BANYUMASEKSPRES.ID, JEDDAH – Harapan besar Tim Nasional Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 kini telah berakhir. Mimpi yang dimulai dengan penuh semangat pada 12 Oktober 2023 itu kini resmi pupus pada tanggal yang sama dua tahun kemudian, yakni 12 Oktober 2025.
Dalam laga terakhir babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Indonesia harus menyerah dengan skor tipis 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Pertandingan yang berlangsung Minggu (12/10) dini hari WIB ini menyaksikan gol tunggal dari Zidane Iqbal pada menit ke-76 sebagai penentu nasib skuad Garuda.
Meski menunjukkan dominasi permainan lebih baik dibandingkan laga sebelumnya melawan Arab Saudi, hasil akhir tetap tidak berpihak kepada Indonesia.
Berdasarkan data Fotmob, penguasaan bola Timnas Indonesia mencapai 55 persen dan berhasil melepaskan sembilan tembakan dimana dua di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Irak hanya mampu menciptakan tujuh tembakan dengan dua mengarah ke gawang dan satu menghasilkan gol.
Gol semata wayang Irak tersebut berasal dari aksi individu Zidane Iqbal yang sempat memperkuat klub ternama Manchester United. Ia berhasil melewati kawalan ketat Calvin Verdonk sebelum melepaskan tembakan mendatar yang sulit dijangkau kiper Maarten Paes.
Setelah tertinggal satu gol, skuad Garuda meningkatkan intensitas serangan. Jay Idzes dan Thom Haye memimpin tekanan namun dewi fortuna belum berpihak kepada mereka.
Sejumlah peluang emas gagal dimanfaatkan sehingga pertandingan pun berakhir dengan skor akhir 0-1 untuk keunggulan Irak.
Suasana haru menyelimuti bangku pemain Indonesia usai pertandingan. Thom Haye tampak tidak bisa menahan tangis meskipun kapten tim Jay Idzes berusaha menenangkannya.
Pelatih Patrick Kluivert juga tertangkap kamera menahan emosi dengan membanting botol air dan memukul bangku cadangan sebagai luapan kekecewaannya.
Kekalahan ini menempatkan Indonesia pada posisi terbawah klasemen Grup B tanpa mengumpulkan satu pun poin setelah menderita kekalahan dalam dua pertandingan termasuk saat melawan Arab Saudi dengan skor akhir 2-3 di laga perdana.
Posisi puncak grup masih diperebutkan oleh Arab Saudi dan Irak yang masing-masing mengoleksi tiga poin serta akan saling berhadapan pada Selasa (14/10) untuk memperebutkan gelar juara grup.
Kembali ke awal perjalanan dua tahun lalu, tepatnya pada 12 Oktober 2023, mimpi besar untuk menuju Piala Dunia dimulai dengan gegap gempita di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Saat itu, Indonesia menjamu Brunei Darussalam dalam babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan berhasil menang telak dengan skor mencolok 6-0.
Trio Dimas Drajad, Rizky Ridho, dan Ramadhan Sananta masing-masing menyumbangkan golnya serta Dimas mencatatkan hattrick dalam laga tersebut.
Lima hari kemudian, dalam kunjungan ke Bandar Seri Begawan, hasil serupa kembali terulang dengan kemenangan telak 6-0 untuk Indonesia. Babak pertama ini menjadi langkah awal yang penuh percaya diri bagi skuad Garuda.
Namun perjalanan semakin berat saat memasuki babak kedua dan ketiga dimana format kandang-tandang menuntut jadwal padat serta lawan yang lebih tangguh.
Pada babak kedua, Indonesia berhasil finis sebagai runner-up di bawah Irak setelah sukses menyingkirkan Vietnam dan Filipina.
Prestasi tersebut membawa Garuda melangkah ke babak ketiga, sebuah pencapaian langka bagi tim asal Asia Tenggara.
Di babak ketiga kompetisi semakin sengit ketika Indonesia tergabung dalam grup bersama tim kuat seperti Jepang, Australia, Arab Saudi, China, dan Bahrain.
Meski tidak diunggulkan secara kertas namun Garuda mampu finis di posisi keempat mengungguli China serta Bahrain sekaligus mencetak sejarah baru lolos ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Memasuki babak keempat ini Indonesia kembali bertemu lawan familiar yaitu Irak serta Arab Saudi dimana pada laga perdana Kamis (9/10) dini hari WIB, sempat memberi kejutan melalui dua gol penalti Kevin Diks walaupun akhirnya harus menyerah kalah 2-3 dari Arab Saudi yang tampil lebih berpengalaman.
Hal ini membuat posisi semakin sulit bagi pasukan asuhan Patrick Kluivert saat itu namun ia tetap menegaskan agar para pemain tetap tegap menghadapi laga-laga penentuan selanjutnya.
Setelah kekalahan dari Irak Patrick Kluivert menyatakan bahwa meskipun kecewa ia tetap merasa bangga terhadap perjuangan anak asuhnya.
“Pertama tentu hal ini mengecewakan tapi menurut saya jika Anda melihat pertandingan kami bermain lebih baik” ujarnya.
“Tidak hanya saya yang kecewa tapi seluruh negara pemain serta staf performa kami fantastis hari ini saya bangga pada mereka yang menunjukkan hati besar serta semangat luar biasa” tambahnya.
Sementara itu Ketua Umum PSSI Erick Thohir turut menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia atas hasil yang belum sesuai harapan.
“Terima kasih kepada suporter pemain serta ofisial atas perjuangan untuk bisa sampai Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026” tulis Erick di Instagramnya.
“Pertama kali dalam sejarah Indonesia bisa sampai di titik sejauh ini kami memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan.” lanjutnya.
Erick juga menegaskan bahwa perjalanan ini bukanlah akhir melainkan sebuah fondasi menuju masa depan sepak bola Indonesia lebih matang suatu proses panjang telah membangkitkan semangat membentuk karakter serta menyatukan harapan jutaan pendukung Garuda. (*stch)
















