi, Sudono menegaskan bahwa aplikasi Kepenak Ngodene telah siap digunakan oleh masyarakat karena telah melalui berbagai tahap peninjauan dan uji coba sejak beberapa waktu terakhir.

Peluncuran resminya akan dilangsungkan pada tanggal 22 Agustus 2025 mendatang bertepatan dengan acara Pendapa Rakyat.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam meningkatkan aksesibilitas kesempatan kerja bagi warganya serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan adanya platform digital seperti Kepenak Ngodene, diharapkan terjadi peningkatan efisiensi dalam proses rekrutmen tenaga kerja di berbagai sektor industri yang ada di Purbalingga.

Aplikasi ini tidak hanya sekadar menjadi jembatan komunikasi antara pemberi dan pencari kerja tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk membawa kemajuan sosial-ekonomi bagi masyarakatnya.

Dengan demikian, laju pertumbuhan ekonomi lokal dapat semakin didorong seiring dengan tersedianya lapangan pekerjaan yang lebih luas dan variatif.

Rencana peluncuran aplikasi Kepenak Ngodene merupakan langkah progresif dari Pemkab Purbalingga dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan modern sekaligus sebagai implementasi nyata dari visi mendorong pembangunan daerah berbasis teknologi informasi.

Harapannya ke depan aplikasi tersebut dapat menjadi contoh bagaimana inovasi digital dapat secara langsung memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Penggunaan platform digital semacam ini tentunya akan meningkatkan daya saing daerah dalam hal ketenagakerjaan serta menarik minat investor baru untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Purbalingga.

Melalui pendekatan modernisasi layanan publik seperti ini pula diyakini mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Sebagai catatan akhir pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan seluruh stakeholder terkait termasuk dunia usaha menjadi kunci sukses implementasi program-program inovatif semacam ini agar benar-benar memberikan manfaat optimal bagi semua pihak terutama masyarakat luas selaku penerima manfaat utama dari kebijakan-kebijakan strategis tersebut.

Hadirnya aplikasi Kepenak Ngodene menjadi harapan baru bagi para pencari kerja maupun pelaku usaha lokal agar lebih mudah terhubung satu sama lain sehingga tercipta hubungan simbiosis mutualisme antara kedua belah pihak demi tercapainya tujuan bersama, yaitu peningkatan kualitas hidup warga Purbalingga. (tya/stch)

Berita Sebelumnya
Skema KUR perumahan 2025 menjadi peluang besar bagi kontraktor kecil dan menengah untuk mengembangkan bisnis properti

Toko Bangunan Berpeluang Dapat KUR Perumahan Hingga 5Miliar

Berita Selanjutnya
Budidaya ulat gajah mulai berkembang

Budidaya Ulat Gajah di Tanggeran Banyumas Mulai Berkembang Secara Alami